Ironis atau antisemitis? Itulah pertanyaan utama sewaktu diskusi soal permainan online di situs web siaran radio dan televisi Belanda VPRO. Permainan ini mencontoh permaianan Settlers of Catan, permainan papan yang dikenal internasional. Namun dalam versi online VPRO, para peserta diajak membangun pemukiman di Tepi Barat Sungai Yordan.
VPRO telah mencabut permainan dari situs webnya. Lembaga publik Belanda itu menyatakan game ini bersifat menyindir. Tapi sekarang sudah tidak jelas lagi apa sebenarnya tujuannya.
Redaksi VPRO yang terdiri dari orang-orang dewasa muda merancang permainan ini akhir 2010. Para pemain memerankan kolonis Yahudi yang harus membangun sebanyak mungkin pemukiman di wilayah Palestina.
Anne Frank
Dengan “kartu Rumah Anne-Frank” dan “kartu Tembok Ratapan”, para peserta bisa mendapatkan poin ekstra. Pemain juga harus memanfaatkan “jiwa dagang khas” orang Yahudi dan bisa berdagang intan.
Game ini tidak lucu dan tidak bersifat menyindir, melainkan antisemitis. Demikian pendapat Simon Wiesenthal Center di Los Angeles serta organisasi pemuda dari Pusat Informasi dan Dokumentasi Israel (CIDI).
Pemerintah menebar kebencian
Simon Wiesenthal Center, organisasi yang berupaya melawan antisemitisme, bahkan mengirim surat kepada Komisaris Eropa Viviane Reding, dengan harapan dia bisa menekan Belanda mencabut permaianan online tersebut.
Menurut Shimon Samuels dari Simon Wiesenthal Center permainan itu juga bersifat rasis. Dan karena VPRO adalah lembaga publik, negara Belanda, demikian Samuels, menebar kebencian dengan memakai uang rakyat.
Tidak semudah itu, kata Menteri Budaya Belanda, Marja van Bijsterveldt yang tidak mau mencampuri kasus ini. VPRO memang lembaga publik, tapi itu tidak berarti pemerintah mencampuri urusan internalnya.
Antisemitisme
Ketua organisasi pro Israel CIDI Joël Serphos menentang bahwa permainan online VPRO hanya bersifat menyindir. “Game berisi pendapat tradisional antisemitis,” katanya kepada media Belanda. Menurut Serphos pendapat-pendapat seperti itu lebih pantas dicantumkan di Stormfront, situs web ekstrim kanan.
Sementara itu pihak VPRO mengatakan game – yang sudah satu tahun online itu - dimaksud sebagai sindiran atas konflik di Timur Tengah. Menurut pihak perancang, permainan tersebut sebenarnya tidak dimaksud sebagai game. “Melainkan bisa dipandang sebagai kolom visual penuh sindiran.”
VPRO adalah lembaga penyiaran yang memang sudah dikenal kontroversial. Berkat sikap itu, mereka punya banyak anggota setia. Tapi kadang-kadang VPRO melampaui apa yang diinginkan anggotanya. Tweet Joël Serphos misalnya berbunyi: “Banyak anggota VPRO telah mengatakan ingin membatalkan keanggotaannya karena game yang tidak pantas ini. Was it worth it, VPRO?”














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.