Mata pelajaran usai. Para siswa membanjiri warung internet di Teheran. Salah satunya Coffeenet di jalan Vali Asr. Warnet ini menggunakan VPN, jaringan pribadi virtual. Internet dari rumah seringkali tidak mungkin lagi, karena pemerintah Iran menutup kebanyakan VPN itu dua bulan belakangan.
Pemerintah Iran mencurigai internet. Kendati demikian, pemimpin religius tertinggi Ali Khamenei tidak mau memberlakukan sensor total.
Siapa yang menggunakan jaringan pribadi virtual, adalah penjahat. Itulah yang dikatakan menteri Telekomunikasi Iran, Reza Taghipour. "Penggunaan jaringan pribadi virtual dan jaringan lain yang berusaha menghindari filtering merupakan tindak kejahatan serius."
Melalui VPN, pengguna internet bisa memakai server di luar negeri dan menghindari filtering. Sebagian besar masyarakat Iran menggunakan peranti lunak untuk menghindari sensor berat internet. Pemerintah memblokir jutaan situs web dan blog, konon karena menentang moral Islam atau kepentingan negara.
Cuci otak
"Saya tidak punya tujuan politik dengan internet. Saya hanya ingin mengetahui berita internasional. Saya ingin tetap berhubungan dengan keluarga dan teman di luar negeri melalui situs media sosial. Itu berlaku bagi banyak orang," kata Mehran (24) lulusan universitas.
Walaupun demikian internet merupakan alat kuat namun sederhana dalam apa yang disebut "perang lunak". Dalam perang lunak ini, Barat kabarnya mendorong generasi muda Iran memberontak terhadap pemerintah Iran.
Menurut otoritas Iran tengah terjadi "cuci otak". Kekuatan internet terbukti dalam kerusuhan tahun 2009, di mana serangkaian protes diselenggarakan melalui situs media sosial. Pihak berwenang memperingatkan, negara-negara Barat sedang merekrut informan Iran melalui situs tersebut.
Karena itu situs jaringan sosial seperti Facebook, situs berita luar negeri dan situs oposisi, disaring sejak kerusuhan 2009.
Internet bersih
"Kami berbuat apa saja untuk menghadapi perang lunak ini. Kami juga akan menyita data orang-orang yang mengatur urusan perbankan melalui VPN," demikian menteri Telekomunikasi Taghipour. Pemerintah juga sedang mengembangkan dan menguji internet Islam nasional, yang juga disebut "internet bersih".
Jika benar-benar diberlakukan, maka warga Iran tidak lagi bisa menggunakan internet dunia.
"Itu benar-benar menjadi masalah. Sulit dibayangkan anda tidak bisa lagi menggunakan internet," kata Shagayeq (22), mahasiswi sejarah berjilbab. Tapi banyak pengunjung warnet lainnya berusaha menenangkan dia supaya tidak terlalu cemas.
Misalnya Ramin (19): "Orang Iran selalu menemukan cara untuk menghindari sensor."
Ketagihan Facebook
Sedikitnya separuh pengunjung warnet langsung membuka Facebook. "Saya memang ketagihan," kata Shagayeq.
"Dulu saya selalu membuka Facebook dari rumah, tapi sejak Oktober silam tidak bisa lagi. Hari berikutnya saya dengar dari teman-teman saya mereka pun mengalami masalah dengan VPN. Banyak sekali jaringan pribadi tidak berfungsi lagi. Kadang-kadang berfungsi, namun hanya sebentar saja. Saya sangat membutuhkan Facebook agar bisa tetap berhubungan dengan teman-teman saya."
Shagayeq bukan satu-satunya. Statistik Baseej, gerakan rakyat paramiliter, menunjukkan 17 juta orang Iran aktif di Facebook, termasuk beberapa anggota parlemen. Pemerintah Iran sendiri juga memakai blog untuk tujuan propaganda.
Fatwa
Bahkan otoritas tertinggi Iran, pemimpin religius Ali Khamenei, tidak bisa tanpa Facebook. Ia kurang lebih dipaksa mengeluarkan fatwa, ketika seorang warga Iran, yang tidak ingin menyebut namanya, mengirim pertanyaan berikut lewat email:
"Facebook disaring di Iran. Apakah itu berarti, adalah sesuatu yang buruk jika orang menggunakan jaringan sosial ini untuk berkomunikasi atau bertukar foto dengan teman, juga apabila anda tidak punya maksud politik atau anti-religius?"
Ayatollah Khamenei menjawab: "Itu tidak diperbolehkan, jika anda membiarkan diri anda terlibat tindakan imoral dan setani, seperti menyebarkan korupsi dan kebohongan. Juga tidak diperbolehkan jika ada kekhawatiran bahwa apa yang anda lakukan adalah dosa, atau malah membantu musuh Islam dan muslim. Kalau tidak, maka tidak ada masalah."
Ada beberapa penafsiran tentang fatwa ini, namun yang jelas Khamenei, menentang sensor total internet.






















sewaktu benetton membuat lelucon tentang beberapa pemimpin negara dunia, negara2 dunia itu langsung ketar-ketir, padahal mereka selalu menggaungkan demokrasi dan mendaku demokrasi... ini menandakan dalam aktivitas cyber pun harus ada pembatasan tergantung nilai2 yg negara tertentu itu pegang...
Memang itulah cobaan bagi orang beriman, umumnya negara yang masih menjujung tinggi moral manusianya, tidak seperti negara-negara barat yang hidup bergelimang dengan kemunafikan dan kebohongan. Internet itu penting, tapi pemerintah yang masih menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta moral yang tinggi harus terus mewaswadai jaringan yang disebarkan oleh para munafiqin bangsa-bangsa barat, karna mereka itu bertubuh manusia tapi cara berfikirnya tidak lagi sebagaimana manusia. Jadi saya setuju 1000 % pemerintah iran memfiltering situs2 yang merusak moral atau mengadu domba antara masyarakat dan pemerintahan yang dianggap berseberangan dengan bangsa barat yang munafik
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.