Di dalam aparat untuk mempercepat gerak atom yang terbesar di dunia, kumpulan-kumpulan energi yang paling kuat akan saling berbenturan.
Para ilmuwan berharap di dalam terowongan bejana besar di CERN-complex, di perbatasan Prancis - Swiss, keadaan setelah terjadinya ledakan besar di alam semesta atau Big Bang akan ditiru. Sementara hal itu dilakukan sepenuhnya hanya dari keingin-tahuan ilmiah.
Kumpulan partikel-partikel kecil, yang disebut proton, bergerak dengan kecepatan sama dengan kecepatan sinar, dengan arah yang berlawanan dalam terowongan bulat sepanjang 27 kilometer, the Long Hadron Collider. Dengan penentuan arah yang tepat, gugusan atau kumpulan partikel itu saling berbenturan. Setiap benturan menciptakan keadaan seperti setelah terjadinya ledakan besar atau Big Bang. Lima detektor mencatat keadaan partikel-partikel yang dihasilkan.
Tidak hanya kecepatan gerak kumpulan-kumpulan proton yang dihitung, tetapi juga berapa besar energi yang dibutuhkan. Dengan langkah kecil saja energi itu dipertinggi. Selasa ini adalah saatnya hal itu terjadi. "Jantung kami berdetak dengan penuh harapan", ujar peneliti Paul de Jong, dari Institut Nasional untuk Fisika Sub-atom (Nikhef) yang berhimpun di Genewa.
"Yang paling menegangkan adalah bahwa gugusan atau kumpulan pertikel itu untuk pertama kali pada energi yang paling tinggi, yang pada saat ini dapat kami capai, dan ini memang merupakan rekord dunia, bahwa kedua gugusan itu saling berbenturan. Dengan itu kami untuk pertama kali mendapatkan proton-proton yang berbenturan, dan mencapai energi tertinggi yang pernah dicapai selama ini. Jadi sebenarnya mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dan kami mencoba akan menghitungnya''.
Partikel yang hilang
Ledakan proton dan jumlah energi yang ekstrim yang muncul, sama dengan keadaan apa yang terjadi 14 milyar tahun yang lalu. Di alam semesta yang masih muda itu terjadi kekalutan. Tetapi ada partikel yang meredam kekacauan itu. Masalahnya yalah adanya partikel-partikel yang lenyap.
Partikel Higgs misalnya, yang dijuluki Gad Particle atau Partikel Tuhan. Partikel-partikel elementer yang paling akhir hilang menyebabkan partikel yang lain mendapatkan massa. Tanpa Higg tidak terbentuk struktur atau susunan partikel. Belanda ikut membuat instrumen khusus, Detektor Atlas, untuk melacak partikel yang berteka-teki ini.
Materi yang lebih gelap
Sebenarnya masih banyak lagi berkas-berkas teka-teki yang hilang, jelas Direktur Frank Linde dari Nikhef.
"Kami dengan carmat mencari jenis-jenis pertikel yang bisa menjelaskan materi di alam semesta kita ini. Dengan cara lain kami mengetahui bahwa materi yang kita jumpai di ruang rumah kita dan kita punya pengalaman terhadapnya, elektron-elektron dan proton-proton, sekitar 4 persen dari materi tersebut berada di alam semesta. Selebihnya kami tidak tahu apa itu".
Para ilmuwan mengira bahwa 96 persen sisanya, teridiri dari 'materi gelap' dan energi gelap. grup peneliti nya Paul de Jong melacak bagian-bagian yang ledakan itu, yang bisa jadi berasal dari materi gelap itu. Kalau itu berhasil, akan merupakan pesta-ria bagi para pakar perbintangan.
"Ya betul sekali. Saya kira ada kemajuan besar untuk mengerti bagaimana alam semesta tercipta dan bagaimana struktur alam semesta tercipta, bima sakti, bintang-bintang, yang sebenarnya masih teka-teki."
Sudah tiba saatnya
Fase baru ini dianggap Frank Linde, direktur Nikhef, sebagai puncak yang sudah lama dinantikannya. Sekitar sepuluh tahun lalu ia ikut melakukan esperimen ilmiah terbesar. Sejak itu, ia tetap aktif di bidang ini.
"Sekarang tiba saatnya kita akan memperoleh data-data pengukuran. Selain itu, adalah mahkota dari semua kegiatan yang akhirnya bisa dimulai. Maka semua upaya yang dilakukan akan membuahkan hasilnya."
Jadi pemercepat partikel pada 18 sampai 24 bulan mendatang akan berputar maksimal, hanya diselingi oleh reparasi tahun ini. Data-data pertama baru bisa didapatkan beberapa bulan lagi. Walhasil, sain juga berada di kawasan yang tidak pasti.














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.