Perang mulut kampungan atau perang bola yang menjijikan? Pihak-pihak yang bersengketa mencari-cari apa yang pas untuk mengungkap gonjang-ganjing di puncak pimpinan klub sepak bola Ajax Amsterdam. Pengurus harian dan dewan komisaris hari Rabu langsung minta berhenti setelah pecah konflik dengan Johan Cruijf, mantan pemain Ajax dan tokoh bola yang paling disegani di Belanda. Pertengkaran di pucuk piminan Ajax dipicu oleh tekad Cruijf untuk mengangkat Ajax untuk kembali menjadi klub top sepak bola.
Dengan emosional, Ketua Pengurus harian Uri Coronel mengumumkan kepergiannya dari Ajax. Uri dan beberapa mantan anggota Dewan Komisaris menolak melaksanakan rencana-rencana yang digagas Johan Cruijff.
"Dia akan menghancurkan kita, bisa hancur kita semua," kata ketua yang telah menjabat berbagai posisi di Ajax selama 23 tahun ini. Dari beberapa kutipan yang dibacakan Coronel, terlihat bahwa pernyataan Cruijff banyak bertentangan dengan nasehatnya terhadap klub.
"Terima atau tidak, atau kita baku-hantam saja? Direksi tidak boleh menentukan siapa yang dipecat atau tidak, atau semua kacau-balau. Bukan dewan pimpinan Ajax yang menentukan siapa yang dipecat atau tidak."
Tidak Mengerti Sepak Bola
Ketika sang bintang Ajax, Johan Cruijff, melemparkan pendapatnya, satu klub mendengarkan dengan seksama. Terlebih lagi ketika prestasi klub kesayangannya ini sedang sedikit mundur dan Cruijff menyumbangkan nasihat di sana sini. Dia melontarkan saran-saran yang menurutnya dapat mengembalikan Ajax menjadi klub papan atas lagi. Sarannya berfokus terutama pada pelatihan klub remaja Ajax, yang menurut Cruijff -seperti layaknya gaya bermain Ajax- harus lebih menekankan pendidikan pada penyerang daripada pada pemain belakang.
Sang pemain legendaris di samping itu menyarankan pemecatan empat belas mantan pemain yang berada di pucuk kepemimpinan. Apalagi menurutnya, banyak pemimpin tersebut yang tidak mengerti sepak bola sama sekali. Rencana-rencana Cruijff disambut meriah, kecuali di beberapa poin. Apalagi poin 'pemecatan,' amat sulit diterima dewan komisaris.
Sedikit Penghargaan
Cruijff menyesali kepergian Coronel, namun menekankan jika tidak semua poin dalam rencananya dilaksanakan bisa timbul situasi tidak mengenakkan.
"Kalau kami yang membuat rencana maka hanya kami yang melaksanakannya. Tidak ada yang bisa bilang: kita ambil beberapa bagian dan kita sesuaikan. Tidak."
Singkatnya, kemauan Cruyff adalah hukum. Meskipun Cruyff, yang juga menjabat 'presiden kehormatan' di FC Barcelona, tidak berminat memegang tanggung jawab atas pelaksanaan rencana-rencananya, pengaruhnya melampaui pengaruh posisi formal apapun dalam klub. Walaupun Cruijff cukup popular, tak terlalu banyak apresiasi akan konflik ini. Pengamat Ajax menjuluki keadaan sebagai situasi 'memalukan', seperti dikatakan ketua klub fans Daniel Dekker:
"Saya dengar ada yang bilang 'saya hancurkan kamu', perekaman voicemails, sama sekali tidak ada harga diri. Saya pernah sebut perselisihan antara kubu Cruijf dengan dewan pengurus sebagai kampungan, tapi sekarang ini bener-bener jadi perang bola yang menjijikan."
Tak Ada Pemenang
Menurut mantan direktur Ajax, Arie van Eijden, perselisihan sudah kelewat vulgar. Arie menanyakan, secara retorik, apakah adu mulut sebenarnya membawa 'kepentingan pribadi' atau 'kepentingan Ajax'. Perselisihan membuat rencana yang digagas Cruyff tertunda sementara waktu. Tak ada pemenang yang keluar dalam perang mulut ini. Klub harus mencari pemimpin baru dulu. Cruyff telah menekankan sebelumnya tidak berminat mengisi posisi kosong tersebut.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.