Facebook dan Twitter berperang penting seputar revolusi Arab di Tunisia dan Mesir. Tak kalah penting komputer dan piranti lunak tandingan milik rezim untuk melawannya.
Setelah diketahui pemerintah rezim-rezim otoriter juga memantau atau memblokir kebiasaan warga di internet, maka Parlemen Eropa ingin ekspor sarana penyadap dan piranti lunak sensor dibatasi.
Cina, Iran dan Suriah adalah contoh negara yang melakukan sensor internet. Di Amerika berlangsung prosedur yuridis terhadap Cisco Systems, perusahaan Amerika, karena terlibat sensor internet dan pengejaran terhadap kaum disiden atau penganut gerakan Falun Gong di Cina. Sebelumnya peran perusahaan seperti Google dan Yahoo di Cina juga sudah kontroversial. Tapi perusahaan lain juga membantu praktek-praktek sensor karena memasok komputer dan piranti lunak. Judith Sargentini, anggota Parlemen Eropa dari partai kiri-hijau GroenLinks:
"Misalnya Nokia Siemens yang memasok teknik kepada Iran; atau perusahaan-perusahaan Inggris yang membantu rezim Mubarak mengawasi Facebook dan Twitter, dan juga perusahaan Belanda Fox-IT yang berupaya menjual produk-produk di pasar Iran dan negara-negara Arab."
Tingkatkan Pengawasan
Parlemen Eropa saat ini menyusun perundang-undangan yang memperketat ekspor komputer dan piranti lunak yang bisa dipakai untuk menyensor atau memburu orang. Anggota parlemen Eropa Lambert van Nistelrooij dari partai kristen demokrat CDA, mendukung pemeriksaan barang ekspor, yang diperketat:
"Yang penting menyusun daftar obyektif barang-barang. Dengan daftar itu, perusahaan-perusahaan sebelumnya bisa tahu apa yang harus diperhitungkan berdasarkan norma-norma Eropa, kalau akan berbisnis dengan negara yang diragukan."
Dua sisi
Menurut anggota parlemen Sargentini, pengalaman perusahaan Belanda Fox-IT menunjukkan bahwa sejumlah teknologi bisa digunakan secara positif dan negatif.
"Jadi ada dua sisinya. Fox-IT melindungi konsumen di Belanda, seperti misalnya nasabah Rabobank, dan baru-baru ini menolong pemerintah Belanda yang panik karena korespondensi digital dengan DigiD (yang menyimpan informasi warga, red) tidak aman karena keteledoran perusahaan DigiNotar. Tapi Fox-IT juga menawarkan teknik untuk menyadap."
Radio Nederland meminta komentar Fox-IT. Perusahaan ini secara tertulis membenarkan bahwa dinas pelacak dan intel Belanda bisa 'menganalisa lalu lintas internet yang disadap' melalui FoxReplay. Dalam bidang ekspor, mereka menaati undang-undnag ekspor yang berlaku saat ini.
Diuji Sebelumnya
Belum jelas apakah di masa depan pengawasan ekspor Eropa terhadap alat-alat sensor akan diterapkan untuk tindakan preventif. Berarti perusahaan harus sebelumnya minta ijin untuk memasok barang. Misalnya dengan menetapkan daftar teknologi yang kontroversial yang dimasukkan ke dalam kategori barang-barang ‘dual-use’, karena bisa diterapkan untuk tujuan sipil maupun militer.
Pemerintah Belanda mendukung uji coba preventif itu. Tapi negara-negara anggota Uni Eropa lainnya dan sebagian Parlemen Eropa cenderung melakukan pemeriksaan sesudahnya.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.