Ketimun mematikan di Jerman, juga menyebabkan jatuhnya korban di Belanda. Dan korban di Belanda bukan pasien di rumah sakit, tapi pekebun rumah kaca.
Setiap tahun mereka memanen sekitar 1,5 milyar ketimun. Dan sekitar 70 persen, diekspor ke Jerman. Dan di negeri itu, kini nyaris tidak ada orang yang berani makan ketimun.
Timbunan Ketimun
Di gudang pekebun rumah kaca, Koos de Vries, dari daerah Erica, di Drenthe, menumpuk sekitar 70.000 ketimun, yang belum disortir. Tak ada yang berminat untuk membelinya. Besok, semua timbunan tersebut mungkin akan dibuang.
Saat ini, di Jerman telah jatuh beberapa korban jiwa, dan ratusan orang lainnya dirawat di rumah sakit, kemungkinan setelah makan ketimun asal Spanyol. Akibatnya bagi pengusaha Belanda, kerugian jutaan euro setiap hari.
Koos de Vries: "Hal ini tidak boleh berlangsung terlalu lama. Jika demikian, kita benar-benar bisa menghadapi kesulitan. Kita harus segera mengupayakan, agar bisnis ketimun kembali berjalan normal. Pertama, kita harus mengetahui, di mana sumber penularan penyakit ini di Jerman. Dan jika kita telah mengetahui hal itu, kita bisa menunjukkan, bahwa produk kita bisa dipercaya."
Dan semua itu harus berjalan cepat. Ketimun adalah tanaman yang tumbuh sangat cepat. Dalam beberapa hari sudah akan siap dipanen. Koos de Vries punya sekitar 200.000 tanaman ketimun. Dan timbunan ketimun miliknya langsung menggunung. Setiap hari perusahaannya harus membuang tumpukan ketimun. Dan itu berarti kerugian puluhan ribu euro, per hari.
Aman
Organisasi petani sayur Belanda menekankan jaminan bahwa ketimun produk mereka aman. Anneke van de Kamp, dari Seksi Produksi, Persatuan Petani Sayur Belanda:
Anneke van de Kamp: "Belanda sangat banyak memproduksi ketimun. Dan semua petani mengikuti tuntutan aturan keamanan kesehatan makanan yang sangat ketat. Ketentuan standar Eropa. Semua petani mempunyai sertifikat, dan terus menerus berada dalam pengawasan. Kita semua, setiap hari makan sekian banyak sayuran dan buah-buahan. Dan hingga saat ini, tidak pernah ada masalah. Kami semua sangat menyayangkan bencana yang saat ini melanda Jerman. Ini bukan bencana kecil. Sekian banyak korban jiwa, dan sekian banyak yang terpaksa dirawat di rumah sakit. Ini benar-benar soal gawat."
Dengan itu Anneke van de Kamp merujuk pada sepuluh korban yang telah meninggal dunia di Jerman, dan ratusan lainnya yang dirawat di rumah sakit. Itu semua, akibat ketularan bakteri usus EHEC, suatu kerabat dari bakteri E-coli.
Bakteri ini menimbulkan rasa mual, menyebabkan diare, dan merusak ginjal. Bakteri ini tidak bisa diberantas dengan menggunakan antibiotika. Penularan penyakit dilaporkan telah merebak ke sembilan negara anggota Uni Eropa. Semua korban, baru saja berkunjung ke Jerman.
Kepercayaan
Bagaimana cara mengembalikan kepercayaan konsumen pada ketimun hasil petani Belanda? Pertama, sumber penyebaran penyakit harus diketahui pasti. Hal ini juga ditekankan oleh Anneke van de Kamp. Selanjutnya meyakinkan konsumen di Jerman bahwa hal ini hanya menyangkut sebagian kecil ketimun saja. Dan sama sekali tidak bersangkut-paut dengan ketimun hasil petani Belanda.
Anneke van de Kamp: "Begitu sumber penularan diketahui, kami akan mengambil langkah langkah selanjutnya. Anda tentu memahami, selama hari-hari belakangan ini, kami sengaja mengambil contoh ketimun lebih banyak, untuk kami periksa. Hasil pemeriksaan sudah ada. kami tidak menemukan sumbert penularan apa pun. Kami kira, memang tidak akan ada ketimun produk kami yang ketularan. Selanjutnya, kami akan berkordinasi dengan pemerintah, bagaimana cara mengembalikan kepercayaan publik. Dan hari ini pun, kami akan sibuk dengan berbagai hal tersebut."





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.