Haswirman, terdiam, bertanya-tanya. Ia mendengar berita dalam bahasa Belanda di televisi. Kupingnya menangkap kata Samoa dan Padang. Matanya terpaku melihat gambar bencana gempa.
Lelaki berusia 55 tahun itu menebak-nebak ada apakah gerangan? Ia kaget setelah resepsionis hotel menjelaskan. "Saya langsung kepikiran tsunami akan datang seperti di Aceh."
Haswirman berada di Belanda mengikuti kegiatan pelatihan hotel yang diselenggarakan oleh PUM, sebuah organisasi pembinaan manajer.
"Saya langsung menghubungi kepala RRI di Padang lewat SMS," ujar Has. Pesan jawaban sangat mengagetkan. "Gempanya dahsyat sekali!". General Manajer hotel Inna Muara ini langsung lemas memikirkan nasib keluarga dan tamu hotel 100 kamar.
Cemas
Selama dua jam Haswirman berdebar-debar. Sejumlah rekan kerja di hotel di Belanda turut sibuk membantu mencari informasi. Tapi hasilnya nihil. Kecemasan lelaki asli Padang tersebut lalu diceritakan kepada Radio Nederland.
Kebetulan seorang kawan manajer grup Inna di Denpasar, Bali, mendengar siaran. Dia langsung kirim SMS ke Haswirman mengabarkan bahwa keluarganya selamat, demikian juga tamu-tamu hotel Inna Muara.
"Saya senang, sekaligus penasaran akan kerugian material akibat gempa," kata Haswirman.
Hotel Inna Muara dikabarkan ambruk, dan sebuah mobil sedan milik Has rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa Padang juga membuat pendengar setia RNW ini mempersingkat program pelatihan.
"Saya tidak bisa konsentrasi lagi, karena pekerja kami membutuhkan kehadiran saya, besok malam saya pulang," tukasnya.























Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.