Gempa bumi kembali menguncang Sumatra Barat. Kali ini berkekuatan 7,6 skala Richter berepisentrum 50 kilometer di pesisir pantai. Sepertinya sudah jadi langganan.
Menurut pakar gempa Dani Hilman Natawijaya, pulau Sumatra merupakan bagian dari rangkaian gempa-gempa sejak 10 tahun terakhir. Ia melihat batas lempeng di Sumatra pada saat sekarang ini tekanannya sudah sangat tinggi.
Lempeng-lempeng bumi bergerak satu sama lain di sebelah barat Sumatra lempeng Lautan Hindia Australia yang bertemu dan menunjam di bawah Sumatra. Bergerak 6 cm pertahun dalam seratus tahun maka tekanannya bisa sampai 6 meter. Inilah yang disebut bahan energi gempa yang menjadi per yang terpental.
Gempa memutus jaringan komunikasi telepon genggam. Lokasi bencana sulit dihubungi karena hujan yang turun. Seperti dilaporkan Fakhrudin Tieja direktur Radio PCA, Prinses Catharian Amalia, di Padang Panjang.
Sulit Kontak
Tieja kesulitan menghubungi GSM dari berbagai jaringan. Hanya provider tertentu saja yang bisa nyambung, itu pun dengan banyak kesulitan. Selain itu lampu juga padam. Dia mendapat laporan dari Padang, bahwa banyak kerugian benda dan rumah.
Jaringan telepon putus karena menara telekomunikasi patah. Sulitnya hubungan telepon genggam dirasakan Suryadi warga Padang di Belanda. Ia baru berhasil menghubungi keluarga lewat saluran telefon biasa, tiga jam pasca gempa. Orang tua selamat, beberapa anggota keluarga cedera ringan. Pakar Bahasa ini bisa menghela nafas lega karena walaupun banyak mengalami kerugian materi tapi keluarga dan orangtuanya selamat.
Kemana Mereka?
Lain orang lain nasibnya. Haswirman GM Hotel INA Muara di Padang saat ini sedang mengikuti pelatihan bidang perhotelan di Belanda. Sampai Kamis pagi dia belum tahu kabar anak istrinya karena belum ada kontak.
Ia hanya mendapat berita separo-separo dari saudara yang di Jakarta. Dari hotel Bilderberg di Hoevelaken Belanda ia mencoba mengontak semua kenalan. Untuk mendapatkan kejalasan tentang keluarga dan sekitar 100an karyawan hotelnya.
Kesaktian Pancasila
Yasri seorang warga Padang, melaporkan bahwa situasi di Padang hening. Masyarakat masih belum tenang karena terkadang ada getaran susulan. Setiap kali pula mereka berlari keluar rumah. Pegawai Pemda ini juga masih belum tahu bagaimana Hari Kesaktian Pancasia 1 Oktober akan 'dirayakan'.























Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.