Jutaan anak-anak Korea Utara kekurangan pangan. Korea Selatan dan Amerika Serikat mempertanyakan manfaat bantuan pangan kepada negeri tersebut. Demikian harian sore NRC Handelsblad.
Haruskah sebuah negara bekerja sama dengan rezim penindas untuk mencegah kelaparan serta melindungi mereka terhadap penyakit mematikan?
Masyarakat internasional sedang menghadapi pertanyaan moral itu. Negara komunis Korea Utara tampaknya tidak menghadapi masalah dalam memproduksi senjata nuklir, namun pada waktu bersamaan tidak mampu memberikan pangan kepada rakyatnya.
Kekurangan pangan
Korea Selatan, yang paling prihatin akan nasib rakyat di negara tetangganya, pekan ini mengumumkan melanjutkan kembali bantuan medis untuk rumah sakit di Korea Utara, melalui PBB. Pemerintah di Seoul mengatakan ingin membantu balita dan kelompok rentan lain masyarakat di Korea Utara.
Organisasi anak Unicef melaporkan, di negeri tersebut, satu dari lima anak-anak di bawah usia lima tahun dan kelompok masyarakat rentan lainnya kekurangan gizi. Menurut PBB enam juta orang membutuhkan bantuan pangan.
HUT ke-100
Walau demikian, Korea Selatan tidak menyinggung kemungkinan melanjutkan bantuan pangan. Juga PBB, sejak tahun 2009, menolak memberikan bantuan kepada Korea Utara. Mereka cemas bantuan tidak mencapai orang-orang yang membutuhkannya, yaitu bayi dan ibu, melainkan jatuh ke tangan militer atau disimpan untuk baru dibagikan tahun berikutnya.
Pada waktu bersamaan, rezim totaliter pimpinan Kim Jong-il ingin merayakan HUT ke-100 ayahnya secara meriah, tulis NRC Handelsblad.
Berlebihan
Amerika Serikat dan Korea Selatan menganggap pemberitaan tentang kekurangan pangan di Korea Utara berlebihan. Namun kantor berita Reuters membawa bukti baru. Pekan lalu wartawan Reuters kembali dari kunjungan ke negeri tersebut, membawa gambar-gambar mengejutkan balita kekurangan gizi.
Akibat kekurangan gizi, beberapa bayi mengalami penyakit kulit kepala dan tubuh, serta rambut rontok. Banyak anak juga mengalami gangguan pertumbuhan. "Belum pernah sebelumnya saya melihat anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan begitu parah, bahkan di Etiopia saya tidak melihat hal itu," kata seorang staf Dokter Nir Batas cabang Prancis.
Kecil dan kurus
Orang Korea Utara pada umumnya, jadi juga orang dewasa, sangat kecil dan kurus. Ini kemungkinan akibat kekurangan gizi selama bertahun-tahun. Angkatan bersenjata Korea Utara sudah lama menyesuaikan tinggi badan untuk bisa masuk tentara. Kalau tidak, maka bakal tidak cukup orang yang diterima.
Imbauan PBB awal tahun ini kepada masyarakat internasional untuk membantu Korea Utara, tidak mendapatkan banyak tanggapan. Uni Eropa memutuskan menyumbang sepuluh juta euro. Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk sementara masih menolak memberi bantuan.
Kedua negara ingin agar Korea Utara bersikap lebih kooperatif dalam program pelucutan senjata nuklir, sebelum bisa menerima bantuan. Demikian NRC Handelsblad.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.