Konsep monarki kembali diguncang. Di Belanda timbul debat hangat mengenai sistem pemerintahan: pilih ratu atau presiden?
Ratu yang mencerminkan stabilitas dan keagungan - bagus sekali. Putra mahkota yang dapat diandalkan – luar biasa. Putra mahkota yang menggabungkan gaya Amerika Latin dengan sifat calvinis yang rajin – top. Dan tiga putri yang lucu-lucu – prima. Tapi haruskah raja serupa itu menjadi bagian pemerintahan? Dan mengapa anak sulung raja otomatis menjadi ratu atau raja berikutnya?
Belanda belum jenuh monarki. Tapi pertanyaan soal itu muncul di mana-mana. Hasil penelitian NOS menunjukkan 26% penduduk Belanda menganggap kuno raja yang jadi bagian pemerintah. Orang-orang lebih suka melihat raja sebagai posisi simbolis saja. Jadi raja atau ratu yang hanya menggunting pita. 45% penduduk meragukan pewarisan tahta secara otomatis. Tapi di lain pihak 34% justru mendukung putra mahkota kelak juga menjadi raja.
Di dunia politik pun peran keluarga Oranje tidak tabu lagi. Khususnya partai kanan populis, PVV, pimpinan Geert Wilders menentang raja ambil bagian dalam pemerintahan dan dengan demikian mempengaruhi formasi kabinet. Partai sosial demokrat PvdA juga berpendapat peran raja harus dibatasi.
Kedudukan raja modern
Di bawah pimpinan anchorman NOS Rob Trip, televisi Belanda menggelar debat tentang monarki. Hasil penelitian dibahas di sana, juga konsep monarki secara umum dan bagaimana menuangkan kedudukan raja masa kini. Peserta termasuk juga kaum republiken seperti sejarawan Maarten van Rossem dan wartawati Elsbeth Etty. Di sisi lain pendukung monarki seperti ideolog CDA, Anton Zijderveld, juga meyakinkan.
Hadirin – termasuk kaum republikan – pada umumnya positif terhadap Ratu Beatrix dan Putra Mahkota Willem-Alexander. Juga terhadap Putri Máxima. Tampaknya hadirin sepakat mereka melakukan tugas berat itu dengan baik. Walaupun Maarten van Rossem cenderung melihat Willem-Alexander berkarier sebagai "pilot pesawat."
Pendapat Elsbeth Etty: "Seharusnya orang secerdas dia sadar monarki harus diakhiri. Seharusnya dia berkata: 'Ayo, cukup sudah, sekarang saatnya berhenti.'"
Anton Zijderveld tidak sepakat dengan mereka yang pro raja simbolis. Rekaman-rekaman lama pun menunjukkan Willem-Alexander belia yang mengatakan tidak mau menjadi raja simbolis.
Bahaya
Daniela Hooghiemstra, penulis dua buku tentang keluarga Oranje, memperingatkan, rakyat sudah jenuh melihat keluarga kerajaan dikelilingi budaya istana dan hak istimewa.
"Justru kalau mau mempertahankan monarki," kata Hooghiemstra, "Beberapa reformasi harus dijalankan."
Hooghiemstra juga melihat bahaya di balik keinginan putra mahkota hidup bebas. Willem-Alexander, 40 tahun, individualis tulen. Akankah dia menyibukkan diri dengan kepentingan negara seperti dilakukan ibunya selama beberapa dasawarsa belakangan?
"Keinginan bebas itu ciri khas pribadi Willem-Alexander. Saya rasa itu bakal menjadi salah satu masalah dalam tugasnya sebagai raja, karena ibunya benar-benar mengabdi untuk negara. Pertanyaannya apakah Willem-Alexander juga mau mengabdi."
Tetap ada
Pertanyaan penting lainnya: sudah tibakah saatnya Beatrix turun tahta? 19% responden Belanda berpendapat Beatrix harus secepatnya mundur demi putra sulungnya. 29% beranggapan tahun 2013 saat yang pas: saat Ratu Beatrix 75 tahun. Dan 13% berpendapat Beatrix bisa tetap menjadi ratu selama dia masih bisa.
Jadi rakyat cukup puas dengan keluarga kerajaan. Monarki konstitusional Belanda atau "Republik Bermahkota," nama yang diberikan mantan anggota parlemen Arend Jan Boekestijn saat debat televisi, masih bisa dipertehankan.
Nilai yang diberikan rakyat kepada kerajaan juga prima. Beatrix mendapat nilai 7,6 dan Willem-Alexander 7. Tapi dia harus ingat pendapat Elsbeth Etty: Willem-Alexander akan menghadapi masalah ketika sudah menjadi raja dan berpakaian seragam militer.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.