"Belanda mau mengobral 119 tank Leopard dan Indonesia tertarik. Ada harapan untuk meraih kontrak dagang besar-besaran bagi Belanda." Demikian koran Belanda NRC Handelsblad mengawali editorialnya.
Tapi ada keberatan praktis dan kendala politik yang mengganjal. Pertama apakah tank Leopard bermanfaat di negara kepulauan seperti Indonesia yang banyak rawa-rawa? DPR RI meragukan hal itu. Kedua, kenapa Belanda mau memasok senjata ke negara yang tidak mengindahkan hak asasi manusia (HAM)?
Jiwa dagang
Di internal kabinet Belanda sendiri ada dua pendapat. Menteri Pertahanan Hans Hillen menonjolkan jiwa dagang Belanda. "Dalam hal ini saya melihat uang bukan moral," katanya. Selain berjiwa dagang atau koopmansgeest, Belanda juga dikenal berjiwa pendeta, yang mementingkan masalah moral.
Makanya ada kriteria dalam mengekspor senjata. HAM dan hukum humaniter internasional harus dihormati. Selain itu mulai sekarang konflik internal suatu negara juga menjadi bahan pertimbangan untuk mengekspor senjata ke negeri tersebut.
Hak asasi manusia
Oleh karena itulah Parlemen Belanda tidak setuju atas rencana pemerintah Belanda untuk menjual tank ke Indonesia. Alasan yang disebut dalam mosi adalah, tentara Indonesia "pernah melanggar HAM di Aceh, Timor Timur dan Papua Barat."
Alasan ini dinilai kurang kuat oleh Menlu Belanda Uri Rosenthal, karena hal itu terjadi di masa silam. Tapi argumen yang disampaikan PVV dan SP, bahwa sekarang masih terjadi pelanggaran HAM terhadap warga Maluku dan Papua dan posisi umat Kristiani Indonesia, tidak bisa disangkal Menlu Rosenthal.
Jiwa dagang Belanda tampaknya tidak bisa mengalahkan argumen ini. Kalau kehendak parlemen Belanda dituruti, sehingga pemerintah Belanda tidak jadi menjual tank ke Indonesia, maka Indonesia terpaksa membeli tank di negara lain.
Tidak mempan
Dapat disimpulkan, isyarat Belanda sebagai negara yang mau menegakkan HAM tidak mempan. Dan Belanda mempersulit diri sendiri kalau hanya mau menjual senjata kepada calon pembeli yang berkelakuan baik. Demikian tulis editorial NRC Handelsblad.














udah becak dipasang aja meriam dan dikasih nama leopol kan sama deh jadnya tank LEOPARD ALA KOPASSUS
Yang terjadi ialah:
1 – Eropa (Belanda) harus mengencangkan ikat pinggang, bisa ditolong dengan menjual Aset Alutsistanya antara lain MBT Leopard
2 – Indonesia, yang telah sekian lama kesusahan, dihina tetangga kiri kanan, tampaknya ditahun-tahun mendatang ada kelonggaran untuk memenuhi kebutuhan MBT.
Alasan daerah Indonesia banyak ber-rawa itu terlalu dicari-2. Bukankah blanda juga banyak rawa dan pasir?, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah daya Gentarnya. Seperti saat pesawat Papua dijepit sama Sukhoi, biarpun Sukhoi itu blum bersenjata penuh, tetapi para tetangga sekarang ngerti betapa daya jangkau pengawalan udara di NKRI itu sudah banyak beruabah.
Bila kemudian kabinet blanda mengirim utusan dan melantunkan penawaran, kemudian parlemen memberikan mosi tak percaya? Lalu yang bingung siapa? Seperti yang Indonesia bilang: Lu Jual - gua Beli, Lu gak jual - gua gak ngemis. Apakah bahasa ini kurang jelas? Orang budeg dan butapun ngerti banget apa maksud ungkapan diatas.
Buah simalakama ini berada ditangan belanda. Ingin melego barang sesuai harga keinginan tapi masih kepengen juga menggunakan English clausule (penjualan besyarat politik). Ah ya lucu, barang yang dijual aja sudah setengah loakan kok. Mendingan memperbaiki tawaran jerman, dengan barang yang mirip sama tapi situasi politiknya lebih tenang. Hal ini telah berulang kali terjadi antara lain penjualan kapal selam, kapal ex tirum, heli bekas…dst dst.
Pemerintah NKRI tidak bisa membeli apapun dari luar negeri, mengingat Utang Luar negerinya yang semakin mengikat dan menjerumuskan kelembah nista. Dalam pernyataan surat surat kabar hari ini, Indonesia akan memasuki kerawanan paceklik keuangan yang sulit diperbaiki. Mau beli peralatan persenjataan dari Belanda silakan agar lebih bertambah melarat. terserah saja, itu bukan urusanku.
