Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Dekolonisasi Indonesia, Tragedi untuk Belanda

Diterbitkan : 17 Februari 2012 - 2:35pm | Oleh Jean van de Kok (Foto: nolnolpituik)
Diarsip dalam:

Mengapa masa kolonial Belanda di Indonesia tetap menjadi debat emosional, begitu muncul peristiwa seperti ganti rugi korban Rawagede dan diskusi pembantaian oleh Westerling? Mengapa Ratu Belanda tidak bisa menghadiri hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus?

Hingga sekarang Belanda tetap ngotot mempertahankan 27 Desember 1949 sebagai hari penyerahan kedaulatan kepada Indonesia.

Para veteran Belanda yang pernah bertugas di Indonesia sewaktu perang kemerdekaan selalu tersinggung kalau pemerintah Belanda mengakui kesalahannya, misalnya dalam kasus pembantaian Rawagede.

Kelompok lain yang angkat bicara dalam perdebatan ini adalah warga Indo Belanda yang terpaksa meninggalkan Indonesia, karena diusir Presiden Soekarno. Mereka menyatakan sudah tiba waktunya Indonesia mengakui pengalaman pahit mereka saat perang kemerdekaan. Ketika itu warga Indo Belanda menjadi korban kekerasan para pemuda Indonesia.

Urat syaraf terluka
Para pengamat hubungan Indonesia Belanda sering menyebut masalah lepasnya Indonesia dari Belanda ini, “urat syaraf  terluka yang tidak sembuh”, tetap terasa peka kalau disinggung. Seorang pengamat Indonesia, Gerry van Klinken menyatakan ketidaktahuan publik Belanda akan sejarah kolonialnya adalah salah satu sebabnya.

“Kalau kita membaca buku sejarah untuk sekolah-sekolah Belanda, maka akan terkesan semacam nasionalisme. Kompeni dagang Belanda VOC dikagumi karena berani berdagang dan melakukan petualangan yang besar,” demikian Gerry.

Padahal gambaran positif masa kolonial Belanda ini bertentangan dengan kenyataan sejarah. Kolonialisme Belanda di Indonesia ditolak oleh orang Indonesia. Mereka mau merdeka, dan ini mengherankan bagi orang Belanda saat itu.

Akhirnya Belanda mau mengakui kemerdekaan Indonesia, tapi bukan tanggal 17 Agustus 1945, melainkan 27 Desember 1949. Para veteran Belanda  tidak bisa menerima tanggal pertama, mereka saat itu dikirim ke Indonesia untuk melawan proklamasi kemerdekaan. Jika Ratu Belanda hadir pada 17 Agustus berarti Belanda mengaku salah, demikian pendapat para veteran.

Mereka merasa percuma berkorban mempertaruhkan nyawa. Pada tanggal 27 Desember 1949 Belanda resmi menyerahkan kedaulatan Hindia Belanda, kepada Republik Indonesia Serikat.

Cerai
“Trauma perceraian,” kata Rahadi Surja Karni, seorang pria Indonesia yang tinggal di Belanda. Ia mengalami tahun 1950an dan 1960an, ketika “luka” dekolonisasi Indonesia yang penuh kekerasan, begitu mendominasi media Belanda.

Dalam perceraian, anak-anak menjadi korban, mereka sering benci terhadap ayah atau ibu mereka yang bercerai. Demikian Rahadi yang dipanggil akrab pak Didi, ia mengalami sendiri suasana panas terhadap orang Indonesia di Belanda pada waktu itu. Orang Belanda menyesal kehilangan Hindia Belanda, sebutan Indonesia pada jaman kolonial.

Penyesalan kehilangan jajahan ini juga disebut pakar hubungan Belanda Indonesia, Liliek Suratminto. “Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia adalah hasil kolaborasi Soekarno dengan Jepang. Jepang yang menghina Belanda karena menjebloskan warganya ke kamp interniran. Soekarno dianggap Belanda sebagai antek Jepang,” demikian Liliek Suratminto.

Sikap benci terhadap Soekarno ini dialami sendiri oleh pak Didi. “Di tram atau kereta api, Soekarno menjadi topik pembicaraan, orang Belanda merasa Soekarno telah merampas Hindia Belanda. Apalagi bagi orang Belanda yang saat itu punya keluarga di Indonesia. Topik ini menjadi hangat seperti topik tentang Islam saat ini, semacam hype”.

Siapkan koper
Pak Didi yang saat itu masih mahasiswa di Belanda bertutur, ketika itu ada mahasiswa Indonesia yang sudah menyiapkan koper, kalau-kalau mereka akan ditahan atau dikeluarkan dari Belanda. Sebagai pembalasan Belanda atas diusirnya warga negara Belanda dari Indonesia.

Suasana permusuhan antara penjajah dan koloninya sebenarnya tidak perlu. “Kalau dibandingkan dengan Inggris, negara ini keluar dari India tanpa kekerasan. Kalau Belanda ngotot tinggal di Indoneisa. Memilih perang daripada bekerjasama dengan kaum nasionalis,” demikian Gerry van Klinken, pengamat Indonesia asal Belanda.

“Yang mencolok Belanda minta maaf atas pembantaian di Rawagede baru terjadi setelah vonis pengadilan. Memberi kesan tidak secara ikhlas. Takut minta maaf nanti harus bayar uang, itu yang diragukan Belanda, “ demikian Gerry.

Berubah
Dengan latar belakang trauma dan penyesalan ini sulit menyembuhkan “urat syaraf yang terluka” dalam masyarakat Belanda dalam soal dekolonisasi Indonesia. “Sembuhnya kalau para veteran yang pernah bertugas di Indonesia sudah tidak ada lagi,” demikian Liliek Suratminto, pakar hubungan Indonesia Belanda. Ia mensinyalir perubahan dalam masalah ini.

“Generasi muda Belanda tidak mengalami masa kolonial lagi, bahkan mereka benci kolonialisme. Mereka mendemo keberadaan patung gubernur jenderal kejam Jan Pieterszoon Coen di kota Hoorn, tempat kelahirannya.  Mereka bahkan merusak patung ini, itu membuktikan mereka malu,” tambah Liliek Suratminto.

Generasi muda Belanda bahkan melupakan sejarah kolonial ini. “Bagi mereka Indonesia adalah tujuan wisata, mereka heran masih tersisa warisan Belanda di sana. Indonesia bagi mereka adalah negara berkembang, seperti negara berkembang lainnya.” Demikian Rahadi Surjo Karni.

Diskusi

Anonymous 13 April 2012 - 6:06am

Mohamad Yussuf:
tanya jadi menurut anda seharusnya NKRI itu sekarang negara apa yang benar menurut anda? tolong di beritahu dan alasannya?siapa pemilik sah dari pulau pulau di nusantara, pulau sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, bali, Papua DLL?atau negara sah pewaris nusantara rakyat belanda atau orang yang tinggal di sana lebih dulu yang dikenal dengan ras melayu? raja raja di nusantara sebelum ke datangan belanda atau ANDA sendiri yang paling berhak? belijdenis voor. Ik ben de 4e generatie na Soekarno tingall in de archipel

Anonymous 7 Maret 2012 - 12:58am

Menghayal dan menghayal, hayal merusak otak orang pengecut, bodoh dan tolol...

J.H. Werinussa *** RMS *** 2 Maret 2012 - 8:43pm / Republik Maluku Selatan *** RMS ***

Aku mau bersaksi bahwa, Sukarno telah mendurhaka terhadap bangsa dan negara kita Indonesia. Aku belajar dan terbukti bahwa, Negara yang benar itulah Negara Federasi Republik Indonesia sah, sah, sah, dan benar benar sah adalah, Nagara Federasi Republik Indonesia yang kedaulatannya diterima pada tanggal 27 Desember 1949 di Amsterdam Belanda. NKRI yang menggantikan RIS tidak melalui prosedeur hukum dan tidak mempunyai proses pembentukan negara secara tepat dan pasti, adalah berstatus palsu dan ilegal. Ini pernyataan hukum International dan peraturan PBB. Tapi yang lebih merugikan dan membawa tekanan berat kepada kita semua itulah, NKRI adalah bukti manipulasi, komplotan teory serta memperpalsukan semua dokument PBB dan negaranya sendiri. Katakanlah bahwa, Pemerintah NKRI memperpasu Dokument PBB dan Negaranya sendiri. Jadi sekarang mau bagaimana lagi? Semua orang telah mengetahuinya, mau bersembunyi dimana lagi? Ini sekarang tanggung jawab siapa? President bersama kabinetnya dan semua anggota parelement di Jakarta haruslah membicarakan hal ini. kalau tidak, masa depan kita semua terpojok dan tetap dipojokan. Karena berstatus palsu dan ilegal dimata dunia. NKRI adalah wujud dari Revolusi Kriminal Jakarta, NKRI adalah fakta perpalsuan semua Dokument PBB dan negaranya sendiri. Siapa yang bisa bilang bahwa, aku tipu? Aku sanggup mempertanggung jawabkan semua ini sampai ketingkat mana saja di dunia ini. Dari BPPKRMS.

Anonymous 4 Maret 2012 - 7:58pm

werinusaa, apa kamu bilang ??? bangsa dan negara kita Indonesia ???? kampan anda menjadi warga negara Indonesia ? Kalau gitu kami tunggu kedtangan mu di Kbri. Tau kah anda bagi kami WNI, Indonesia itu merdeka 17 AGustus 1945 ? dan kami tidak pernah perduli kalau Belanda mengakui nya baru 1949. Lagipula anda ini cuma musang berbulu domba, mengaku orang Indonesia tapi jiwa mu RMS.

Anonymous 19 Maret 2012 - 6:14pm / Indonesia

Siapa bilang Indonesia merdeka 17 Agustus 1945? Yang bilang itu pasti hanya orang Batavia. Jangan samakan orang lain dengan orang Jawa-Yogya. Belajar sejarah sedikit. Mandat menjadi Indonesia dari negeri2 yang ada itu hanya di tahun 1949, bukan tahun lain.

Anonymous 4 Maret 2012 - 11:34pm

Indonesia dengan KBRInya itu palsu dan ilegal bahkan kriminal international seperti sikap dan katamu itu. Tidakkah anda tau bahwa, KBRI di Den Haag itu kriminal international? termasuk semua yang berhubungan dengannya, adalah termasuk manusia manusia kriminal dan persekongkolan kejahatan berat international. orang orang seperti itu, namanya manusia yang tidak tau malu. Kemaluannya sudah hilang. Sudah berstatus palsu dan ilegal, ngotot lagi. eeee, mau jadi apa kalian ini, kita ini bukan Indonesia palsu dan ilegal itu, kita ini RMS tuleng. Tidak kendor sedikitpun. Bukan seperti kalian yang suka makan puji dan dapat topu dibahu lalu jual bangsa. Kita rakyat RMS asli dan tidak bermuka dua atau makan puji buat KBRI kriminal itu. Semua KBRI dimana saja adalah berstatus kriminal international, karena bersekongkol dengan semua perbuatan terkutuk dan terlaknat pemerintahnya dalam menguasai secara ilegal territorial integritas RMS, Papua dan Atjeh bahkan Kalimantan, dan lain lain.

Anonymous 5 Maret 2012 - 8:15am

Dulu kalian menipu orang tua kita dengan segala macam ancaman, sekarang, kita bukakan semua perilaku bejat pemerintah Indonesia diseluruh dunia melalui tulisan agar mudah diketahui semua orang. Orang tua kita dianiaya, dipenjarakan, dan dicap dengan segala macam apa saja yang mereka inginkan dari Jawa itu. PKI asalnya dari Jawa, FPI asalnya dari Jawa, RI dan NKRI asalnya dari Jawa, apa saja, UUD 1945 asalnya dari Jawa, KUHPRI 1958 asalnya dari Jawa, Bineka tunggal Ika asalnya dari Jawa, Pancasila asalnya dari Jawa, TNI asalnya dari Jawa, POLRI asalnya dari Jawa, MPR dan DPR asalnya dari Jawa, Sejarah Indonesia asalnya dari Jawa, KKN dengan Densus 88 asalnya dari Jawa, Proklamasi bangsa Indonesia asalnya dari Jawa, apa saja saudara bisa melengkapinya dengan sejuta ingatanmu yang segar itu, termasuk Suharto, Sukarno, Megawati, SBY semuanya dari Jawa. Lalu memerintahkan semua jenderal asal Jawa disemua daerah sebagai KAPOLDA, PANGDAM semua asalnya dari Jawa. Indonesia sontoloyo.

Mohamad Yussuf 27 Februari 2012 - 11:49am / Indo Half Indo

Aku tertarik dengan tulisan menyangkut Indonesia seperti: NKRI wujud dari Revolusi Kriminal Jakarta - Diperdaya oleh akal akalan dan tipu tipuan. Yang dimaksudkan dengan Indonesia itu yang mana, dan RI itu yang mana dan NKRI itu yang mana? NKRI adalah wujud dari revolusi kriminal Jakarta kemudian Diperdaya oleh akal akalan dan tipu tipuan. Apakah kita semua warga Indonesia ini yang dibilang NKRI adalah manusia yang bernuangsa perusak nusantara abadi? Segala yang dihasilkan dan dijadikan aparat NKRI adalah wujud dari REVOLUSI Kriminal Jakrta 1950. Setelah itu, kita semua diperdayakan oleh yang berkuasa dan ditipu dengan aparat negara tersebut. NKRI adalah negara yang tidak berkwalitas. Pemerintah NKRI semuanya pencuri, perampok dan pengkianat bangsa dan mengintimidasi sesama tanpa malu. Rakyat menjadi kocar kacir dan berbagai tindakan anarkis belakang ini, adalah karena konsep pemerintah semakin kocar kacir membendung revolusi kriminal Jakarta 1950.

Anonymous 29 Februari 2012 - 1:47pm

Indonesia (NKRI) adalah negara palsu dan ilegal. Karena tidak mendapatkan pengakuan International. Lalu mau bagaimana lagi negara negara kami ini? main tipu tipu saja, asal jangan sampai ada yang menggugat ketingkat International, maka itu akan menjadi malapetaka yang lebih ganas dari 'sunami menggoncangkan Jepang beberapa waktu berlalu. NKRI berada pada titik 'sunami berskala besar. Seperti, Libia, Mesir dan Sirya. Percaya ataukah tidak, nanti lihat saja. SBY sasja tipu semua orang tentang identitas dirinya sebagai AKABRI dan PRESIEDNT NKRI. Baca www.ambon.com no. 56894.

Anonymous 29 Februari 2012 - 1:37pm

Indonesia (NKRI) adalah negara palsu dan ilegal. Karena tidak mendapatkan pengakuan International. Lalu mau bagaimana lagi negara negara kami ini? main tipu tipu saja, asal jangan sampai ada yang menggugat ketingkat International, maka itu akan menjadi malapetaka yang lebih ganas dari 'sunami menggoncangkan Jepang beberapa waktu berlalu. NKRI berada pada titik 'sunami berskala besar. Seperti, Libia, Mesir dan Sirya. Percaya ataukah tidak, nanti lihat saja. SBY sasja tipu semua orang tentang identitas dirinya sebagai AKABRI dan PRESIEDNT NKRI. Baca www.ambon.com no. 56894.

Anonymous 22 Februari 2012 - 1:20am / Indonesia

Memang sejarah Indonesia yang baik dan benar perlu diajarkan disekolah-sekolah dasar Belanda agar generasi Belanda dikemudian hari tidak bingung lagi. Hal-hal penting yang harus diketahui misalnya, kenapa Belanda ke Nusantara ? Bagaimana Belanda berkuasa ? Kenapa penjajahan setengah-setengah ? Maksudnya kenapa tidak berkuasa 100 % sebagai koloni seperti halnya Amerika dan Australia dan orang Belanda tinggal di Indonesia secara pasti ! Kok masih ada penguasa-penguasa pribumi ? Lalu orang Belanda yang kerja sebagai agen koloni kenapa pergi kesana lalu pulang lagi ke Belanda (dan menjadi kaya ?)....dst

Anonymous 23 Februari 2012 - 7:01pm

Indonesia itu, sejarahnya tidak ada yang benar. Semuanya serba siapa suka dan berkuasa. Dizaman Suharto, semua para penulis sejarah Indonesia, Suhartolah yang dominan pada sejarah itu. Dalam soal apa saja yang menyangkut Indonesia itu, Suharto yang harus dinomor satukan. Pada hal dimasa Belanda dan Jepang, semua yang menayndang JENDERAL TNI itu, tidak pernah berjuang di Maluku, Papua, NTT, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. tetapi setelah merdeka, semuanya menjadi jenderal dari kesatuan kekuatan para pembrontak dan gerombolan Jawa. Yang lain dilupakan. Sampai dengan hari ini.

Anonymous 23 Februari 2012 - 10:46am / NKRI

Pemerintah Indonesia adalah pemerintah yang bersifat UUD. dari tahun 1945 UUD merupakan landasan berdirinya NKRI. Sampai dengan dengan hari ini, segala bentuk perhubungan secara nasional, biletral dan international, pemerintah Indonesia selalu menggunakan UUD. Pada masa ORDEBARU, mantan President Suharto menggunakan Pancasila dan UUD sebagai alasan tinggal landas. Sukarno, UUD. Suharto, UUD. Habibie, UUD. Wahid, UUD. Megawati, UUD. SBY, UUD, semuanya UUD akhirnya semuanya tercemplung bersama UUD. Apakah itu UUD? UUD itu kependekan dari UJUNG UJUNGNYA DUIT. htt://www.youtube.com/watch?v=jlwatKAycFYY

Anonymus 22 Februari 2012 - 10:44am

Indonesia (NKRI) itu negara kepaksaan. Semua orang dipaksa mengaku bahwa NKRI itu negara merdeka dan berdaulat, nyatanya palsu dan ilegal. Tidak ada satu ketentuan hukum diatas muka bumi ini yang dapat dipakai untuk membenarkan kemerdekaan NKRI. Nama Indonesia itu sama saja dengan IRIAN. Apa itu IRIAN? IRIAN itu adalah istilah kriminal Jakarta. Untuk itu, NKRI juga adalah wujud dari revolusi kriminal Jakarta. Hukum dan perundang undangan yang dipakai menjamin NKRI 1950 adalah hukum dan undang undang REVOLUSI KRIMINAL JAKARTA. KUHAP 1958 dan UUD 1945 benar benar adalah hukum dan perundang undangan revolusi kriminal Jakarta.

Anonymous 20 Februari 2012 - 8:27am

Kalau sudah tercatat yah tercatat namanya "Rule of Law" atau aturan undang-undang Hukum yang hanya berwujud diantara orang atau bangsa yang beradab (civilized people). Kenyataannya KMB (Konferensi Meja Bundar) telah mejetujui 27-12-49 wong bigimana dirubahnya kalau dirubah namanya NIPU dong. Kalau RI bersikukuh mau 17-8-45 yah nggak apa-apa mungkin tanggalnya ada 'mejik' nya atau 'loki' kata orang cina, mau merdeka tahun satu AD juga nggak apa-apa. Makanya sekarang ini banyak sengketa di indonesia yang keluar dari aturan undang-undang hukum (rule of law). Hukum hanya untuk orang kaya atau dibeking oleh militer, UUD (ujung ujungnya duit).

