Mabes Polri tak lama lagi akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan tuduhan terjadinya praktek Mafia Hukum dalam tubuh Polri.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji menduga sejumlah perwira menengah dan dua jenderal tersangkut kasus pencucian uang sejumlah 25 milyar rupiah. Radio Nederland Wereldomroep menghubungi Febriansyah dari Indonesian Corruption Watch, yang mengungkapkan pendapatnya tentang kasus tersebut.
Mafia Kasus
Febriansyah: Dalam beberapa waktu belakangan ini mantan Kabareskim yang sangat kontroversial, Bapak Susno Duadji, menyatakan ada Mafia Hukum atau ada Mafia Kasus di tubuh Kepolisian, yang pernah dia pimpin sendiri.
Nilainya mencapai 25 milyar. Kasus itu sebenarnya diduga terkait dengan tidak hanya pencucian uang, tetapi juga penyelewengan pajak dan bahkan kemungkinan besar juga ada unsur tindak pidana korupsi di sana. Karena itu banyak pihak menyatakan agar unsur korupsi dari kasus ini diteruskan dan diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Maling Teriak Maling
Kemarin ada bantahan yang pasti. Terutama bantahan dari pihak yang disebutkan namanya oleh Susno Duadji ini. Mereka bahkan bilang ini seperti 'maling teriak maling'. Mungkin artinya ya: "Anda juga pernah bermain kasus, kalau anda bilang Mafia maka anda juga Mafia. Dan sekarang juga teriak bahwa ada Mafia lain di sisi anda."
Nah, bantahan itu yang sebenarnya semakin meyakinkan kita bahwa ada sebuah masalah mendasar di institusi kepolisian yang kita sebut dengan Mafia Keadilan atau Mafia Hukum itu.
Respon Kepolisian nantinya secara institusi akan menyerang, katakanlah, Susno Duadji dengan berbagai cara. Tapi sejauh ini respon-respon itu baru dari respon-respon personal. Kami dengar siang ini, sekitar jam dua, Institusi Kepolisian akan melakukan konferensi pers secara resmi, menjawab tudingan tersebut.
Tapi lebih dari itu silahkan saja, sebenarnya Susno dan kepolisian saling membantah, saling membongkar kasus. Kami mengharap kasus -kasus ini jangan ditangani oleh kepolisian itu sendiri. Karena dari awal memang institusi kepolisian diragukan bersih dari Mafia Hukum.
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Menurut anda badan atau institusi mana yang paling cocok untuk menangani kasus yang berkecamuk di kalangan kepolisian ini?"
Tugas KPK
Febriansyah: Yang paling berlegitimasi secara sosial adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Ya KPK. Sekaligus yang paling punya dasar hukum. Karena KPK memang dibentuk independen, dan dibentuk tidak terpengaruh oleh kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Dan harapannya memang bisa membersihkan institusi penegak hukum.
Ikuti wawancara selengkapnya dengan meng-klik tanda panah di bawah ini:





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.