Kepulauan Galapagos tidak lagi berstatus warisan alam dunia yang terancam. Demikian diputuskan oleh organisasi PBB urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya, Unesco.
Tahun 2007 Unesco memberi status warisan alam dunia yang terancam kepada kepulauan Ekuador itu karena alam di sana terancam oleh turisme, imigrasi, dan penangkapan ikan yang berlebihan. Jumlah penduduk (seringkali penduduk gelap dari daratan) meningkat pesat, demikian pula dengan turisme. Kelompok kepulauan itu menarik lebih dari140 ribu wisatawan setiap tahunnya, yang mana sangat membebani flora dan fauna di sana.
Binatang piaraan
Akibat meningkatnya jumlah penduduk dan wisatawan, maka semakin banyak barang didatangkan dari daratan, dengan akibat sampingnya yaitu masuknya jenis hewan dan tanaman tak dikenal. Di samping itu, semakin banyak binatang piraaan yang menjadi ancaman bagi jenis hewan tertentu asli kepulauan itu.
Ekuador kemudian mengambil langkah untuk melindungi alam dengan lebih baik. Oleh karena itu, kepulauan Galapagos sekarang sudah lebih baik dibanding tahun 2007, dan oleh karena itu Unesco mencabut status sebagai warisan alam yang terancam.
Ekuador memaksa penduduk gelap untuk kembali ke daratan. Pengawasan terthadap wisata juga ditingkatkan. Lebih jauh, kepulauan itu juga dimaksudkan bisa berswasembada serta tidak tergantung pada impor.
Penyu raksasa
Kepulauan Galapagos memiliki kekayaan unik akan hewan dan tanaman. Misalnya saja, penyu-penyu raksasa sering datang ke sana, juga pinguin, dan iguana laut. Wilayah itu terdiri dari 14 pulau besar dan 100 pulau kecil yang berasal dari aktivitas gunung berapi. Hanya lima pulau saja yang dihuni. Kelompok pulau ini terletak di sebelah barat Ekuador.
Charles Darwin mengunjungi kepulauan in tahun 1835 dan dari sini ia terinspirasi memunculjkan teori evolusi. Darwin menyaksikan bagaimana hewan menyesuaikan diri melalui berbagai cara terhadap lingkungan yang ganjil di kepulauan itu serta bertanya-tanya bagaimana hal itu mungkin.
Pertikaian
Keputusan Unesco memberi status warisan alam yang terancam kepada Galapagos tahun 2007, menimbulkan banyak perdebatan dan pertikaian. Dikhawatirkan, turisme akan berkurang karena kebijakan yang diambil untuk melindungi alam.
Akhir pekan ini Unesco akan memutuskan status sekitar 40 monumen baik alam maupun budaya. Termasuk di antaranya adalah permintaan agar kanal-kanal di Amsterdam dimasukkan ke dalam daftar warisan budaya yang terancam. Ini juga memicu diskusi antara merka yang pro dan kontra.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.