Anonymous 22 Februari 2012 - 4:42pm / RMS - PAPAU

Ya ampun, sedikit hari lagi, Bangsa Papua mendapatkan kemerdekaannya dari PBB dan NKRI semuanya harus keluar dari bumi Papua. Kalau sampai keluar dari BUMI PAPUA, lalu 230 000 000 jiwa Indonesia itu nantinya makan apa lagi? Pusing pusing malulu, makan tempe ajalah. Kan masih ada mujair bisa digoreng dan ditambah nasi, dan tempe ya udah. Itu ajalah repot bangat sih. Aku ngga repot, tapi kalau uda diusir keluar dari bumi Papua, lalu mau dikemanain? Kembalilah ke Jawa sono. Biar semuanya tumpang tindih disanas mumpun bisa kencing dan berak.

Ling Gwan Swe 20 Februari 2012 - 9:55am / Indonesia

kamu memang hadir waktu itu? selama kamu tidak pernah melihat dengan mata kepala sendiri, itu semua bohong. 17-8-1945 bohong. 27-12-1949 juga bohong. yang paling benar hanya rms. bener kan?
sulit diskusi sama kalian2..nggak produktif.

bono 22 Februari 2012 - 5:23am

tambah lagi orang oon...hehe

Anonymus 21 Februari 2012 - 9:42pm

Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 9 pagi di Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta, saya kebetulan lahir. Alhamdulilah. Jadi peristiwa Proklamasi Indonesia pada waktu itupun bertepatan dengan Hari ulang tahunku. Jadi aku tau betul peristiwa proklamasi Sukarno Hatta itu. pada waktu itu, tidak ada orang yang tau tentang proklamasi Sukaro Hatta itu, ayahku saja ada di Cikini menunggu aku dan ibuku dikala itu. Kemudian pada tanggal 27 Decemebr 1949 di Amsterdam, aku juga tau karena waktu itu aku sudah berjalan dan bisa bicara. jadi aku sempat berteriak merdeka, medeka, medeka. Jadi aku tau betul peristiwa itu dengan tepat sekali. Jadi Indonesia (NKRI) itu sama sekali tidak benar, karena pada waktu itu aku sudah besar dan menyaksikannya sendiri tindakan dan perbuatan Sukarno itu. Semuanya salah dan jahat. NKRI itu adalah wujud dari revolusi kriminil Jakarta.

Anonymous 20 Februari 2012 - 10:34pm

Lebih sulit lagi diskusi dengan rms, organisasi liar yang tidak jelas.....

Anonymous 20 Februari 2012 - 6:41pm

Ini bukan soal hadir atau tidaknya, melainkan ini soal benar ataukah tidaknya? NKRI itu negara benar ataukah tidak? itu soalnya. Benar ataukah tidak? Kalau sebenatar nanti, putusan hakim international bahwa NKRI itu tidak benar, lalu kamu kamu ini, mau dikemanain? Itu namanya Hidup Tak Mau, Matipun Susah.

Anonymous 20 Februari 2012 - 10:37pm

Maksudmu putusan hakim internasional yang mana ? kok sampe sekarang berani nya cuma lewat ranesi. Sanna masukan tuntutan nya ke hakim internasional. Modal saja nggak punya, gimana mau bayar biaya perkara...ha ha ha. Apa nggak kebalik, yang "hidup segan mati tak mau" itu siapa ??? RMS kan.

Anonymus 21 Februari 2012 - 12:15am

Jangan mau membodohi dan menipu diri sendiri mas, sepintar pintarnya dan sekuat kuatnya Suharto, mati dalam kehinaan. Sukarno mati dalam kehinaan. Coba anda bayngkan, berapa juta orang Indonesia yang mati dalam kehinaan. Rawagede, akhirnya mendapat 20 000 euro perorang dan hanya 9 orang. Itu hina mas. Buat aku, aku tolak itu duit. Tapi bukan malah brantam untuk mendapatkannya. Aduh hinannya minta ampun deh. Kalian itu maunya apa sebetulnya? Di Jawa itu, sudah tidak punya apa papan lagi, untuk itu, KKN dan penipuan serta pratek praktek kriminil haruslah diperioritaskan untuk Jawa tetap jaya.

Anonymous 21 Februari 2012 - 4:51pm

Kalau mau tau hal apa yang lebih hina, saya juga mau tanya : Kemana uang jemaat Gereja maluku di Belanda yang di bawa lari oleh orang2 seperti kamu itu ?

Anonymus 21 Februari 2012 - 10:57pm

Untuk saya, tidak perlu uang, karena ada gajiku sendiri yang jauh melebihi keperluanku. Buat apa saya harus mencuri, malah saya memberi kepada Gerejaku. Kalau ada yang mencuri lalu anda yang mengetahuinya, maka andapun terlibat dengannya, karena anda ikut mendiamkan saja. Ataukah ini anda lagi sakit hati lalu karang ceritra saja? Aduh DPRRI di Jakarta, seribu satu alterlatiefmu. Orang Indonesia itu, semuanya bajingan. Termasuk anda ini. Bajingan semuanya, lalu bilang orang lain. Ngga punya kemaluan.

Anonymous 22 Februari 2012 - 1:10pm

Ya!! kami banjingan bagi RMS, dan saya bangga dengan itu sesudah kami mengusir kalian dari kepulauan maluku manisee, ha. ha..ha.. kasihan deh luu !!!

Anonymous 22 Februari 2012 - 11:23am

Ini bukan kebohongan, silahkan anda lihat ini klu tdk percaya dgn apa yg terjadi dg gereja maluku di belanda
http://www.kerknieuws.nl/nieuws.asp?lStrAction=&oId=6565

Anonymous 22 Februari 2012 - 4:34pm

Kalau anda seorang jujur, bacalah ini juga agar andapun tau tentang bagaimana Indonesia itu secara menyeluruh tanpa pandang bulunya. www.ambon.com massage 56896, 56497 dan 56851. Oke? Terimakasih.

masto 19 Februari 2012 - 1:00pm / indonesia

Sudah seharusnya BElanda mengakui kedaulatan bangsa Indonesia 17-8-45 bukan 27-12-49. Ini kenyataan bangsa Indonesia ingin diakui 17-8, maka kebersamaan antara Indonesia dan Belanda akan terjalin erat. Masa lalu adalah masa lalu yang harus dimaafkan oleh masa sekarang jangan ada lagi kolonialisme karena itu membuat sengsara yang lain. Mungkin suatu saat nanti Belanda akan mengakui Indonesia 17-8 yang akan membawa dampak bagi kerjasama Indonesia dan Belanda. Dan mungkin nanti ada kerjasama antara Indonesia dan Belanda dimana jika salah satu dari kedua negara diserang oleh negara lain adalah serangan kedua negara.

Anonymous 19 Februari 2012 - 8:10pm

Duluan ya duluan, siapa saja bisa katakan bahwa RMS itu begini dan begitulah, Separatis, pengacau, makar dan segala penghinaannya, nyatanya sekarang President RMS di Belanda menggugat Pemerintah NKRI dan Belanda di Pengadilan dan mereka menang atas gugatan dan tuduhan pemerintah Belanda Indonesia pada tanggal 22 November 2011. Jadi bagaimana sekarang, masih ada kesempatan kedua buat pemerintah NKRi disenayan atau di Jakarta bisa membuat gugatan berikutnya untuk mendiamkan serta membuat para pejuang RMS tidak lagi berkutik? Bisa ataukah tidak? Apakah memamangnya pemerintah NKRI di Jakarta sekarang menjadi takut atau bagaimana? Kalau memang benar, RMS itu separatis dan makar terhadap NKRI, itukan hak pemerintah untuk menggugat mereka kepengadilan internationalkan? Bukankah harusnya demikian? Sekarang, saya juga mau tau bahwa, dapatkah pemerintah SBY bisa menggugat President RMS di Belanda kepengadilan International ataukah tidak? Supaya tidak ada lagi RMS. Bisakah pemerintah NKRI menggugat President RMS? Aku menanti jawabannya.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET