Berbagai demonstrasi menentang pemerintah dan kebijakan ekonomi mereka berlangsung di puluhan kota di Rusia.
Kelompok koalisi oposisi menyebut hari Sabtu (20/3) sebagai Hari Kemarahan. Mereka berseru agar rakyat Rusia turun ke jalan memprotes tingginya harga, rendahnya gaji dan tingginya angka pengangguran. Kebanyakan para demonstran menuntut mundurnya Perdana Menteri Vladimir Putin.
Puluhan demonstran ditangkap di berbagai kota, termasuk Moskow. Dalam pemilu daerah akhir pekan lalu dukungan untuk Partai Rusia Bersatu pimpinan Putin turun.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.