Kabar burung mengenai Flu Meksiko, vaksin beserta obatnya, memang kadang sulit diberantas. Terutama cerita-cerita yang beredar di internet, publik sulit membedakan mana benar mana isapan jempol belaka.
Bagian pertama mengenai cerita burung bahwa vaksin H1N1 mengandung air raksa.
Isu ini kembali diangkat oleh Aruba. Milton Ponson dari organisasi pembangunan Rainbow Worriors melayangkan sepucuk surat kepada parlemen Belanda yang berisi keluhan mengenai hadiah 'beracun' pemerintah Belanda kepada Aruba dan Antilia. Ponson sangat mengkhawatirkan penambahan Thimerosal dalam vakisn flu.
"Jadi begini senyawa air raksa seperti ini tidak lagi digunakan dalam penggunaan lain. Kontroverse muncul karena tidak ada cukup bukti bahwa air raksa itu tidak membahayakan kesehatan manusia. Dan itu sebenarnya alasan keputusan dulu untuk tidak menggunakan senyawa kimia ini secara bertahap."
Istilah senyawa merkuri kedengarannya lebih menakutkan dari yang sebenarnya. Thimerosal adalah senyawa merkuri organik, berfungsi sebagai bahan pengawet. Vaksin normal untuk menghadapi misalnya polio atau campak, terdiri dari satu dosis setiap suntikan. Tapi dalam vaksin flu terdapat sepuluh dosis dalam satu tabung kecil. Alasannya: pandemi flu membutuhkan sejumlah besar vaksin.
Senyawa organik
Ini berarti bahan pengawet dibutuhkan untuk melindungi vaksin dari kuman penyakit apabila tabung dibuka. Penambahan Thimerosal oleh karenanya merupakan perkecualian, akibat adanya situasi khusus. Bahan itu tidak berbahaya, kata Marien Weststraten dari Lembaga Vaksin Belanda (NVI).
"Ini tidak sama dengan air raksa yang digunakan di dalam thermometer, seperti yang dulu digunakan. Ini adalah senyawa air raksa organik yang akan keluar lagi dari tubuh manusia satu minggu sesudahnya. Dan selain itu konsentrasinya begitu kecil."
Sekali lagi demi kejelasan: dalam roti ikan belut terdapat lebih banyak merkuri katimbang dalam vaksin flu, demikian ditandaskan Marien Weststraten. Dan merkuri itu adalah tipe yang berbahaya.























Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.