Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Perro de Jong
Map
Berlin, Jerman
Berlin, Jerman

Belanda Memetik Hasil dari Pertikaian Penabung Gelap

Diterbitkan : 2 Februari 2010 - 2:04pm | Oleh Perro de Jong (www.ranesi.nl)
Diarsip dalam:

Jerman sedang menimbang untuk membeli cd-rom berisi informasi curian nama-nama para pengemplang pajak. Menteri Muda Keuangan Belanda, Jan Kees de Jager, juga ikut mengawasi.

Tahun 2008 Dinas Rahasia Jerman membayar lima juta euro untuk informasi mengenai seribu klien sebuah bank di Liechtenstein. Berkat kerahasian bank di negara mini itu, penabung bisa menyembunyikan aset mereka dari kejaran pajak. Sekarang, seorang pengungkap anonim menawarkan data berisi 1300 pemegang rekening Swiss hanya seharga 2,5 juta euro.
 

Sebelumnya, kasus seperti ini menyebabkan pertikaian sengit antara Jerman dengan Lichtenstein, tapi juga mendatangkan 100 juta euro pemasukan pajak. Den Haag ikut menikmati hasil pada waktu itu. Bekerjasama dengan dinas pelacak pajak Jerman, Belanda berhasil mendapatkan data 19 warga dan dua perusahaan Belanda.

Ujung tombak
Kementerian Keuangan Belanda di Den Haag menjadikan penanganan terhadap para pengemplang pajak ini sebagai ujung tombak kebijakan dalam tahun-tahun belakangan. Menteri muda De Jager meningkatkan denda dari seratus menjadi tiga ratus persen, dan tahun lalu pemerintah berhasil menarik ratusan pengemplang pajak ini melalui 'kebijakan pertobatan' bebas denda.

Munculnya lagi cd-rom berisi data-data bank curian ini, tanpa harus menunjuk orang, menguntungkan bagi De Jager. Ia tidak memiliki keberatan moral: apabila Jerman benar-benar membeli cd-rom itu, maka Belanda akan kembali meminta data-data yang ada, demikian ditegaskan kementerian.
 

Kerjasama
Tapi zaman sudah berubah. Pertikaian antara Jerman dengan Liechtenstein tahun lalu menghasilkan kesepakatan mengenai saling tukar informasi bank. Swiss juga menjanjikan kerjasama lebih baik dan kedua negara sementara ini sudah hilang dari daftar 'abu-abu' Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Eropa.
 

KTT G-20 tahun lalu juga telah menyatakan 'akhir dari kerahasiaan bank'. De Jager mengantisipasi hal itu. Sejak 1 Januari, 'orang kaya Belanda yang merasa menyesal', dan melaporkan tabungan gelap mereka harus tetap membayar denda.

Tetapi apabila anda mengakui bahwa sekarang lebih mudah untuk melacak para pengemplang pajak, dan 'surga-pajak' terkenal sekarang tidak bisa dengan mudah bersembunyi di balik kerahasiaan bank, maka apakah masih bisa diterima membeli informasi curian sperti ini?

'Tidak', jawab orang Swiss yang berpendapat situasi sekarang ini ibarat 'itikad buruk'. Jawaban sama juga dikatakan oleh anggota parlemen liberal Eropa asal Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert di Twitter: 'Sejak kapan negara bekerjasama dengan penjahat?'.


Pengadu

Jawaban terhadap pertanyaan terakhir itu: sejak berabad-abad. Juga di Belanda, moto 'pencuri menangkap pencuri', merupakan moto populer yabng sudah lama ada, misalnya saja dalam menangani kejahatan terorganisasi. Walau demikian, ekonom fiskal Leo Stevens dari Universitas Erasmus Rotterdam, merasakan 'perasaan ganda'.
 

"Saya dibesarkan dengan sajak anak-anak 'tukang mengadu, bulan sabit, anda dilarang jalan-jalan ke mari'. Ini kan sesuatu yang dirasa tidak pas oleh masyarakat. Di satu sisi, kemarahan masyarakat sangat besar. Anda harus cermat menimbang-nimbang sejauh mana akan melangkah dan apa persyaratannya'.

Cermat
Kanselir Jerman Angela Merkel belum menegaskan batasan yang akan diambilnya, hanya mengatakan 'seperti halnya manusia berakal sehat', ia berpendapat bahwa pengemplang pajak harus ditangani. Menurut Profesor Stevens, dalam hal ini menteri muda Belanda De Jager, sudah lebih baik.
 

"Oktober tahun lalu dalam suratnya, ia memaparkan kebijakannya dalam hal pembelian semacam ini. Surat itu sangat bernuansa dan imbang tapi jelas: ia mengatakan 'kami bersikap positip untuk membeli informasi semacam ini'.

Tidak ada bahaya insiden diplomatik dengan Swiss, tapi kemungkinan jutaan pemasukan ekstra untuk kas negara, dan masih lagi pujian bagi kebijakan pemerintah yang 'bernuansa' ini. Dalam skandal data bank curian ini, bagaimanapun juga Belanda menjadi pihak ke tiga yang diuntungkan.

 

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET