Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Sabtu 11 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Cita-Cita Proklamasi? Masih Jauh Kali Ya!

Diterbitkan : 16 Agustus 2010 - 12:11pm | Oleh Redaksi Indonesia (© RNW)
Diarsip dalam:

Cita-cita proklamasi? Sudah tercapaikah? Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa sih cita-cita proklamasi itu.

Jujur, saya lupa atau tidak tahu cita-cita proklamasi itu. Mungkin anak SD, SMP atau SMA yang masih belajar Sejarah akan tahu apa sih cita-cita proklamasi yang dulu didengung-dengungkan oleh Presiden pertama kita, Ir Soekarno.

Semua cita-cita proklamasi itu tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Saya kasih contoh ya, misalnya kekayaan alam yang ada di Indonesia ini harus dimanfaatkan atau didayagunakan untuk seluruh masyarakat Indonesia (Ingat dong ini UUD pasal berapa? Yup pasal 33). Intinya sih (ini hasil diskusi saya dengan Ayah saya) cita-cita proklamasi yang sesungguhnya adalah menciptakan kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia (Nah, kalau ini diambil dari Pancasila sila kelima).

Melihat cita-cita proklamasi di atas, bisa kah kita mengatakan kalau cita-cita proklamasi sudah tercapai? Eum.. sepertinya belum ya. Yang jelas rakyat belum merasakan keadilan dan kemakmuran. Rakyat justru, setelah reformasi ini malah hidupnya semakin nelangsa. Makin terpinggirkan dalam hal keadilan.

Coba, masih ingat dengan kisah nenek Minah (55) asal Banyumas yang dituduh mencuri tiga buah kakao oleh PT Rumpun Sari Antan? Miris sekali, hanya karena mengambil tiga kakao, nenek tua renta itu harus berurusan dengan hukum, divonis hukuman penjara satu bulan 15 hari oleh pengadilan karena terbukti sah dan meyakinkan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Sementara yang korupsi miliaran hingga triliunan, masih asyik tuh berkeliaran di luar sana. Coba kasus suap kepada Anggota DPR pada pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia? Kasusnya mandeg cuma sampai orang yang menerima suap saja. Yang menyuap apa kabar? Itu Ibu Nunun Nurbaiti, yang bagi-bagi traveler’s cheque yang kabarnya lupa ingatan namun kedapatan sedang ngopi-ngopi di kedai kopi di Singapura kok tidak ditahan? Nah lo? Bagaimana juga dengan uang negara Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century? Kok masih saja dalam tahap penyelidikan di KPK? Malah , anggota DPR dari Fraksi Demokrat , Benny K Harman minta kasus ini dihentikan? *geleng-geleng nggak ngerti sama pikiran wakil rakyat kita*

Tentang kemakmuran, sebuah kebijakan pemerintah yang awalnya ingin membuat hidup rakyat lebih baik justru menjadi malapetaka. Melon hijau (tabung gas 3 kilo) itu berubah menjadi bom waktu yang siap meledak kapanpun di rumah kita. Bukan cuma sekali dua kali. Tapi sudah puluhan ledakan terjadi gara-gara gas tiga kilo. Ini jelas pelanggaran hak asasi manusia. Pertama melanggar hak orang untuk hidup dan hak untuk mendapat informasi kalau dalam keadaan tertentu tabung 3 kilo itu bisa meledak.

Dan ini yang menurut saya paling melanggar hak dasar untuk mendapatkan listrik. Halo, tanggal 27 Juli lalu Pemerintah bikin acara besar-besaran di Mataram mencanangkan Program Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir. Tapi apa yang terjadi selama tiga hari ini di rumah saya? Mati lampu di saat sahur! Saya Cuma bisa mengelus dada. Bayangkan, mempersiapkan santap sahur dan makan sahur dalam keadaan gelap-gelapan. Pemerintah melanggar hak asasi manusia dan telah melakukan dosa besar!

Jadi menurut saya, cita-cita proklamasi itu masih lumayan jauh ya. Perlu komitmen dari segala elemen negeri ini untuk sama-sama mencapai cita-cita ini. Tapi saya yakin, suatu hari nanti pasti cita-cita itu tercapai.

Judul asli: Cita-Cita Proklamasi Masih Jauh Ya..
Oleh: Rizky Amelia

 

Artikel ini diikutsertakan dalam sayembara Cita-cita Proklamasi. Demi menjaga keaslian, artikel diterbitkan tanpa proses editing dari redaksi. Dalam beberapa kasus, Ranesi hanya mengubah judul untuk keperluan teknis. Isi dan format di luar tanggung jawab Ranesi.

 

Diskusi

Anonymous 4 Oktober 2011 - 10:10pm / Timor

Cita2nya sudah tercapai utk pemimpin2 Indo. Kl rakyat mau sama/setara sm pemimpin itu tak mungkin, rakyat makan pasir saja kl kurang gizi. Yg dimaksud Sukarno utk semua rakyat itu kan cuma janji, dimana sih ada politisi yg akan memenuhi janji, hanya rakyat bodoh yg bisa makan janji.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET