Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Guantánamo Bay
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Dasawarsa Penuh Kontroversi di Guantánamo Bay

Diterbitkan : 10 Januari 2012 - 5:54pm | Oleh Maike Winters (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Penyiksaan, sakit, putus asa, sesak napas, itulah gambaran yang dilontarkan mantan tahanan Moazzam Begg, ketika ia di penjara di Guántanamo Bay yang pekan ini tepat berusia sepuluh tahun. Dasawarsa yang penuh kontroversi. 

Penjara Guántanamo Bay didirikan setelah serangan 11 September. Ketika dibuka pada 11 Januari 2002, ada ratusan tersangka yang dijebloskan ke penjara itu tanpa proses. 

Peter Jan Honigsberg, profesor Hukum Internasional dari San Francisco, mengaku ia tidak bisa menggambarkan suasana di penjara di Kuba itu, seperti yang diceritakan mantan tahanan Begg. Ia mengunjungi penjara itu untuk bukunya, dan setelah itu mendirikan proyek Witness to Guántanamo

Untuk proyek ini Honigsberg mewawancara para mantan tahanan dan keluarganya, yang menceritakan pengalaman mereka.

Al-Qaida

Begg, warga Inggris keturunan Pakistan ditangkap di Pakistan. Ia dituduh memiliki hubungan dengan Al-Qaida.

"Sebelum saya dijebloskan di Guantánamo, saya mendekam di penjara militer di Afghanistan. Di sana saya disiksa fisik. Tangan, pergelangan kaki diikat di punggung. Sementara kepala saya dibungkus kantung. Saya dipukuli, ditendang, dan ditelanjangi dan diludahi. Di Guantánamo, penyiksaannya beda, lebih banyak penyiksaan psikologis."

Sel isolasi
Cerita itu juga yang didengar oleh Profesor Honigsberg dari tahanan lainnya. Mereka menceritakan kadang dimasukkan  ke dalam sel isolasi berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya. "Tiga puluh hari di sel isolasi saja sudah mengerikan, bisa anda bayangkan apa yang bakal terjadi jika seseorang dijebloskan ke sel itu bertahun tahun lamanya."

Di penjara di Kuba ini juga ada istilah Frequent Flyer Programme. Tapi maksudnya menjadi lain, kata Honigsberg.

"Setiap tiga jam, tahanan dipindahkan ke sel lain. Ini kadang terjadi berminggu-minggu lamanya. Akibatnya sang tahanan mengalami disorientasi, kurang tidur dan tak bisa merasa nyaman di manapun. Penyiksaan psikologis, menurut banyak mantan tahanan dampaknya lebih parah dibanding penyiksaan fisik."

Lubang hitam
Penyiksaan itu terjadi, karena antara lain pernyataan yang dilontarkan mantan presiden George W. Bush soal perang saat itu. "Bush menyatakan itu adalah jenis perang baru, di mana Amerika tak perlu mentaati Konvensi Jenewa," lanjut Honigsberg.

Dalam konvensi itu tercantum bahwa tahanan perang berhak menerima perlakuan manusiawi saat perang. "Namun Bush menyebut mereka bukan tahanan perang melainkan 'pejuang-pejuang musuh'. Dengan demikian muncul lubang hitam yuridis, di mana para tahanan tak memiliki hak secuilpun."

Bermimpi
Karena Guantánamo terletak di wilayah Kuba, maka para tahanan itu juga tidak dapat diadili di pengadilan Amerika. Kontak dengan para pembela hukum juga tidak diizinkan di tahun-tahun pertama ketika kompleks penjara itu berdiri.

Selama masa tahanan tiga tahun, Begg berada di sel isolasi selama dua tahun. Dia tidak punya hak untuk mengontak siapapun. "Saya bermimpi sepanjang hari soal kebebasan, keluarga, soal orang-orang yang bernasib lebih buruk dibanding saya. Saya berpikir bagaimana Amerika harus bertanggungjawab atas perbuatan mereka terhadap saya."

Terobosan?
Juni 2004 ada terobosan: tahanan diberi hak untuk didampingi pengacara. Tapi melalui pelbagai langkah yuridis, Bush berhasil mencegah agar para tahanan itu tidak melawan vonis penjara terhadap mereka. Bush mendirikan apa yang dinamakan "combatant status review tribunals" di penjara.

Ini tidak termasuk sistem hukum Amerika, namun justru bertentangan dengannya. Para tahanan diberitahu mereka semuanya pejuang musuh dan berbahaya untuk masyarakat Amerika.

Setelah tiga tahun di penjara dan dianiaya, Begg dibebaskan tahun 2005. Ia mengaku mengunjungi kamp-kamp pelatihan Al-Qaida di Afghanistan, tapi membantah menjadi anggota organisasi teror tersebut.

Sekembali di Inggris, Begg mendirikan Cage Prisoners untuk memberitahu dunia apa yang terjadi di lubang hitam yuridis yang namanya Guantánamo.

Sakit hati
Bagi banyak tahanan, proses peradilan untuk mendapat vonis penjara atau bebas, berlangsung sangat lama. Baru pada tahun 2008 mereka diberi hak naik banding atas vonis hakim. Sejak itu banyak tahanan dipindahkan atau dibebaskan. Tahun itu pula Barack Obama menang pilpres Amerika.

"Ketika Obama terpilih sebagai presiden," tutur Honigsberg, "seluruh dunia berpikir akan ada perubahan. Pada hari kedua masa jabatannya sebagai presiden, Obama berjanji akan menutup Guantánamo. Semua orang lega."

Dengan sakit hati Honigsberg melanjutkan: "Tapi janji tidak dipenuhi. Desember 2011 ia menerima undang-undang yang menetapkan Guantánamo tetap dibuka. Untuk selamanya. Ini menjadi noda terbesar dalam sejarah Amerika."
 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET