Belakangan di Belanda sering tertayang iklan Asia Pulp & Paper (APP) yang memperlihatkan bahwa perusahaan raksasa ini sangat peduli lingkungan. Namun berbagai organisisasi lingkungan seperti Greenpeace dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) berpendapat, produsen kertas ini lebih banyak merusak lingkungan ketimbang melindunginya.
Namun Aida Greenburry, Managing Director APP, mengatakan kepada Radio Nederland, bahwa perusahaannya sudah sejak sepuluh tahun lebih aktif mendukung konservasi hutan. "Salah satu pasokan utama untuk APP adalah kayu. Jadi kita mempunyai komitmen terhadap pengelolahan hutan lestari," katanya.
Harimau
Konsep sustainable forest management, tambahnya, mencakup beberapa elemen lain selain kayu. "Elemen biodiversitas, elemen pohon tanaman dan juga elemen terhadap hewan-hewan yang dilindungi di dalam areal tersebut."
Sehubungan dengan kegiatan perlindungan hewan ini, APP berperan penting dalam relokasi harimau Sumatra ke habitat barunya di Pulau Betet, Taman Nasional Semilang di Sumatra Selatan baru-baru ini.
Menurut Aida Greenburry, ada dua hal yang dilakukan APP sehubungan dengan harimau Sumatra ini. "Pertama proteksi habitat dan kedua adalah proteksi keselamatan harimau itu sendiri dari konflik harimau dengan manusia."
Managing Director ini menyadari bahwa pembangunan di Sumatra terjadi sangat gencar hampir sama seperti di Jawa. Sehubungan dengan harimau ini, Aida menjelaskan APP tidak mau mengulangi kesalahan yang terjadi di Jawa.
"Jadi dalam membuat planning pengembangan Sumatra, kita harus melindungi hewan-hewan tersebut," katanya.
Kampanye
Ditanya mengenai alasan kenapa APP gencar melancarkan kampanye peduli lingkungan di media Eropa, Aida mengatakan karena APP ingin menunjukkan bahwa pihaknya memang serius peduli lingkungan.
Dalam hal ini, tambahnya, APP mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia. "Pemerintah Indonesia mempunyai protokol khusus di mana hutan-hutan bernilai konservasi tinggi itu harus dilindungi dalam pengembangan hutan tanaman."
Terakhir, Aida menandaskan sekali lagi, perusahan-perusahan pemasok APP tidak menebang hutan alam semena-mena. "Tapi khusus yang mereka kembangkan jadi hutan tanaman adalah hutan-hutan tergredasi yang tidak mempunyai nilai konsesvasi tinggi."
Klik di bawah ini untuk mendengarkan.














kalau dibilang penipu semuanya marah, tapi kalau ditipu seperti pernyataan APP ini, semuanya diam. Indonesia benar benar negara merana.
kalau dibilang penipu semuanya marah, tapi kalau ditipu seperti pernyataan APP ini, semuanya diam. Indonesia benar benar negara merana.
kenyataan dilapangan sungguh jauh dari apa yang disampaikan oleh APP,
pembukaan hutan alam dan menghabisi hutan tempat tinggal satwa langka seperti harimau adalah pekerjaan yang tidak bisa dihitung lagi karena seringnya.
cukupkah pasokan kayu HTI untuk bahan baku APP?
berapa campuran kayu alam dalam bubur kertas APP?
hampir 50% areal APP tidak ditanami, ini bertolak belakang dengan pernyataan APP yang telah mengelola Areal HTI menjadi lestari.
sudah masukkah semua yang dilakukan APP dengan konsep HCVF?
Ibu Aida Greenburry, Managing Director. Iya, percaya aja d dengan apa yang diselatankan (diutarakan). Tunjukan juga usaha pelestarian hutan dan habitat nya secara gamblang dan proportional dengan iklan APP yang ada. Apakah APP tidak menggunakan celah yang ada dari kebijakan pemerintah RI ? Mari kita semua lebih pandai melihat apa yang terjadi, jangan di nina-bobo kan terus. Kepada Greenpeace dan Walhi, selamat menjalankan tugas.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.