Gunjang ganjing dalam tubuh Badan Kehormatan DPR RI sehubungan dengan kasus sejumlah anggotanya yang melakukan studi banding ke Yunani dan ´mampir´di Turki, akhirnya sampai pada puncaknya.
Senin (29/11/2010) Pimpinan DPR dan fraksi DPR sepakat untuk merombak total Badan Kehormatan itu, demi menegakkan etika. Apakah perombakan dapat menyelesaikan masalah?
Tuntutan LSM
Ray Rangkuti, direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, adalah satu dari sepuluh LSM yang menuntut pemeriksaan terhadap anggota BK yang studi banding ke Yunani.
'Di Indonesia ini sulit optimis untuk sesuatu hal yang lebih baik apabila menyangkut partai politik, kinerja legislatif dan eksekutif baik nasional maupun daerah,' demikian Ray.
Namun setidaknya masalah yang secara kasat mata tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang duduk dalam badan kehormatan. Sebenarnya tidak serta merta bahwa melakukan pergantian terhadap anggota badan kehormatan maka otomatis akan terjadi perbaikan kinerja.
Sebaliknya, kita tidak pernah merasa putus asa karena setidaknya kita tidak membiarkan kemandulan BK ini menjadi sesuatu yang permanen. Dengan perubahan yang dicanangkan ini, sekalipun optimismenya sangat sedikit, tapi setidaknya penyakit itu ditinggalkan.
Wajib Memeriksa
Ray Rangkuti menambahkan sekalipun terjadi pergantian anggota BK, maka tidak karenanya semua laporan yang masuk ke BK, batal. Karena setiap orang yang melakukan pelaporan ke BK, pada dasarnya melapor kepada institusi dan bukan pada individu yang ada dalam BK.
Siapapun yang menggantikan anggota BK, wajib melanjutkan laporan-laporan masyarakat karena yang dilaporkan adalah anggota DPR ke satu institusi yang bernama Badan Kehormatan DPR-RI.
Terkait dengan tuntutan LSM untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggota BK yang melakukan studi banding ke Eropa, dalam hal ini ke Yunani dan kemudian transit di Turki itu, terkait dengan tingkah laku mereka sebagai anggota DPR. Jadi bukan saja sebagai anggota BK tapi sebagai anggota DPR. Sekalipun mereka telah digantikan, tidak serta merta tuntutan dibatalkan.
Kehormatan DPR
Bukan hanya delapan, tapi seluruh anggota BK yang diminta untuk diganti oleh LSM, demikian Ray menambahkan. Karena polemik berkelanjutan di antara mereka serta tingkah laku yang mereka lakukan dan sulit diterima publik sangat berimbas bukan saja bagi kinerja BK tapi kehormatan anggota DPR secara menyeluruh.
Bagaimanapun BK adalah insitusi yang anggotanya adalah orang-orang terpilih. Malah sekarang menjadi sumber masalah dan keributan akibat tingkah laku yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Menurut Ray Rangkuti, pernyataan bahwa mereka berhasil menjual furnitur Indonesia di Turki, justru semakin memperkuat alasan untuk segera dilakukan pemeriksaan terhadap anggota BK bersangkutan.
Alasannya, surat ijin mereka adalah studi banding ke Yunani tapi mereka transit di Turki dan melakukan promosi dagang Indonesia. Jadi ini berlawanan dengan tujuan. Kedua, apakah promosi yang dilakukan benar-benar untuk kepentingan bangsa Indonesia atau kepentingan individu?
Klik tanda panah di bawah ini, untuk mendengarkan wawancara selengkapnya:














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.