Akibat gempa bumi di Sumatra Barat pada tanggal 30 September lalu, paling tidak 146 bangunan bersejarah rusak. Demikian laporan penelitian tim pakar warisan budaya Indonesia.
Biaya penelitian disediakan oleh Yayasan Pangeran Claus. Tim peneliti memeriksa lebih dari 150 bangunan bersejarah di kota pelabuhan Padang, Sumatra Barat.
Di samping menelan ribuan korban jiwa, gempa berkekuatan 7,6 pada skala Richter tersebut, juga meluluh lantakan kota pantai ini. Balaikota Padang roboh. Hanya sepuluh bangunan bersejarah, yang berdiri tegak.
Yayasan Pangeran Claus berusaha mempertahankan warisan budaya di seluruh dunia, dan siap menyediakan bantuan jika suatu warisan budaya, mengalami kerusakan, akibat bencana.
Foto: Koleksi Aurelius Yan, Siberut - Mentawai.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.