Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Indonesia Homeless World Cup 2011
Avatar Junito Drias
Map
Paris, Prancis
Paris, Prancis

Bangganya Berlaga di Paris

Diterbitkan : 20 Agustus 2011 - 11:29pm | Oleh Junito Drias (Foto: Junito Drias)
Diarsip dalam:

Empat pemuda pengidap HIV/AIDS, dan empat pemuda dari kelompok 'miskin kota' tak bisa menyembunyikan kegembiraannya di stadion Stade de France, Paris. Mereka mewakili Indonesia dalam Homeless World Cup 2011.

Mereka dalam kehidupan sehari-hari tak mungkin bisa keluar negeri. Sepak bola membawa mereka ke perhelatan internasional ini.

"Dari delapan orang yang dikirim hanya satu saja yang pernah keluar negeri. Bagi yang lain ini seperti mimpi," kata seorang peserta. Teman lainnya bergurau: Menabung sampai matipun tak mungkin bisa. 

Mereka di Indonesia sering terpinggirkan. Masyarakat belum bisa menerima sepenuhnya pengidap HIV/AIDS. Kelompok miskin sering diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Belum lagi, pemuda wakil Indonesia yang berlaga dalam HWC 2011 ini, kebanyakan mantan pecandu narkoba.

"Kesempatan ini nggak mungkin terjadi bagi kami."

Pertempuran sesungguhnya
Salah seorang bintang olahraga Prancis menyambut gembira kejuaraan dunia kaum jalanan. Namun ia mengingatkan pekerjaan rumah masih belum usai.

"Selama seminggu anda akan menikmati pesta olahraga. Tapi setelah ini anda kembali ke dunia nyata. Justru di situ pertempuran sesungguhnya," ujar Emmanuel Petit.   

Indonesia, setelah diundi, masuk grup G, antara lain, bersama Skotlandia, Jerman dan Rumania. Sebuah grup tangguh.

"Tapi kami tetap semangat!" ujar kapten tim Indonesia, Ginandjar.

HWC 2011
Pembukaan Homeless World Cup 2011 dilakukan secara sederhana di stadion kebanggaan warga Prancis, Stade de France, di ibukota Paris. Pertandingan sendiri akan digelar di Champ de Mars, sebuah kawasan hijau dekat menara Eiffel.

Penyelenggaraan di Paris merupkan kali yang ke sembilan. Kompetisi internasional sepak bola jalanan bukan melulu soal olah raga. Tapi lebih kepada gerakan mengentaskan kemiskinan melalui cara-cara yang kreatif.

Sang inisiator, Mel Young, yakin masalah kemiskinan dapat dijawab dengan mengubah kehidupan pribadi manusia ke arah yang lebih positif. Sepak bola dianggap sebagai salah satu cara untuk mencapai perubahan itu.

HWC 2011 diikuti 64 negara: 48 tim nasional dalam kompetisi lelaki + 16 tim nasional kompetisi perempuan. Masing-masing akan merebut piala Homeless World Cup.

Dalam kompetisi lelaki -di mana Indonesia turut serta- terdapat enam kategori. Kategori tertinggi adalah Piala Homeless World Cup. 

Perhelatan ini berlangsung selama satu pekan, dan dimulai dengan babak penyisihan yang menentukan tim-tim mana yang berhasil masuk enam kategori tersebut. 

Setelah babak penyisihan, tim yang berlaga akan memasuki putaran final kategori masing-masing dan sesudah itu memasuki tahap perempat final hingga final(dalam kategorinya masing-masing).

Update: Kejutan! tim Indonesia tampil memukau dalam pertandingan pertama mereka melawan Rumania. Indonesia menang 7-4 atas Rumania. Manajer tim, Katherine Otto, sangat terharu atas keberhasilan. "Ini kejutan besar!" ujarnya. Panitia Homeless World Cup 2011 sangat kagum atas penampilan tim berbaju putih-hijau ini. "Berita yang kebanyakan kami dengar menyebut sepak bola Indonesia begitu buruk, tapi yang ini luar biasa bagus. Ini mengejutkan!" ujar seorang wasit asal Belanda.

  • Tim Indonesia menanti undian grup<br>&copy; Foto: Junito Drias - http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/users/junito-drias
  • Tim Indonesia di Homeless World Cup 2011<br>&copy; Foto: Junito Drias - http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/users/junito-drias
  • Kapten tim Indonesia penuh semangat<br>&copy; Foto: Junito Drias - http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/users/junito-drias
  • Rekan Juliani berbincang dengan pelatih tim Indonesia<br>&copy; Foto: Junito Drias - http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/users/junito-drias

Diskusi

Oom Rudi 24 Agustus 2011 - 2:30pm / Indonesia

Sangat membanggakan utk negri tercinta, sangat membanggakan juga utk HIV/AIDS activism, dan civil society yang bekerja utk pro-poor. Berita terakhir (dibaca dari website: http://www.homelessworldcup.org/ laman Fixtures & Results): Indonesia menang thd Denmark 7 - 4. Tx Katherine and Ginan

Anonymous 23 Agustus 2011 - 4:36am

untuk sementara tim indonesia peringkat pertama
http://www.homelessworldcup.org/paris-2011/tournament/group-stage/group-...

Salute !!

Carcass18 22 Agustus 2011 - 10:52am / Indonesia

Cadu mundur pantang mulang !
Mamprang !!

Iponk&#32;is&#32;playing&#32;poker&#33; 22 Agustus 2011 - 10:45am / indonesia

bangga dan salut........MANGPRANG.......

Rifki Aris Sandi 22 Agustus 2011 - 5:06am

Hebat... Meskipun tidak koar koar seperti Timunas "NormaL" mereka bisa...

Anonymous 22 Agustus 2011 - 12:07am

kabar terakhir mereka memenangi pertandingan pertama babak penyisihan gruop G, menang atas Rumania dengan skor 7 -4 dan sementara menempati peringkat 3 klasment dibawah Irlandia dan Scotlandia,, maju terus boy!!

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET