Amerika Serikat kembali mengupayakan menghidupkan pembicaraan perdamaian di Timur Tengah. Sabtu kemarin, Menteri Luar Negeri Amerika, Nyonya Hillary Clinton, mengadakan pertemuan dengan pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas.
Selanjutnya, sang menlu menemui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Tampaknya, upaya ini tak akan membuahkan hasil apa pun.
Pihak Palestina baru akan bersedia berbicara kembali, jika Israel menghentikan proyek pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Yordan, dan di Jerusalem Timur.
Sementara pihak Israel menyatakan, siap berbicara tanpa prasyarat apa pun, namun tidak akan menghentikan proyek pembangunan pemukiman Yahudi.

Flickr, Nrbelex_6.jpg)












Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.