The Jakarta Globe melaporkan, Dinas Bea Cukai, Sabtu (28/01) berhasil membongkar upaya penyelundupan besi tua besar-besaran di pelabuhan Tanjung Priok. Banyak peti kemas berisi baja tua masing-masing berbobot 28.200 kilogram, diduga tercemar limbah berbahaya klasifikasi B3.
Baja tua dikapalkan dari Inggris dan Belanda dengan dokumen palsu. Baja yang diselundupkan itu tiba di Jakarta dalam tiga kapal antara Desember 2011 dan Januari 2012. Delapan puluh sembilan peti kemas berasal dari Inggris dan 24 dari Belanda.
Dilaporkan ketika petugas pabean membuka pintu beberapa peti kemas, tercium bau busuk menyengat.
Katagori B3
Direktur Jenderal Bea Cukai, Agung Kuswandono mengatakan, baja tua tersebut ternyata langsung dimasukkan ke peti kemas dari tempat sampah. Seharusnya, tambah Kuswandono, barang-barang harus dibersihkan dahulu.
"Kami telah berunding dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelidiki apakah isi peti kemas itu benar-benar dapat dikategorikan B3." Demikian tegas Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono.
Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya sudah memeriksa peti kemas tersebut di Tanjung Priok bersama dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Balthasar mengatakan, setelah diperiksa ternyata dokumennya tidak sesuai dengan isi peti kemas.
Menurut dokumen peti kemas tersebut tidak berisi besi tua berbahaya.
Ancaman hukuman
Agus Kuswandono mengatakan, importir barang tersebut adalah PT HHS, sebuah perusahaan multinasional yang berbisnis di bidang besi tua. Ia mengatakan, ia berpegang pada asas praduga tak bersalah. Tapi kalau perusahaan itu terbukti bersalah, maka pemilik perusahaan bisa dihukum 5 sampai 15 tahun penjara.
Selain melanggar aturan imigrasi, perusahaan juga bisa dituduh melanggar UU lingkungan hidup. Demikian tulis The Jakarta Globe.






















Pejabat Indonesia pandai membuat/merevisi aturan, setelah selesai aturannya di sembunyikan dibalik lambang yang menempel di bajunya, digunakan untuk menjadi senjata penekanan dalam hal pengurusan ijin... Bagi pengusaha ijin adalah senjata untuk melakukan apa saja.... yang penting semua sudah aman dan di amankan..
...........* INDONESIA NEGARA SAMPAH BERACUN * ..........
*
Saudara rakyat Indonesia, untuk membeli Peralatan Persenjataan Mutakhir Belanda bersama Pesawat pesawat Tempur modernnya, maka adalah suatu persyaratan mutlak bagi pemerintah NKRI adalah: haruslah menerima sampah sampah yang berbahaya ini, sebagai akibat dari persyaratan pembelian peralatan persenjataan dan pesawat tempur. kadar keracunan yang ditimbulkan karena sampah kiriman Belanda dan Inggris ini, amat berbahaya selama bertahun tahun. Pemerintah NKRI tidak mempunyai pilihan lain, selain haruslah menerima sampah dimaksud. ...... + Karena untuk membelanjakan peralatan persenjataan modern dari Belanda untuk menyerang Rakyat Papua dan RMS terpaksa pemerintah NKRI di Jakarta haruslah tunduk untuk memenuhi persyaratan ini +....... Ini namanya merugikan bangsa dan negara, sambil terus membunuh tanpa hentinya. Untuk itu, jangan menyalahi Pemerintah Belanda dan Inggris, melainkan tegurlah KONSEP PRESIDENT SBY bersama TNInya. Terimakasih. Untuk membeli peralatan persenjataan modern Belanda, minimum $ USA. 800 000 000. Pemerintah Belanda mau saja yang penting dapat uang dari pemerintah NKRI. Terimakasih.
mengerikan sekali, negara sekelas belanda yg mendengungkan dan mengkritik lingkungan hidup di negara berkembang, bisa meloloskan sampah sedemikian rupa ke indonesia, ini benar2x tragedi,ironi, dan memalukan.....
Kok baru sadar, bisa saja Belanda sering nritik orang, nggak taunya....... Bajingan.
Beginilah Indonesiaku. kaulah tumpukan segala sampah. Dari Gresik sampai ke Panarukan. Tidaklah mengherankan lagi, bila sampah dari Belanda semuanya dibuang di Indonesia. Apa lagi yang lebih berharga dari SAMPAH, bila dikirimkan dalam peti kemasan melewati perjalanan yang amat jauh dan bertumpuk dipelabuhan Tanjung Priok. Rencana Pemerintah IRANpun semoga semua sampah nuklir yang disimpan dalam berbagai drum minyak itu, bisa juga dikirimkan ke Indonesia. Indonesia negara gagal dan sampah.
Beginilah pola berfikir orang eropa sana. Yang katanya modern/bermatabat malah sering membahayakan orang lain. Kebaikan mereka selalu ada yang tersembunyi.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.