Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Kamis 20 Juni  
Map
Kairo, Mesir
Kairo, Mesir

Capres Pro dan Anti Militer Mesir

Diterbitkan : 18 Mei 2012 - 3:09pm | Oleh Mohammed Abdulrahman (Foto: RNW)
Diarsip dalam:

Yang satu mau menegakkan Syariat Islam, dan yang satu lagi berfaham sangat liberal di bidang ekonomi. Yang satu pro militer dan satu lagi anti militer. Berikut dua potret calon presiden Mesir yang ikut berlaga di pesta demokrasi negeri Piramida itu.

Abdelmenem Abolfotouh
Abdelmenem Abolfotouh adalah mantan anggota Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) dan punya karir panjang dalam kegiatan politik. Sebagai seorang relijius, dia punya perhatian khusus akan ideologi politik Islam, tapi lebih moderat ketimbang Morsy.

Selain mengandalkan dukungan para elektorat Islam, dia juga berusaha mendapat dukungan dari para pemilih liberal dengan mengambil posisi moderat dalam isu-isu tertentu.

Dia adalah pendukung kuat kebebasan individu untuk seniman, penulis, intelektual, umat Kristen, dan gigih melakukan advokasi kesetaraan bagi wanita. Menurut Abolfotouh, seorang wanita bisa menjadi presiden Mesir.

Sementara tentang isu paling kontroversial dalam dimensi liberal-konservatif ini, yaitu implementasi Syariah Islam, ia kembali mengambil sikap yang relatif moderat dengan mengusulkan pelaksanaan secara bertahap dan tidak sembarangan melalui revolusi. Dia ingin menerapkan Syariah Islam secara bijaksana di bidang tertentu seperti hukum pidana dan perbankan Mesir.

Dalam bidang ekonomi Abolfotouh juga menunjukkan ia adalah politikus moderat. Untuk menarik elektorat kiri, ia menentang privatisasi dan seruan adopsi sistem pajak progresif di mana orang kaya harus membayar pajak lebih besar.

Sekali lagi, pada saat yang sama, ia mendukung penghapusan semua aturan yang menghambat investasi asing langsung dan menganggap sektor swasta sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

Citranya yang paling jelas tentu pendiriannya yang anti rejim. Dia jelas-jelas memposisikan diri menentang rejim penguasa otoriter sebelumnya dan menuntut penarikan penuh SCAF dari politik setelah pemilihan presiden. Ia juga penentang kuat segala keterlibatan militer dalam bidang ekonomi.

Dalam isu ini, bersama dengan Khaled Ali, Abolfotouh adalah satu-satunya capres yang menyatakan keinginan membatasi kekuatan dan pengaruh tentara Mesir dalam ekonomi negara. Secara keseluruhan, asset terkuat Abolfotouh dalam pilpres kali ini adalah pendiriannya yang anti rejim militer, dikombinasi dengan pendirian moderat pada isu-isu lain. Ini menjadikannya calon anti rejim yang paling menonjol.

Ahmed Shafik
Ahmed Shafik terkenal akan hubungan dekatnnya dengan mantan presiden Hosni Mubarrak. Di bawah tekanan protes 2011, Mubarrak mengangkat Shafik sebagai perdana menteri untuk menunjukkan keinginan menjalankan reformasi. Namun, pemerintahan Shafik hanya berumur sebulan.

Banyak elektorat Mesir melihat hal ini sebagai tindakan berkolaborasi dengan rejim militer dan Shafik sendiri dipandang orang banyak sebagai capres paling pro rejim.

Seperti rejim sebelumnya, dia menentang pengaruh Islam dalam politik dan implementasi Syariah Islam. Dia mengadopsi cara pikir progresif, seperti mengijinkan orang Kristen Koptik atau perempuan menjadi presiden Mesir.

Karena hubungan eratnya dengan para pemegang kekuasaan militer, dia juga sangat mendukung keterlibatan militer dalam politik dan ekonomi negara. Shafik ingin SCAF melanjutkan peran politiknya setelah pilpres.

Dalam isu ekonomi, Shafik adalah calon paling kanan dalam percaturan politik Mesir. Dia membidik stimulasi investasi langsung asing dan mendukung kebijakan pasar bebas, mengijinkan sektor swasta mengambil peran utama dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek air dan listrik.

Selain itu, menurutnya Mesir harus meminjam uang sama IMF untuk menyeimbangkan APBN.

Secara keseluruhan, Shafik adalah capres yang paling kanan secara ekonomi dan paling pro rejim dibanding capres lain. Penolakan kuatnya atas pengaruh politik kaum Islam dan dukungan kuatnya atas keterlibatan militer dalam politik dan ekonomi memposisikannya persis berseberangan dengan calon penting lain seperti Mosry, Moussa dan Abolfotouh.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...