Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Dheera Sujan
Map
Chhattisgarh, India
Chhattisgarh, India

Dokter India Divonis Seumur Hidup

Diterbitkan : 13 Januari 2011 - 2:09pm | Oleh Dheera Sujan (Foto: flickr)
Diarsip dalam:

Dr Binayak Sen adalah aktivis kesehatan masyarakat dan kemerdekaan sipil terkenal India. Dia sudah meraih banyak penghargaan dari pelbagai badan nasional dan internasional.

Akhir tahun lalu Dr Sen dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan persengkongkolan dan fitnah. Laporan Dheera Sujan.

Berasal dari keluarga berlatarbelakang elit, Dr Binayak Sen menyelesaikan pendidikan sebagai seorang dokter anak, tapi menolak pekerjaan nyaman di rumah sakit kota. Dia malah membuka toko kecil di kawasan terkucil, dan mendedikasikan hidup untuk kaum paling terpinggirkan India, yaitu orang-orang adhivasi atau komunitas tribal di India tengah.

Pionir Kesehatan Masyarakat
Bersama istrinya Ilina, seorang feminis dan ilmuwan kondang, Dr Sen mendirikan LSM Rupantar di Chhattisgarh, negara bagian di India tengah. Rupantar berhasil membangun sebuah puskemas, memulai program pertanian dengan fokus keamanan dan distribusi pangan, serta menjalankan sejumlah proyek pemberdayaan perempuan, termasuk membantu korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga, red). Pasangan Sen memprakarsai gerakan kesehatan masyarakat di kawasan yang hanya menerima sedikit, atau tidak sama sekali bantuan pemerintah.

Kritik Pemerintah
Dr Sen selalu berkeras bahwa pembangunan ekonomi, kesehatan masyarakat, pendidikan, gerakan tanpa kekerasan dan HAM adalah elemen-elemen esensial untuk mengurangi pengaruh pemberontak Maois di komunitas tribal India Tengah. Dia sudah lama mengkritik pemerintah atas penelantaran dan pengejaran kaum adhivasi.

Juru bicara Human Rights Watch Elaine Pearson menyebut fakta bahwa Pengadilan Distrik menjatuhkan vonis sebegitu berat, menunjukkan betapa berang negara atas kritik Binayak Sen.

Kekerasan di Koridor Merah
Chhattisgarh terletak di tengah kawasan yang disebut Koridor Merah India. Kawasan ini mencakup lima negara bagian dan terdiri dari ratusan ribu kilometer hutan berbukit-bukit. Kawasan punya potensi kekayaan tambang sangat besar, namun jutaan penduduknya tinggal di daerah pedesaan miskin. Ini yang membuat aktivis seperti Arundhati Roy menyebutnya operasi pembersihan, dimana negara mengadakan 'pembersihan' penduduk supaya sumber daya mineralnya bisa dieksploitasi.

Salwa Judum, kelompok milisi dukungan pemerintah bebas menghancurkan desa-desa, memperkosa dan membunuh, tanpa kejaran hukum. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat kekejaman tersebut dan saat ini merana di kamp-kamp penampungan sementara. Kesaksian atas kekejaman Salwa Judum didokumentasikan dalam laporan Human Rights Watch 2008 berjudul Kejahatan Kami Satu-satunya adalah Bersikap Netral.

Kalangan pemberontak Maois melawan baik pemerintah maupun Salwa Judum. Namun mereka juga berpartisipasi dalam lingkaran setan kekejaman tersebut, merusak bangunan sekolah dan desa, serta membunuh mereka yang dicurigai bekerja sama dengan polisi cadangan India Tengah (CRPF).

Perdana Menteri India Manmohan Singh menyebut kelompok Maois India tengah sebagai ancaman nasional paling serius. Pada bulan November 2009, pemerintah melancarkan Operasi Pemburuan Hijau dan mengirim puluhan ribu pasukan untuk membasmi gerombolan Maois.

Hukum Keras
Pemerintah kawasan juga menerapkan sejumlah hukum India paling keras, yaitu Undang-undang Khusus Keamanan Publik dan Undang-undang Pencegahan Aktivitas Ilegal. Keduanya memberi kekuasaan luar biasa untuk pasukan keamanan. Di tahun 2007, Dr Sen ditangkap polisi Chhatisgarh atas tuduhan menghasut dan bersengkongkol.

Dia ditangkap dengan tuduhan mengantar 33 surat dari pemimpin Maois Narayan Sanyal yang dipenjara kepada para pemberontak Maois. Dr Sen protes dan mengatakan dia mengunjungi tertuduh atas permintaan abang Sanyal, yang cemas akan kesehatannya. Dr Sen juga membuktikan bahwa setiap kunjungannya diawasi para sipir penjara, jadi sulit dibayangkan surat-surat tersebut bisa pindah tangan tanpa diketahui.

Dr Sen sempat dipenjara tanpa sidang selama 2 tahun, sebelum akhirnya masyarakat India dan dunia internasional menuntut pembebasan dengan jaminan di tahun 2009. Pada tanggal 24 Desember tahun 2010, Pengadilan Distrik Raipur menjatuhkan vonis penjara seumur hidup dan Dr Sen kembali dipenjara. Dia dan keluarga merencanakan naik banding, dan ini bisa berlanjut hingga ke tingkat Mahkamah Agung India.

Integritas
Pada tanggal 4 Januari 2011, bertepatan dengan hari ulang tahun Dr Binayak Sen ke-61, sekelompok dokter, aktivis kesehatan dan pembela HAM membentuk Asosiasi Dokter HAM cabang India, dengan Dr Sen sebagai ketua kehormatan. Kelompok ini mengirim siaran pers yang menuntut 'pembatalan tuduhan, pengakuan atas sumbangan luar biasa Dr Sen untuk kesehatan dan HAM, pengorbanan, komitmen dan integritas Dr Sen, serta dukungannya penuh atas gerakan tanpa kekerasan.'

Para aktivis juga merencanakan protes massal menentang vonis dan cap penghasut yang dijatuhkan atas Dr Sen.

 

 

Terbaru

Sering dikunjungi

Ahmad Taufik bersama Xanana Gusmão di penjara Cipinang

Gerilyawan Serem dan Tapol Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai rezim tapol. Begitu berkuasa, rezim otoriter ini sudah memenjara orang, bukan karena...
Hands Behind Prison Bars

Mereka Bukan Penjahat: Mengenang Tapol Orde Baru

Di zaman Orde Baru dulu, penjara Indonesia disarati tahanan politik, kalangan yang dipenjara karena keyakinan...

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET