Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Selasa 21 Mei  
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Dikhawatirkan Perang Dingin Cina-Amerika

Diterbitkan : 11 Juni 2012 - 2:10pm | Oleh Johan van der Tol (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Menurunnya ekonomi Cina berdampak pada negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan juga Indonesia. Mereka terpaksa dihadapkan pada rendahnya harga bahan baku, demikian ahli ekonomi dan politik Cina, Jonathan Holslag. Ia juga khawatir terulangnya Perang Dingin karena hubungan Cina-Amerika penuh ketegangan.

Ekonomi Cina yang tumbuh pesat beberapa tahun belakangan, mengalami penurunan, kendati masih mencapai 8,1 persen dalam kwartal pertama tahun ini. Hal tersebut berdampak bagi mitra dagang mereka terutama di Afrika, kata Holslag, dari Vrije Universiteit di Brussel.

Menurunnya bahan pokok
"Cina mengurangi anggarannya untuk infrastruktrur menyusul permintaan dalam negeri yang berkurang. Dampaknya adalah harga bahan-bahan baku menurun. Misalnya harga mineral, juga bahan pokok pangan. Cina merupakan importir bahan baku terbesar dan mereka menentukan harganya. Negara-negara seperti Afrika, Amerika Latin dan Indonesia terbiasa dengan tingginya harga bahan pokok," ujar Holslag.

"Mereka bakal sulit menyesuaikannya. Sama halnya dengan di tahun 90 an, ketika harga bahan baku merosot. Hal itu menyulitkan pemerintahan di berbagai negara berkembang dan menyebabkan pula runtuhnya stabilitas. Namun untuk jangka panjang harga bahan pokok akan naik, karena permintaan bakal terus meningkat."

Lebih berani
Pertanyaannya sekarang apa dampak terburuk dari situasi ini. Holslag khawatir terutama dengan meningkatnya ketegangan hubungan antara Cina dan Amerika. Kedua negara saling berebut pengaruh di Asia Timur. Baru-baru ini Amerika memutuskan lebih banyak menempatkan kapal-kapal induknya di wilayah tersebut. Beijing yang saat ini lebih percaya diri mulai berani terhadap Amerika.

Menurut ahli Cina asal Belgia itu, ketegangan geopolitik di Asia Timur akan menecetuskan Perang Dingin baru antara Cina dan Amerika. "Kami tahu bagi Eropa, sulit untuk melihat kenyataan itu, tapi kemungkinan itu akan semakin besar."

Tidak ada penyelesaian untuk ketegangan yang terjadi di Lautan Pasifik. Debat yang berlangsung di Konggres Amerika dan Partai Komunis Cina akan semakin keras. Akibatnya kompromi menjadi semakin kecil. Sementara itu konflik dagang antar dua negara juga semakin meningkat. Beijing tak bersedia memenuhi tuntutan Barat karena ketegangan sosial ekonomi di dalam negeri sendiri juga meningkat.

Pelabuhan Afrika
Cina dapat mengkonsolidasi kepentingan dagang Afrika dengan mempererat hubungan politik dan meningkatkan kerjasama militer, kata Holslag. Anda lihat angkatan laut Cina lebih sering berada di pelabuhan Afrika dan Cina memberikan lebih banyak bantuan militer ke negara-negara dengan kepentingan ekonomi mereka.

Jika ketegangan terus meningkat, maka hal itu akan menyebar ke benua Afrika.

Cina dan Amerika akan menyeret perselisihan mereka ke berbagai konflik yang sudah ada seperti misalnya Sudan. Selain itu masa depan negara-negara seperti Mesir dan Aljazair menurut Holslag juga terancam. Dalam perang saudara atau instabilitas di negara-negara Afrika Barat, ada kemungkinan kedua militer melakukan intervensi.

Hugo Chávez
Menurut ahli politik ekonomi itu, Perang Dingin tidak akan merambat ke Afrika dan Amerika Latin dalam waktu dekat. Pasalnya Beijing tidak begitu terpengaruh dengan upaya pendekatan yang dilakukan presiden Hugo Chavez. Namun perang dingin itu bukan tidak mungkin lambat laun akan merambat ke sana.

"Yang penting Amerika dan Cina harus berkompromi soal pengaruh di Asia timur. Cina ingin agar pengaruh Amerika berakhir di wilayah itu sementara Amerika menolak mengakhiri hegemoninya."

Diskusi

Siayamjago 11 Juni 2012 - 10:33pm / Jawa

Setuju Bung,harusnya China diberi kesempatan dapat giliran punya pengaruh,Tengok sejarah China nggak pernah ngirim tentara keluar negeri dengan alasan apapun,nggak tahu kalo dimasa depan.tapi Amerika ngacak2 kedaulatan negara lain dengan alasan apapun yang dia mau,plus ngirim tentara dan alat2 perang.Siapa yang berani menjajah baca sejarah.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...