Lah, kalau bukan urusan samapeyan, lalu ada apa sampeyan memberi comment?
netherland adalah sahabat indo sekarang.dengan kemudahan memberi leopard kpd indo menunjukkan tanggung jawab terhadap bekas negara koloni-nya di masa lalu.seperti juga sikap inggris kepada negara persemakmuran.
Kalau sampai LEOPARD itu terjual kepada TNI di Jakarta, itu berarti bahwa, Belanda lebih menjerumuskan NKRI kedalam lobang. Utang luar negerinya saja Rp.1816 triliun. Sementara di Gerika, hanya dengan 135 miliar euro saja sudah ambruk, lalu bagaimana dengan Rp.1816 triliun utang luar negeri itu? Itu bukan lagi ambruk tapi tercemplung dalam lobang kakus. Percaya deh.
yang terjadi adalah: lu jual - gua beli, lu gak jual - gua gak ngemis.
Aduh, aduh, aduh,dudududu. Bagaimana bisa beli senjata, uangnya saja sudah kehabisan digilas para pejabat teras di Jakarata dan terlebih lagi para anggota DPR dan MPR di Senayan Jakarta. Ternyata semua anggota DPR dan MPR di Jakarta menurut para ahli hukum sedunia dalam wawancaranya ditv kemarin, mengatakan dengan terus terang bahwa, pemerintah Indonesia yang berkedudukan di Jakarta adalah sungguh pemerintah KRIMINAL dan Bajingan sontoloyo. Dapat terdengar dan termaklumi melalu www.ambon.com massage no. 56848 dan 65837. Silakan membaca dan mendengar komentar para ahli hukum sedunia itu.
Omongan orang yg sakit hati dan sakit jiwa emang sllu ngaco.ga usah di layani biar kan RMS ber angan angan dan mimpi sampai mati.
Sekarang giliranku untuk bicara. Mau beli senjata ataukah tidak itu bukan urusanku, tapi sekarang telahku baca dan mendengar siaran berita tentang Bajingannya DPRRI di Jakarta, akau menjadi prihatin sama semua saudara yang selalu bermulut gede membela Indonesia itu. Sekarang siapa diantara kalian yang mau berbicara seakan mau membela Indonesia dengan segala ketipuannya dan kepalsuannya? Masih adakah kemaluan diantara kita? Menurut Prof. Sahetapy bilang, malu tapi jangan ditambahi awalan atau akiran yang bisa menjadi kemaluan.
mau sakit ati kek , panu kek... yang penting indo ngk hanya bisa bermimipi..... realisasikan terus kebutuhanya,,, kasianlah RMS ... bisanya cuma mimpi & di nina bobokin..xixiiixix
Lu Jual Gue Beli.... Ellu Ribut Gue Pergi... gitu aja kok repot!!! jual aja ke RMS .. kalu laku potong tuh unakku...xixixixii biar tuh RMS agak punya darah dikit lawan TNI(walau tanknya bekas) ..... biar tuh satu darah makin banyak darah..xixixixix
Komentar boleh-boleh saja bebas dan gratis ! Faktanya sekarang Indonesia punya uang untuk beli Leopard, penjualnya darimana saja bisa dari Belanda, Belgia, Jerman, Brazil, Korea, Canada dan negara lainnya.
Kortom : Banyak pilihan buat Indonesia dan satu pilihan buat Belanda. Semoga hal ini dapat menenangkan semua pihak yang berkepentingan.
Doeii !!!
Belanda sebaiknya jangan menjual MBT ke Indonesia. Karena di Indonesia Tank-tank tersebut akan dipakai untuk mengamankan rezim Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini diduga tengah goyah. SBY membutuhkan tank-tank tersebut untuk memastikan kesetiaan angkatan bersenjata dan meredam kemungkinan kudeta oleh beberapa pensiunan jenderal yang tidak suka gaya kepemimpinan SBY yang lemah. Apalagi saat ini rezim SBY sedang mempertimbangkan kemungkinan menaikkan harga bahan bakar, yang pastinya jika dinaikkan akan menimbulkan kemungkinan demonstrasi dan kudeta.
Aduuh Belanda jangan ber pura2 tidak tahu caranya. Kalian jual itu tank2 ke Luxemburg, atau Aruba, atau Bonaire atau Curacao..Semua legaaaal..
Lalu biar orang2 Indonesa itu beli tank2 itu dari sana. Legaaal juga.
Artinya, kalian TIDAK jual Tank2 itu ke Indonesia. Jadi semua sifat2 kalian yaitu Pendeta dan Koopmansgeest, semua terpenuhi. Ya suci ya munafik, jadi satu.Enak kan?? Wat wil jullie nog meer?
Sudah sejak zaman VOC, Firman Tuhan dan Meriam adalah dua kombinasi yang manjur. Udah kalau mo jual tank, jual aja..Kagak usah alasan ini itu, melegalkan ini itu.. Jerman kan juga berbuat yang sama dengan Industri Senjatanya. Sektor Industri SENJATA inilah pemasok EURO KEKAYAAN kalian yang paling besar..Dunia juga nggak bakalan damai dengan MORAL APPEL kalian kan?
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.