Seorang dosen Prancis dan dua warga Iran yang bekerja bagi kedubes Prancis dan Inggris mengaku ambil bagian dalam demonstrasi anti pemerintah. Pengakuan dilakukan di sebuah pengadilan di ibukota Teheran. Ketiganya dituduh melakukan kegiatan mata-mata dan menjadi dalang kerusuhan.
Clotilde Reisse, dosen berusia 24 tahun ini mengatakan dia menyerahkan laporan tertulis soal situasi Isfahan kepada kedubes Prancis di Teheran. Isfahan adalah tempat dia mengajar. Dia ditahan 1 Juli di bandara Teheran ketika sedang bersiap meninggalkan Iran.
Pegawai kedubes Inggris, Hossein Rassam dituduh sebagai mata-mata. Menlu Inggris David Miliband mengatakan tuduhan tidak benar. Swedia, pimpinan Uni Eropa saat ini minta Iran melepaskan ketiganya.
Mantan presiden Iran Mohammed Khatami dan pimpinan oposisi Mir Hossein Mousavi mencela sidang. Spionase ancamannya hukuman mati di Iran. Belum diketahui kapan vonis akan dijatuhkan.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.