Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi diterima lagi di Uni Eropa. Salehi dikenai larangan bepergian di Uni Eropa terkait program atom Iran. Namun para menteri luar negeri Uni Eropa menganggap penting untuk tetap berbicara dengan pria Iran tersebut.
Ali Akbar Salehi menjabat menteri luar negeri dan orang kepercayaan Presiden Ahmadinejad. Sebelum ini ia juga menjabat Kepala Badan Energi Atom Iran. Program atom Iran, dan terutama kecurigaan bahwa negeri itu mengembangkan senjata nuklir, menimbulkan banyak protes internasional, termasuk juga dari Belanda. Itu jadi alasan mengapa Salehi tidak lagi diterima di Eropa.
Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal sebelumnya mendukung larangan terhadap Salehi untuk bepergian di Uni Eropa. Tapi sekarang ia mendukung keputusan Uni Eropa mencabut larangan tersebut.
"Kami bersedia dan harus berurusan dengan dia, karena dia sekarang menjabat menteri luarn negeri. Kami juga harus berurusan dengan dia dalam perundingan dengan Iran seputar masalah senjata nuklir Iran. Itu yang penting dan itulah yang menjadi prioritas sekarang."
Salehi tidak melakukan pelanggaran HAM, seperti para petinggi Iran lainnya yang tercantum dalam daftar hitam Uni Eropa. Salehi diperbolehkan bertolak ke Uni Eropa, walaupun semua rekening banknya di Eropa tetap dibekukan.
Sangat disesalkan
Partai anti-Islam Belanda PVV pimpinan Geert Wilders bersikap sangat kritis terhadap perubahan haluan Rosenthal. Berikut penjelasan anggota parlemen PVV Wim Kortenoeven :
"Langkah Rosenthal sedikit aneh. Awal tahun ini ia mengatakan Salehi harus tetap dicantumkan pada daftar hitam dan hanya boleh datang ke Eropa atau Belanda atas nama PBB, menyangkut kasus pengendalian senjata. Namun kini ia berubah pikiran dan mengatakan harus dilakukan perundingan dengan Iran tentang senjata atom. Ia selanjutnya menyatakan bahwa juga harus bisa membahas hal itu dengan Salehi - di tempat lain di dunia dan juga di sini. Itu sangat disesalkan."
PVV menjadi penopang penting koalisi pemerintah Belanda, yang tidak memiliki mayoritas dalam parlemen.
Rezim
PVV tidak hanya mempermasalahkan larangan bepergian bagi menteri Salehi, melainkan juga kontak-kontak dengan rezim Iran, jelas anggota parlemen Kortenoeven.
"Negeri ini memiliki rezim yang berencana menghancurkan negara-negara Barat. Rezim itu sendiri yang menyatakan hal tersebut. Kami sebenarnya tidak harus berurusan dengan rezim seperti itu. Jika sudah ada hubungan dengan mereka, hubungan itu seharusnya dikurangi sebanyak mungkin."
Para politisi Belanda juga melakukan diskusi sengit seputar penahanan dan eksekusi perempuan Belanda keturunan Iran Zahra Bahrami. Setelah eksekusi Bahrami, Belanda memanggil pulang duta besar Belanda di Teheran. Tapi sementara ini ia sudah kembali ke posnya di ibukota Iran.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.