Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Disiden Kuba Minta Tolong Presiden Brasil

Diterbitkan 10 Maret 2010 - 11:30am
Diarsip dalam:

Beberapa tahanan politik Kuba meminta presiden Brazil, Lula da Silva, menengahi masalah wartawan Guillermo Fariñas. Dia mulai mogok makan dua minggu lalu sebagai aksi protes menentang kematian disiden lain, Orlando Zapata, yang juga tewas karena mogok makan. Dengan aksinya, Fariñas berharap akan 26 tahanan politik Kuba yang memerlukan pertolongan medis dapat dibebaskan. Pemerintah Kuba tidak menerima aksi mogok makan yang dilakukan wartawan itu dan menganggapnya sebagai aksi pemerasan.

 

Sekelompok tahanan politik menulis surat pada Lula, supaya dia menggunakan pengaruh regionalnya yang cukup besar sehingga dia dapat membantu mencari solusi atas nasib disiden Kuba. Kondisi Fariñas saat ini memburuk. Namun dia bersikeras untuk tetap mogok makan jika itupun akan menewaskannya.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET