Aksi membantu kelaparan di Afrika muncul dari hati sanubari dan niat yang mulia. Tahun 1984 Bob Geldof, penyanyi Irlandia, memprakarsai aksi membantu kelaparan di Ethiopia. Sekarang, hampir 30 tahun kemudian, muncul lagi fenomena yang sama. Sekarang giliran Tanduk Afrika yang dilanda kekeringan.
Kelaparan menjadi fenomena yang datang silih berganti. Kelaparan tidak hanya disebabkan oleh ketidakbecusan pemerintah lokal, tetapi juga oleh subsidi pertanian di Barat dan melonjaknya harga pangan di dunia.
Prakarsa Geldof didukung artis kondang Bono, Phil Collins dan Sting. Mereka membentuk Band Aid dengan lagu "Do They Know it's Chrismas Time?" yang menjadi hit di seluruh dunia.
Penghinaan
Menurut banyak kalangan, lagu itu sebenarnya merupakan penghinaan. Terutama bagi warga Ethiopia, di mana Kristenisasi sudah berakar sejak abad pertama Masehi. Mereka pasti tahu kapan Hari Natal. Lirik "Where nothing ever grows, no rain or rivers flow" juga dikiritik.
Seluruh dunia tahu sungai Nil di Afrika merupakan sungai terpanjang kedua di dunia dan bermuara di Ethiopia.
Jawaban Afrika
Dua puluh delapan artis Afrika kini memberi jawaban atas lagu Bob Geldof dan Band Aid-nya. Plaster Cast sebuah parodi dari Band Aid dengan sinis balik bertanya: Apakah warga Amerika tahu tentang perubahan iklim?
Berita itu langsung menyebar luas lewat internet.
Ternyata itu ciptaan redaksi majalah satiris Afrika Selatan di situs web Habiyo.com.
Kritik terhadap lagu 'Do they know it's Christmas?' bukan tanpa alasan. Dambisa Moyo, pakar ekonomi Zambia pengarang buku "Bantuan Buntu" menyebut lagu Bob Geldof & Band Aid tidak lebih dari "pembalut luka" saja. Demikian koran Belanda Trouw.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.