Pesawat Garuda yang siap lepas landas menuju Jakarta(02/09), rusak berat setelah ditabrak truk angkutan di bandara Schiphol, Belanda.
Menurut juru bicara Garuda, sebuah truck KLM menabrak pesawat yang sedang sibuk menaikkan bagasi. Tabrakan menyebabkan lubang sebesar 30 cm di badan pesawat baru Airbus A330, sehingga ia dinyatakan tidak layak untuk terbang.
Kerusakan membuat kabin penumpang tak mampu menahan tekanan udara. Semua penumpang diminta untuk turun kembali. KLM membenarkan adanya tabrakan tersebut.
125 orang penumpang terpaksa menunggu beberapa jam di Schiphol dan 65 lainnya di Dubai. Pesawat ini dijadwalkan berangkat ke Jakarta lewat Dubai. Para penumpang akhirnya diterbangkan via Bangkok ke Jakarta, dengan keterlambatan berjam-jam.
Jadwal penerbangan
Iswandi, regio manager Garuda untuk Eropa kepada Radio Nederland mengatakan, kecelakaan ini tidak mengacaukan jadwal penerbangan jalur Amsterdam-Jakarta. Garuda menggunakan dua pesawat, sehingga pesawat yang tiba dari Jakarta bisa langsung digunakan untuk penerbangan berikutnya dari Amsterdam.
Kamis siang kemarin pesawat tersebut ditarik ke hanggar perawatan KLM.
Pihak Garuda belum bisa memastikan sampai kapan pesawat tersebut tidak bisa digunakan. "Tergantung dari kerusakan yang ada, mungkin beberapa hari, mungkin juga beberapa pekan."
Ditambahkan tim Airbus sudah tiba di Schiphol untuk mempelajari situasi dan menyusun rencana perbaikan.
Sejak Mei lalu Garuda terbang setiap hari ke Schiphol. KLM Cargo bertanggung-jawab atas penanganan penumpang, kopor dan muatan barang, bagi setiap pesawat yang mendarat di Schiphol.
Menurut Iswandi, KLM Cargo sudah menyatakan bertanggung jawab atas kerugian yang timbul. Pihaknya telah mendapat surat resmi dari pihak KLM.
"Ini bukan hanya soal kerusakan pesawat, tapi juga biaya ganti penerbangan bagi sekitar duaratus penumpang." Dan menurut ketentuan Eropa, para penumpang juga berhak mendapat ganti rugi.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.