Timnas Indonesia bertolak ke Turkmenistan melakoni laga tandang putaran kedua Pra Piala Dunia 2014. Tampaknya timnas Indonesia belum siap dan harus siap kalah. Sebuah opini!
Radio Nederland memprediksi pertandingan di Stadium Köpetdag itu akan berlangsung sengit di babak pertama. Tim Garuda kemungkinan mendominasi mulai menit ke 10 sampai 30an. Turkmenistan akan mengambilalih kendali akhir babak pertama dan sebagian besar babak usai turun minum.
Belum Siap
Media lain Belanda juga mencemaskan persiapan tim asuhan Wim Rijsbergen. Nederlandse Omroep Stichting (NOS), menilai pertandingan, Sabtu ini akan sangat berat. Sebab baik pelatih maupun pemain sama-sama tidak siap menghadapi duel di Ashgabat itu. Pelatih baru dua pekan diangkat dan pemain belum lama kembali dari liburan. Mereka hanya sempat berlatih empat hari.
NOS melihat pemain Indonesia kurang fit. Rijsbergen dikutip mengatakan "Kita masih harus lihat apakah mereka mampu bermain bagus satu babak," aku Rijsbergen seraya menambahkan "Persiapan ini memang tidak optimal."
Dampak Kisruh
Buruknya persiapan ini antara lain sebagai dampak kisruh yang melanda kepengurusan pusat PSSI selama berbulan-bulan, ungkap pelatih Belanda kepada NOS. Situasi ini merusak persiapan timnas menghadapi dua laga pra Piala Dunia.
Turkmenistan Optimis
Sebaliknya, tim tuan rumah asuhan pelatih Yazguli Hojageldiyev bisa melakukan persiapan secara optimal. Sepanjang bulan Juli 2011 tim Turkmenistan melakoni tiga pertandingan persahabatan di Minsk Belarusia. Pelatihan ini diharapkan bisa mendongkrak daya gedor tim Asia Tengah ini.
Pelatih Turkmenistan kepada situs The Asian Football Confederation (AFC) mengatakan timnya sangat bersemangat. "Tim ini punya target lolos ke tahap berikutnya dan para pemain juga bertekad merealisasikan itu," kata pelatih Hojageldiyev. Ia diperkuat skuad terdiri dari 24 pemain dari kompetisi dalam negeri dan empat bermain di klub luar negeri.
Pilar-pilar yang akan membahayakan gawang Indonesia antara lain Berdy Shamuradov, striker Ashgabat, Alexander Boliyan striker dan Gochkuli Gochkuliev. Pemain 'klub asing' gelandang Ruslan Mingazov (klub Skonto, Latvia) dan striker Artur Gevorgyan (klub Nasaf, Uzbekistan).
Boaz dan El Loco
Walau demikian Indonesia secara individu tidak kalah kuwalitas. Boaz dan Christian Gonzalez akan mampu pula mengacaukan pertahanan tuan rumah. Didukung semangat negara asalnya Uruguay yang sukses di Copa America, El Loco dan Boaz kemungkinan bisa membobol minimal satu kali gawang lawan. Tapi mengingat stamina dan persiapan yang minim, maka lini tengah akan menjadi milik Gochguli Gochguliev dan kawan-kawan.
Kalah 5-2
Kalau dipaksa membuat prediksi, maka kepakan Garuda akan mampu memasukan 2 gol Sabtu malam itu. Tapi sebaliknya tim Hijau yang memiliki keunggulan mental, fisik, kondisi fit dan dukungan penonton akan mampu melesakkan 5 gol ke gawang Indonesia. Tapi sekali lagi, bola itu bundar.
Bukan Ukuran
Kita percayakan pada tim dan staf pelatihnya. Karena jelang keberangkatan ke Turkmenistan, Rijsbergen mencoba tetap semangat. Kepada wartawan dia mengatakan bahwa targetnya di Ashgabat untuk menang. Tapi kalau imbang pun dia tidak kecewa.
Apapun hasilnya, dua pertandingan lawan Turkmenistan ini tidak bisa dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai pelatih yang baru dipasang sepuluh hari.






















Tetap harus hati2 dan waspada, coz turkmenikistan tampil seperti itu d kandang coz lapangannya yg jelek, banyak pemain mereka yang bermain d liga luar, sehingga klw bermain di lapangan bagus lebih baik, mudah2an qt bisa masuk ke babak selanjutnya, mudah2an qt menang, om Djenol, q tunggu di GBK, tiket sudah di tangan :p
horeee,,,1-1..ntr di snyaan 2-1 :D
Akhirnya harapan rakyat Indonesia terwujud Bung Tanjung. Di leg pertama di kandang lawan Garuda mampu menahan imbang 1-1. Semoga di SUGBK Jakarta nanti, Indonesia mampu berpesta gol walau hasil 0-0 sudah mampu membuat lolos putaran ketiga.
Bung Sumartono,
Main seri di jandang lawan bisa dikatakan positif. Tapi tugas berikutnya adalah minimal seri 0-0. Tapi menurutku menang lebih baik. Sebab kalau bertahan mati-matian untuk mempertahankan 0-0, sangat berrisiko akan kecolongan di menit-menit terakhir. Karena kalau kedudukan 0-1 untuk Turkmenistan, kira gugur. Jadi lebih baik unggul 2-0, atau 1-0 itu lebih aman. Harapan bangsa Indonesia, seperti saya bukan hanya seri 1-1 di le I. Tapi lolos ke putaran 3.
sepakat bung tanjung,, sya pkir target kndang harus menang... maen brtahan sgt riskan... indonesia hrus punya inisiatof menggebrak di menit2 awal.. cetak gol di babak pertama
sya kira target menang terlalu muluk bwt tim indonesia, bkan brmaksud mndikreditkan timnas, sya 100% suporter timnas indonesia!! ini trkait dg persiapan yg super mepet, stamina n krjsama anatar lini yang otomatis jg tdk bsa optimal, wim jg bkan tukang sulap, target yg paling realistis bisa nahan imbang turkmenistan, namun hrus bsa masukin goll!! artinya turkmnistan dlm prtndingan ini sya predksi bkal masukkan gol ke gwang indonesia,,,
boaz-gonzales...!! main yg kmpak!! tnjukkan skill trbaik kalian dn masukkan bola ke gwang turkmenistan, dg dukungan pemain2 lainnya!!! bravo Indonesia!!
Pemaparan Anda sangat jelas dan gamblang bung Yusriansyah. Semoga saja Garuda bisa menahan imban, penyelesaiannya nanti di Jakarta 28 Juli ini.
dengan materi pemain yg seadanya memang kayanya kita gk bisa berharap banyak :( optimis garuda ku... hajar blehh...
Mas Brem dari Madiun,
Mungkin secara materi pemain Indonesia unggul dibanding Turkmenistan. Ada Boaz, El Loco, Firman Utina, Markus Horison dll. Yang menjadi kehawatiran saya saat ini, kondisi fisik yang lemah dan minim latihan. Ronaldinho dan Ronaldo pun kalau lama tidak latihan dan kegemukan, maka umpan-umpannya jadi melempem. Mungkin dengan Rijsbergen ada prospek bagus kedepan, tapi kalau untuk saat ini. Saya mencemaskan Garuda akan dibrodoli wulunya.. jadi 5-2 di Ashgabat.
Mungkin saat ini PSSI yang baru harus betul - betul siap menghadapai berbagai kritikan tajam, saran dan masukan dari berbagai pecinta sepakbola Indonesia karena konsekwensi yang mereka lakukan. Dengan menggantikan Riedl ke era Rijsbergen maka Timnas Indonesia memang agak dipaksakan untuki siap. mungkin hasil imbang yang dicari oleh Timnas Indonesia di kandang lawan. Semoga ke depan Indonesia bisa lebih matang dan mempersiapkan diri untuk berbagai event sepakbola. Semoga Timnas sukses selalu....
Benar kang Mas Hartoyo, PSSI memasuki era baru. Semoga bisa belajar dari kesalahan dan kesuksesan pendahulunya. Yang baik-baik dicontoh dan yang jelek jangan diulang kembali. Pada perkembangannya menuju arah yang baik harus dikawal. Yang melenceng diluruskan, yang lupa diingatkan dan yang baik dihargai dan diacungi jempol.
Kita jangan hanya menjadi penikmat saja di pinggir. Kalau sukses merasa itu milik kita dan kalau gagal mencacimaki.<
Semoga timnas kita sukses, dan semakin banyak punggawa sepakbola asing dan Belanda yang mau berkontribusi.
Jangan pantang menyerah sebelum berjuang, jika sudah berjuang memang hasilnya berbeda seperti yg kita inginkan, itu sudah takdir, tp takdir dapat di ubah oleh manusia itu sendiri, jadi turkeminikistan bukanlah brasil, tim sebesar argentina dan brasil pun tak mampu berbuat banyak di copa amerika, optimis tetap ada dan selalu berdo'a,
Wah senang sekali bisa nyambut sahabatku Libasa Yuwari di sini. Sering-seringlah mampir kemari, kita diskusi sampai pagi.
Setuju banget dengan perjuangan maksimal dengan harapan meraih hasil positif.
Tetapi mohon diingat bahwa perjuangan itu menyangkut persiapan jelang pertempuran. Bukan saja saat laga 2x45 menit itu saja. Tapi persiapan matang dan latih tanding lawan tim mumpuni.
Persiapan ini yang tidak ada, minimal untuk kali ini. Bulan-bulan belakangan ini PSSI terseret polemik yang kurang penting. Di luar sepak bola itu sendiri. Ini bukan salah pengurus sekarang.
Jadi kalau boleh aku mengaduk rasa dan logika. Harapannya Indonesia menang 3-0 di Turkmenistan. Tapi logika bilang ah dengan kondisi yang tidak imbang ini, maka Indonesia akan kalah. Yah optimis 5-2, saja.
Ya kita tunggu besok om Djenol, mudah2an mereka bisa melakukan yg terbaik untuk negeri ini, menang atau kalah, q akan sambut tgl 28 di Indonesia, di stadion, kebanggan Gelora Bung Karno, klw om Djenol mau ikut, denan senang hati om, q tunggu di Jakarta :p
Optimis aja bung Eka, semoga Timnas Garuda minimal bisa menahan seri..!
Optimis harus ya mas Sumarto. Tapi juga harus melihat kenyataan di lapangan. Harapannya nanti di Jakarta kita bisa unggul 3-0 dan tetap lolos ke putaran 3.
Amiin... sama sama berdoa Bung, semoga Garuda lolos ke putaram 3.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.