Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Avatar Michael Blass
Map
New Delhi, India
New Delhi, India

Bintang Film India Dukung Kredit Mikro

Diterbitkan : 7 Januari 2010 - 1:34pm | Oleh Michael Blass
Diarsip dalam:

Aktris India Gul Panag adalah pendukung kredit mikro. "Ini angin segar," katanya.

Bintang Bollywood ini berkenalan dengan kredit mikro ketika Muhammad Yunus, yang mengembangkan konsep ini, memenangkan hadiah Nobel bersama Grameen Bank - yang dikenal dengan julukan "bank untuk orang miskin" - pada 2006.

Gula Panag - yang juga mantan Putri India - telah mengikuti pemberitaan media mengenai Profesor Yunus sejak pria tersebut memenangkan hadiah Nobel. Panag berpendapat, apa yang dikatakan Yunus mengenai kredit mikro jauh lebih masuk akal ketimbang sistem perbankan konvensional.
 

"Profesor Yunus bilang, hanya karena sistemnya konvensional, bukan berarti sistem tersebut bijak. Kadang, konvensi juga bisa salah. Sejak dahulu, bank biasanya meminjamkan uang pada orang-orang yang tidak membutuhkan. Jika saya bisa membuktikan saya mampu membeli mobil seharga 100.000 dolar, mereka pasti akan memberi saya pinjaman. Itu kan, bodoh. Kalau mampu beli mobil, saya tidak akan perlu pinjaman bank!" kata Panag berapi-api.
 

Sistem lembaga-lembaga finansial kita sudah dibentuk sejak abad lalu, kata Gul Panag. Sistem ini disebutnya sebagai sistem yang "tidak pro-kemiskinan." Hasilnya, orang miskin terpinggirkan di sektor perbankan konvensional.

Sedangkan tabungan mikro di India memungkinkan orang-orang yang sangat miskin untuk membuka rekening bank dan menabung, kata Gul, merujuk pada tabungan mikro 'chit' yang beroperasi di pedesaan India. Di rekening mikro mereka, penabung harus menyetorkan sejumlah uang tiap bulan. Skema tabungan mikro ini memperbolehkan orang-orang dengan penghasilan rendah menabung sejumlah 10 rupees (sekitar Rp. 2000,-) per minggu. Untuk perbandingan, Panag mengatakan, bank-bank konvensional di India menetapkan deposit minimal 50,000 rupees (sekitar Rp. 10.000.000,-).
 

Walaupun ada kemungkinan bagi orang miskin di India untuk menabung, skema untuk membantu mereka berinvestasi untuk masa depan hampir tidak ada. Ketika skema kredit mikro telah membuktikan keberhasilannya di negara tetangga Bangladesh, di India kredit mikro masih berusaha menemukan momentum. Sayang sekali, kata Gul, padahal konsep kredit mikro sudah ada sejak tahun 1970. Muhammad Yunus butuh waktu 30 tahun untuk memasyarakatkan kredit mikro.
 

Menjembatani Jurang
Di masyarakat India perbedaan antara kelas menengah yang kaya dan kelas bawah yang sangat miskin amat jelas. Walaupun tidak percaya kredit mikro akan bisa menghapus perbedaan kelas, Gul Panag percaya, kredit mikro akan berhasil menjembatani jurang tersebut.
 

"Ini salah satu solusi. Saya idak percaya hanya ada satu solusi untuk masalah ini. Banyak penyelesaian yang harus dikeluarkan lewat  kebijakan dan tanggung jawab sosial. Pendidikan juga penting. Pada level tertentu, semua orang harus bisa mengecap pendidikan. Tapi, ya, saya pikir, kredit mikro akan bisa menyelesaikan masalah-masalah dasar pinjaman - karena orang miskin biasanya tidak bisa dapat pinjaman."
 

Toh terbatasnya akses ke kredit konvensional tidak membuat orang-orang miskin di India bebas hutang. Perayaan besar seperti pernikahan bisa menyeret orang miskin ke rentenir. Peminjaman ini akan berujung pada hutang yang tak akan sanggup mereka bayar. "Keunggulan kredit mikro adalah bahwa pinjaman ini harus digunakan untuk sesuatu yang menghasilkan, untuk tujuan produktif, dan bukan untuk pesta pernikahan."
 

Pinjam dari bos
Sebagai orang India yang mampu secara finansial, meminjamkan uang bukan hal baru bagi Panag. Ia bilang, sangat lumrah di India, bahwa seseorang dengan latar belakang sosial-ekonomi seperti dirinya -- bukan hanya orang-orang yang sukses berkarier sebagai peragawati, model, dan bintang film -- memiliki staf, dari supir, pembantu rumah tangga, sampai asisten pribadi. Di sisi lain, ada orang-orang yang sangat miskin sampai-sampai tidak memiliki rekening bank, apalagi akses ke kredit konvensional. Ketika harus butuh uang, mereka meminjam ke bos.
 

Jadi ketika stafnya butuh uang, kata Panag, ia memberi mereka pinjaman. Dan sampai sekarang, uang pinjaman tersebut selalu dikembalikan. Tapi menurutnya, bukan ini kredit mikro yang bisa mengubah nasib orang miskin India yang ambisius.
 

"Belum pernah saya meminjamkan uang kepada seseorang yang sedang memulai sesuatu yang baru. Sampai sekarang, kasusnya cuma "kami butuh uang, bisakah kau meminjamkan kami?" Jadi, ya, saya memang pemberi kredit mikro - kadang juga makro."
 

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET