Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Bangunan Bersejarah Sumbar Rusak

Diterbitkan 21 Oktober 2009 - 11:05pm
Diarsip dalam:

Akibat gempa bumi di Sumatra Barat pada tanggal 30 September lalu, paling tidak 146 bangunan bersejarah rusak. Demikian laporan penelitian tim pakar warisan budaya Indonesia.

Biaya penelitian disediakan oleh Yayasan Pangeran Claus. Tim peneliti memeriksa lebih dari 150 bangunan bersejarah di kota pelabuhan Padang, Sumatra Barat.

Di samping menelan ribuan korban jiwa, gempa berkekuatan 7,6 pada skala Richter tersebut, juga meluluh lantakan kota pantai ini. Balaikota Padang roboh. Hanya sepuluh bangunan bersejarah, yang berdiri tegak.

Yayasan Pangeran Claus berusaha mempertahankan warisan budaya di seluruh dunia, dan siap menyediakan bantuan jika suatu warisan budaya, mengalami kerusakan, akibat bencana.

Foto: Koleksi Aurelius Yan, Siberut - Mentawai.

  • © Aurelius Yan

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET