Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Giovanni van Bronckhorst Ingin Pulang ke Indonesia
Avatar tanjung
Map
Haarlem, Belanda
Haarlem, Belanda

Giovanni van Bronckhorst Ingin Pulang ke Indonesia

Diterbitkan : 10 Januari 2011 - 10:04pm | Oleh Eka Tanjung (Tanjung)
Diarsip dalam:

Pegiat sepakbola keturunan Maluku di Belanda, ingin memajukan tanah leluhur. Setelah legendaris, Simon Tahamata ke Maluku akhir tahun lalu, Govanni van Bronckhorst minat juga.

 

November 2010 lalu Simon Tahamata ke Maluku dalam program pengembangan sepakbola di Maluku. Program pendidikan sepakbola usia dini ini digulir sejak 2008 atas kerjasama Indonesia dan Belanda.

Sepakbola diharapkan bisa meringankan trauma akibat bentrok sektarian beberapa tahun silam. Di Ambon Tahamata memberi pelatihan pada bakat muda selama sepekan, ia menengarai beberapa Mutiara dari Timur. Wahyudi, bocah 8 tahun dinilai punya potensi jadi bintang sekaliber Lionel Messi. "Asal mau berlatih keras."ungkap Tahamata.

Berbekal pengalaman segudang baik sebagai pemain maupun pelatih, Tahamata bisa mengangkat Sepakbola Maluku khususnya dan Indonesia ke jenjang lebih tinggi. Di tengah kesibukannya sebagai pelatih junior klub Arab Saudi, Al Ahli Soccer Academy dia ingat Maluku dan ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia.

Gio untuk Indonesia
Langkah Simon Tahamata ini menulari rekan-rekan muda lainnya di Belanda. Legendaris sepakbola Belanda keturunan Maluku, Giovanni van Bronckhorst juga mengatakan ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia.

RNW dan Gio
RNW dan Gio

Dalam wawancara dengan Radio Nederland, Gio menyatakan siap berkontribusi untuk Indonesia. Radio Nederland menemui Giovanni pada laga persahabatan Tim Pensiunan Oranje lawan klub lokal Koninklijk HFC Haarlem.  Sekitar 3000  pasang mata dijamu laga menarik yang dinominasi para mantan timnas Belanda. Giovanni dkk, seperti sudah diduga memenangi pertandingan 4-0. 

Tetap Populer 
Banyak fans ingin berfoto atau mendapatkan tanda tangan Gio. Bahkan sesudah pertandingan pun puluhan fans dan awak media masih berdesakan di luar ruang ganti pakaian, menunggu Giovanni selesai mandi.

Penantian Setengah jam di kedinginan luar, berbuah perbincangan Radio Nederland dengan mantan kapten kesebelasan nasional Oranje yang tampil cemerlang di Afrika Selatan itu. Dia gembira bisa merumput lagi bersama mantan rekan di timnas Belanda dulu.

"Senang bisa gabung dengan kawan-kawan yang dulu satu timnas. Ini laga kedua sejak pensiun pasca final Piala Duni 2010. Beberapa pekan sebelumnya saya juga ikut main di laga amal bersama Zenedine Zidane dan Ronaldo," 13 Desember 2010 untuk korban gempa Haiti.


Jadi Pelatih

Setelah menggantung sepatu bola, sekarang Gio mengikuti pendidikan menjadi pelatih sepak bola. Ini tantangan baru. "Sekarang saya ikut kursus menjadi pelatih. Senang sekali mempelajari bidang baru. Masih di sektor sepak bola, tapi dari sisi beda. Dulu sebagai pemain, sekarang pelatih. Beberapa tahun kedepan saya ingin menguasai bidang pelatihan. Semoga saja berhasil, kita lihat saja."

 

Gio Masih Populer
Gio Masih Populer

Ke Indonesia?
Lalu bagaimana dengan rencana mengembangkan sepakbola Indonesia. Apakah Giovanni juga punya cita-cita kesana? "Saya sudah punya rencana itu. Belum bisa katakan waktunya, tapi yang jelas dalam waktu dekat ini saya pasti akan kembali ke Indonesia." Jawabnya.

Radio Nederland: "Lho kembali, memang sudah pernah sebelumnya ke Indonesia?"

Gio: "Hmm belum sih. Sejauh ini baru lihat dari udara saja, ketika terbang ke Australia."

Maluku Peka
Giovanni van Brockhorst merasa punya ikatan kuat dengan Ambon dan Indonesia. "Tentu saja, itu kan negara asal kakek dan nenek. Jelas saya berminat kembali ke tempat akar saya."

Ditanya masalah peka, soal kemungkinan merekrut bakat Maluku-Belanda di timnas Indonesia, Giovanni menjawab bijak.  "Sudah jelas sepakbola di Indonesia masih harus dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi. Kita harus membentuk sebuah tim tangguh. Soal isi, bisa saja pemain lokal atau pemain yang didatangkan dari Belanda. Tapi yang paling utama, timnas Indonesia harus tangguh."

Terkait:


Bisa disimpulkan, Giovanni siap berkontribusi, tanpa menyebutkan waktunya. Sejarah akan membuktikan. Menurut Jim Pentury, tokoh Maluku Belanda yang memprakarsai pembangunan Sekolah Sepakbola Maluku, tahun 2011 ini Giovanni bisa memberi pelatihan sepakbola beberapa hari di Ambon. Semoga bisa meresmikan pembukaan sekolah sepakbola di Indonesia Timur itu. Agar tidak tertinggal dengan saudara di Jawa dan Indonesia Barat.

Ex-Tim Oranje
Ex-Tim Oranje

Tidak ada salahnya, jika pemain keturunan Maluku Belanda pulang kampung dan kumpul memperkuat klub Ambon, berkompetisi di salah satu liga Indonesia. Tentu saja yang membuka peluang bakat Maluku-Belanda menyandang 'Garuda di Dada.' Supaya bisa membawa perdamaian dalam wadah Indonesia.

 

Diskusi

sumartono 12 Januari 2011 - 8:24am / Indonesia

Sekarang saatnya Indonesia bangkit dengan adanya warga keturunan yang ingin membela garuda ataupun jadi pelatih.

mamase 11 Januari 2011 - 4:57pm / ind ONE sia

lupakan sejarah kelam masa lalu.... n bangunlah bola ambon.....gio.....

budi r 11 Januari 2011 - 3:34pm / indonesia

saya senang dengar cucu cucu putra ambon ingin membangun sepak bola indonesia

Dewi 11 Januari 2011 - 4:20am / Indonesia

Yuuukkkk .. Monggo Van Bronckhorst !!!

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET