Empat pemuda pengidap HIV/AIDS, dan empat pemuda dari kelompok 'miskin kota' tak bisa menyembunyikan kegembiraannya di stadion Stade de France, Paris. Mereka mewakili Indonesia dalam Homeless World Cup 2011.
Mereka dalam kehidupan sehari-hari tak mungkin bisa keluar negeri. Sepak bola membawa mereka ke perhelatan internasional ini.
"Dari delapan orang yang dikirim hanya satu saja yang pernah keluar negeri. Bagi yang lain ini seperti mimpi," kata seorang peserta. Teman lainnya bergurau: Menabung sampai matipun tak mungkin bisa.
Mereka di Indonesia sering terpinggirkan. Masyarakat belum bisa menerima sepenuhnya pengidap HIV/AIDS. Kelompok miskin sering diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Belum lagi, pemuda wakil Indonesia yang berlaga dalam HWC 2011 ini, kebanyakan mantan pecandu narkoba.
"Kesempatan ini nggak mungkin terjadi bagi kami."
Pertempuran sesungguhnya
Salah seorang bintang olahraga Prancis menyambut gembira kejuaraan dunia kaum jalanan. Namun ia mengingatkan pekerjaan rumah masih belum usai.
"Selama seminggu anda akan menikmati pesta olahraga. Tapi setelah ini anda kembali ke dunia nyata. Justru di situ pertempuran sesungguhnya," ujar Emmanuel Petit.
Indonesia, setelah diundi, masuk grup G, antara lain, bersama Skotlandia, Jerman dan Rumania. Sebuah grup tangguh.
"Tapi kami tetap semangat!" ujar kapten tim Indonesia, Ginandjar.
HWC 2011
Pembukaan Homeless World Cup 2011 dilakukan secara sederhana di stadion kebanggaan warga Prancis, Stade de France, di ibukota Paris. Pertandingan sendiri akan digelar di Champ de Mars, sebuah kawasan hijau dekat menara Eiffel.
Penyelenggaraan di Paris merupkan kali yang ke sembilan. Kompetisi internasional sepak bola jalanan bukan melulu soal olah raga. Tapi lebih kepada gerakan mengentaskan kemiskinan melalui cara-cara yang kreatif.
Sang inisiator, Mel Young, yakin masalah kemiskinan dapat dijawab dengan mengubah kehidupan pribadi manusia ke arah yang lebih positif. Sepak bola dianggap sebagai salah satu cara untuk mencapai perubahan itu.
HWC 2011 diikuti 64 negara: 48 tim nasional dalam kompetisi lelaki + 16 tim nasional kompetisi perempuan. Masing-masing akan merebut piala Homeless World Cup.
Dalam kompetisi lelaki -di mana Indonesia turut serta- terdapat enam kategori. Kategori tertinggi adalah Piala Homeless World Cup.
Perhelatan ini berlangsung selama satu pekan, dan dimulai dengan babak penyisihan yang menentukan tim-tim mana yang berhasil masuk enam kategori tersebut.
Setelah babak penyisihan, tim yang berlaga akan memasuki putaran final kategori masing-masing dan sesudah itu memasuki tahap perempat final hingga final(dalam kategorinya masing-masing).
Update: Kejutan! tim Indonesia tampil memukau dalam pertandingan pertama mereka melawan Rumania. Indonesia menang 7-4 atas Rumania. Manajer tim, Katherine Otto, sangat terharu atas keberhasilan. "Ini kejutan besar!" ujarnya. Panitia Homeless World Cup 2011 sangat kagum atas penampilan tim berbaju putih-hijau ini. "Berita yang kebanyakan kami dengar menyebut sepak bola Indonesia begitu buruk, tapi yang ini luar biasa bagus. Ini mengejutkan!" ujar seorang wasit asal Belanda.


























Sangat membanggakan utk negri tercinta, sangat membanggakan juga utk HIV/AIDS activism, dan civil society yang bekerja utk pro-poor. Berita terakhir (dibaca dari website: http://www.homelessworldcup.org/ laman Fixtures & Results): Indonesia menang thd Denmark 7 - 4. Tx Katherine and Ginan
untuk sementara tim indonesia peringkat pertama
http://www.homelessworldcup.org/paris-2011/tournament/group-stage/group-...
Salute !!
Cadu mundur pantang mulang !
Mamprang !!
bangga dan salut........MANGPRANG.......
Hebat... Meskipun tidak koar koar seperti Timunas "NormaL" mereka bisa...
kabar terakhir mereka memenangi pertandingan pertama babak penyisihan gruop G, menang atas Rumania dengan skor 7 -4 dan sementara menempati peringkat 3 klasment dibawah Irlandia dan Scotlandia,, maju terus boy!!
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.