Menteri Luar Negeri Belanda, Uri Rosenthal, menyatakan sanksi Uni Eropa terhadap Iran merupakan tindakan yang "menggigit". Sanksi itu berupa pelarangan impor minyak dan produk minyak ke negara-negara Uni Eropa.
Ke-27 negara anggota Uni Eropa sepakat dengan boikot tersebut. Sanksi itu akan langsung diberlakukan, namun negara-negara anggota Uni Eropa diberi waktu sampai 1 Juli untuk menyelesaikan kontrak dengan Teheran dan mencari pasokan baru dari negara lainnya. Menlu Rosenthal menjelaskan mengapa sanksi itu sangat penting:
"Iran masih tetap bersikeras melanjutkan program nuklirnya. Hal itu menunjukkan adanya pembuatan senjata nuklir. Iran harus menghentikannya, itu merupakan ancaman terhadap seluruh dunia."
Ketua Komisi Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton menjelaskan keputusan tersebut: "Sanksi itu dimaksudkan agar Iran serius menanggapi seruan untuk melanjutkan perundingan soal program nuklir."
Kebijakan ketat
Embargo minyak merupakan salah satu sanksi yang bisa diterapkan oleh Uni Eropa terhadap Iran. Teheran sangat bergantung pada hasil penjualan minyak. Seperlima dari ekspor minyak mereka ditujukan buat Eropa.
Selain boikot minyak, ke-27 negara anggota Uni Eropa juga bakal membekukan aset bank sentral Iran yang disimpan di Uni Eropa. Apakah Uni Eropa akan melanjutkan sanksi-sanksi lainnya, Rosenthal tidak dapat memberi komentar. "Opsi itu belum dibicarakan."
Mantan menteri luar negeri Ben Bot menyambut positif boikot tersebut, kendati ia tidak yakin akan dampak yang bisa dicapai. "Saya berpendapat Uni Eropa telah mengirim sinyal politik yang jelas ke Iran. Itu sangat baik sekali.
Apakah akan ada dampaknya dalam kasus ekpor minyak Iran, itu pertanyaan kedua. Menurut saya masih banyak negara lain yang bersedia untuk mengimpor minyak dari Iran."
Tak mungkin mengucilkan
Mantan menlu Bot berpendapat, sangat sulit untuk menjatuhkan sanksi mengucilkan Iran. "Lihat saja Korea Utara masih mendapat dukungan dari Cina, hingga mereka masih bisa melakukan kegiatannya. Iran juga tentu saja bakal mendapat dukungan dari berbagai negara, tidak saja dari Cina dan India. Saya tidak menyatakan bahwa negara-negara itu puas dengan rezim Iran, namun mereka juga tidak akan memutuskan kontak. Jadi mengucilkan negara besar seperti Iran, tidak mungkin."
Blokade
Iran tidak saja diam dengan sanksi tersebut. Mereka bahkan mengancam untuk memblokir transportasi minyak yang melewati Selat Hormuz jika Uni Eropa menerapkan larangan impor minyak itu. Selat tersebut menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman dan merupakan rute yang paling sering dilalui oleh kapal tanker pengangkut minyak dari seluruh dunia.





















uni eropa bakalan kerepotan kalo jadi boikot minyak iran.....buktikan aja besok.. ok !
uni eropa bakalan kerepotan kalo jadi boikot minyak iran.....buktikan aja besok.. ok !
uni eropa bakalan kerepotan kalo jadi boikot minyak iran.....buktikan aja besok.. ok !
Ini semua adalah ulah amri . Iran bukan Irak coy ...?!! Gak gampang naklukan Iran ... Orang Persia itu dikenal pejuang keras & Pinter2 otaknya . Ini juga pada akhirnya akan menjadi Bumerang bagi UE & Amri . Believe it ...!!
bang Uri Rosenthal, anda memboikot export minyak Iran ke Belanda..Akan tetapi repotnya rakyat anda tidak suka kalau harga bensin di negara anda naik. Apalagi nanti dimusim liburan. Bisa2 anda nggak kepilih lagi lho..
EropaBarat sudah bukan Superpower seperti 20tahunan yang lalu bos..
Apalah arti boikot2an..malah jadi bahan tertawaan orang2 Iran.. memangnya orang Iran bodoh bodoh?
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.