Lima tahun sudah setelah 'Tahun Pinjaman Mikro' dicanangkan. Senin ini Radio Nederland Wereldomroep mengadakan debat internasional menyorot sektor finansial ini. Acara ini diikuti oleh sejumlah wakil LSM internasional, termasuk Indonesia dan dibuka oleh Putri Mahkota Belanda, Maxima. Rekan Junito Drias melaporkan langsung dari Den Haag.
JD: Debat Mikro Kredit adalah proyek yang dirancang Belanda sejak 2009. Tujuan awalnya adalah melihat sejauh mana mikro kredit berlangsung di masyarakat dunia.
Pertanyaan Debat
Pertanyaan tunggal dari liputan berbagai redaksi mengerucut menjadi: pinjaman mikro menguntungkan siapa? Hal inilah yang akan coba didiskusikan dalam debat berdurasi satu jam.
JD: Perdebatan dihadiri juga oleh Putri Maxima dan Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Bert Koenders. Sambutan Maxima antara lain mengatakan bahwa pinjaman mikro baik dan menguntungkan masyarakat. Sayangnya, Maxima tidak mengindikasikan jalan keluar agar pinjaman mikro benar- benar sampai ke tangan orang yang membutuhkan. Sampai sekarang memang tidak ada yang tahu persis bagaimana caranya. Apalagi mengingat pinjaman melibatkan institusi keuangan yang kepentungan utamanya memang mencetak keuntungan.
Hasil Perdebatan
Perdebatan diperkirakan belum bisa membuahkan hasil konkrit. Seperti dilihat dalam kasus negara Bangladesh. Bangladesh selalu dielu-elukan sebagai jagonya mikro kredit, tapi tetap saja menjadi negara termiskin di dunia. Intinya, pinjaman mikro itu baik namun belum benar-benar bisa mengentaskan kemiskinan. Padahal itu harapan utamanya.
Fungsi wartawan
Sehubungan dengan fungsi wartawan 'menjelaskan dan mencerdaskan', ini jugalah yang diharapkan Putri Maxima dan Bert Koenders dalam perihal mikro kredit. Wartawan perlu menyebarkan kesadaran mikro kredit di masyarakat.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.