Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Maikel Nabil
Avatar Jannie Schipper
Map
Kairo, Mesir
Kairo, Mesir

Blogger Pro-Israel Dihina di Mesir

Diterbitkan : 16 Januari 2012 - 10:03am | Oleh Jannie Schipper (Foto: Maikel Nabil)
Diarsip dalam:

Blogger Mesir Maikel Nabil Sanad adalah salah satu orang pertama yang mengkritik sepak terjang tentara setelah jatuhnya Presiden Mubarak. Sejak Maret 2011 ia mendekam di penjara.

Sementara dunia internasional berseru agar ia dibebaskan, di Mesir ia justru mendapat hinaan dan makian. Dosa apa yang sudah dilakukan Maikel Nabil?

Ada dua perbedaan utama antara Maikel Nabil dan para demonstran lainnya. Pertama, Nabil sudah mengkritik tentara sejak awal 2011. Waktu itu hampir semua orang masih memuji peran tentara dalam demonstrasi massal.

Kedua, dan mungkin yang paling penting, ia ateis dan mendukung perdamaian dengan Israel.

“Aneh sekali ada orang-orang yang membela Maikel Nabil,” kata seorang gadis di sebuah blog. “Apakah pengkhianatan sudah menjadi kekebasan individu?”

Pertanyaan ini menyentuh inti permasalahan: Apakah orang yang punya pendapat lain dari suara mayoritas tidak punya hak untuk bersuara? Apakah benar ia harus dijebloskan ke penjara melalui pengadilan militer tanpa proses yang adil? Apakah pantas ia disiksa dan dianggap gila?

Artikel kritis
Blogger ini tampak dalam sebuah foto mengenakan kaos loreng dengan papan bertuliskan: “Rakyat tidak mau tentara mensabotase revolusi.” Dalam hari-hari terakhir banyak demonstran di Kairo yang memakai slogan yang sama. Namun, Maikel Nabil Sanad sudah lebih dulu memakai slogan itu.

Ia terus menulis artikel kritis tentang tentara selama dan setelah revolusi yang pecah pada Januari 2011 itu. Tulisannya ia muat di situs blognya www.maikelnabil.com. Ia sebelumnya menolak ikut wajib militer. Menyusul artikel terakhirnya yang ia beri judul “Tentara dan rakyat tidak pernah sejalan”, tentara menciduknya pada 28 Maret 2011.

Pengadilan militer menjatuhi Nabil hukuman tiga tahun penjara pada April tahun lalu. Hukuman itu kemudian diturunkan menjadi dua tahun pada Desember lalu. Ia mogok makan dan selama empat bulan hanya minum jus dan susu. Ia menghentikan aksinya pada malam tahun baru 2012.

Amnesty International
Dunia internasional murka. Berbagai organisasi HAM melayangkan surat protes, termasuk Amnesty International. Dukungan datang dari seluruh penjuru dunia. Dari Belanda dukungan datang dari Ronny Naftaniel, Direktur Pusat Informasi dan Dokumentasi Israel.

Apakah dukungan dari organisasi pro-Israel seperti itu tidak akan jadi bumerang bagi Maikel Nabil?

“Saya sudah mempertimbangkan itu,” kata Naftaniel. “Pendiriannya membuat dia banyak dibenci. Tapi, ia sendiri bilang dukungan dari saya penting. Pendapatnya tentang Israel adalah bagian dari visi hidupnya.”

Simbol
Sekelompok aktivis di Mesir menggelar demonstrasi menuntut pembebasan Maikel Nabil. Bagi mereka penahanan blogger ini merupakan simbol bagi hampir 12 ribu warga Mesir lainnya yang diajukan ke pengadilan militer sejak jatuhnya Mubarak.

Kebanyakan masyarakat di Mesir tidak mendukung blogger ini. “Ia seharusnya tidak dipenjara tapi dihukum mati,” demikian komentar seorang warga Mesir di sebuah video yang dimuat di Youtube.

Teman Israel
Salah satu hal yang tidak pernah ditutup-tutupi oleh Nabil adalah ia mendukung upaya damai dengan Israel. Ia menolak wajib militer antara lain karena ia tidak mau bertempur melawan tentara Israel. Ia juga meminta “teman-teman Israel-nya” untuk mendukungnya. Ia bahkan menterjemahkan beberapa bagian dari situsnya ke dalam Bahasa Ibrani.

Media pemerintah Mesir memakai ucapan-ucapan pro-Israelnya untuk mencapnya sebagai “zionis”. Di penjara ia juga dimusuhi. Pengacara HAM Amir Salem belum lama ini mengajukan tuntutan atas permintaan Nabil karena ia diganggu oleh tahanan lainnya yang didukung oleh sipir.

Tanpa kompromi
Nabil sama sekali tidak mau berkompromi. Ia paling anti menutup-nutupi visi radikalnya untuk mendapat perlakuan yang lebih lembut. Saudaranya menyatakan Maikel hanya akan mengubah pendirian kalau dia merasa salah, tapi selama ia merasa benar ia akan bilang apa saja yang ia mau.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET