Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 19 Juni  
Avatar Heleen Sittig
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Emas Tanpa Beban Moral

Diterbitkan : 18 Mei 2012 - 1:08pm | Oleh Heleen Sittig (Foto: Cliphart)
Diarsip dalam:

Di Belanda diluncurkan merk "Fairtrade & Fairminded". Pemerkarsa adalah Solidaridad, sebuah organisasi kerjasama pembangunan Belanda yang menjamin produk dari bahan baku emas yang dikelola dengan jujur, aman dan tidak merusak lingkungan.

Tambang emas Cuatro de Energo menjadi perusahaan tambang emas pertama yang menggunakan merek dagang tersebut. Orang biasanya membeli perhiasan emas sebagai tanda cinta. Kasih Setia. Romansa. Harapan. Masa depan yang indah.

Tapi bagi banyak orang, emas punya makna lain, seperti penyakit yang disebabkan oleh keracunan merkuri. Anak-anak tidak bisa ke sekolah karena harus bekerja mencari emas. Sungai yang tercemar logam berbahaya. Lokasi penambangan emas yang terpencil tanpa sanitasi atau tanpa layanan kesehatan tapi marak pelacuran.

Itulah kenyataan pedih di banyak tempat penambangan emas. Selama ini, konsumen yang membeli emas tidak punya pilihan lain. Mereka tidak tahu apa bahaya dan derita dibalik emas yang mereka beli. Semua itu berubah.

Untuk bisa menggunakan predikat "Fairtrade & Fairminded", tambang emas harus mengikuti peraturan yang ketat. Mulai dari UU perburuhan dan proses pendulangan emas yang tidak mencemari lingkungan. Santiago Ramirez Castro adalah direktur umum perusahaan tembang emas Peru, Cuatro de Enero.

Perusahaan pertama yang boleh menggunakan merek "Fairtrade & Fairminded". Ia mengunjungi Belanda untuk mempromosikan perhiasan emas yang menggunakan merek tersebut. Ia didampingi  pakar ekonomi Federico Gamarra Chilmaza dari perusahaan Red Social yang membantu nasib buruh tambang emas.

Tidak terpikirkan
Sebagai anak muda Santiago Ramirez tidak pernah bermimpi akan menjadi pencari emas, apalagi sampai menjadi direktur tambang emas. Ia tinggal di ibu kota Lima. Karena tidak berhasil membangun masa depan di kota metropolitan itu, ia berkelana ke pegunungan Peru selatan untuk mencari emas. Ia bekerja dengan 700-an buruh gelap yang mencari emas di berbagai lokasi.

"Suatu saat kami memikirkan untuk berorganisasi," katanya.

"Kami mencari peralatan yang dibutuhkan dan mencari insinyur. Kami mengikuti pelatihan, tidak saja di sektor penambangan emas tapi juga manajemen perusahaan. Kami kemudian memutuskan untuk mendirikan perusahaan. Dengan demikian kami bisa terus maju."

Sementara itu lokasi tersebut berkembang menjadi sebuah desa dengan 2500 warga. Mencari emas tetap merupakan mata pencaharian utama tapi di desa tersebut juga muncul bisnis restoran dan pertokoan. Para buruh masih tetap mendapat makanan gratis dari perusahaan dan mendapat pelatihan.

Nama
Desa itu kemudian diberi nama: Centro Poblado de Cuarto Horas. Kemudian didirikan sekolah yang dibiayai perusahaan. "Anak-anak mendapat pendidikan yang baik di sekolah, ada yang bahkan sudah ke universitas," kata Ramirez.

"Juga didirikan puskesmas untuk pertolongan pertama. Wanita juga ikut bekerja. Tidak di penambangan emas, tetapi mereka mencari dan mengumpulkan pasir emas, sisa penambangan."

Pakar ekonomi Gamarra Chilmaza terpukau oleh semangat buruh tambang Cuatro de Enero. "Tambang emas punya sejarah soldaritas yang kuat. Ketika masih menjadi buruh gelap, mereka membayar gaji guru dari kantong sendiri, juga biaya pelayanan kesehatan. Solidaritas yang kuat itu memberi mereka masa depan."

Ramirez yang diangkat sebagai direktur secara demokratis bangga para buruh mendapat gaji tetap, apakah mereka menemukan emas atau tidak. Sejarah Cuatro de Enero, menurut pakar ekonomi Gamarra menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan tambang emas lain di Peru.

Kader
Sembilan puluh persen emas di dunia berasal dari perusahaan tambang besar. Perusahaan-perusahaan tambang emas itu, banyak menggunakan peralatan modern dan hanya sedikit mempekerjakan buruh. Sebaliknya 10% emas di dunia berasal dari perusahaan-perusahaan tambang kecil yang total mempekerjakan 20 juta buruh. Di sektor ini banyak terjadi masalah dan pencemaran lingkungan. 

Merek "Fairtrade & Fairminded" dimaksud untuk sektor penambangan emas skala kecil. Mereka menerima 10% pendapatan ekstra diatas harga emas yang resmi. Pendapatan tersebut harus digunakan untuk investasi dalam perusahaan.

Perusahaan-perusahaan emas pertama yang boleh menggunakan merek tersebut berasal dari Kolombia, Peru dan Bolivia. Giliran berikutnya adalah Uganda, Tanzania dan Ghana.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...