Beberapa tahanan politik Kuba meminta presiden Brazil, Lula da Silva, menengahi masalah wartawan Guillermo Fariñas. Dia mulai mogok makan dua minggu lalu sebagai aksi protes menentang kematian disiden lain, Orlando Zapata, yang juga tewas karena mogok makan. Dengan aksinya, Fariñas berharap akan 26 tahanan politik Kuba yang memerlukan pertolongan medis dapat dibebaskan. Pemerintah Kuba tidak menerima aksi mogok makan yang dilakukan wartawan itu dan menganggapnya sebagai aksi pemerasan.
Sekelompok tahanan politik menulis surat pada Lula, supaya dia menggunakan pengaruh regionalnya yang cukup besar sehingga dia dapat membantu mencari solusi atas nasib disiden Kuba. Kondisi Fariñas saat ini memburuk. Namun dia bersikeras untuk tetap mogok makan jika itupun akan menewaskannya.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.