Menurut rencana terakhir, pimpinan operasi militer Belanda di Uruzgan, Afghanistan, diambilalih oleh Amerika Serikat. Militer Amerika ini akan melanjutkan misi itu antara lain bersama Australia dan Singapura.
Demikian Panglima Angkatan Bersenjata Belanda Jenderal Peter van Uhm di acara televisi Pauw en Witteman.
Peran militer Amerika tersebut masih harus disetujui oleh pakta Atlantik Utara NATO. Van Uhm berharap mereka akan mengambilalih kontainer berlapis baja dan peralatan militer Belanda lainnya. Dengan demikian biaya penarikannya bisa berkurang. Sekarang ongkosnya diperkirakan sekitar 200 juta euro. Militer Belanda tinggal, tidur dan makan di kontainer berlapis baja. Lapisan baja itu melindungi mereka dari serangan. Sarana air dan energi juga bisa diambilalih, kata Van Uhm.
Pangkalan
Van Uhm menghendaki kedua kamp Belanda dipertahankan, masing-masing di Tarin Kowt dan Deh Rawod. Pangkalan yang lebih kecil dekat Chora akan diambilalih militer Australia dan pos-pos kecil lainnya diambialih dinas keamanan Afghanistan. Van Uhm merujuk kepada kemajuan-kemajuan dalam melatih polisi dan tentara Afghanistan. 600 agen polisi di Uruzgan sudah mendapat pelatihan mendasar.
Sumbangan Belanda bagi satuan ISAF di Uruzgan berakhir 1 Agustus mendatang. Sejumlah warga Belanda akan tetap aktif di staf ISAF setelah penarikan mundur militer Belanda. Proyek-proyek pembangunan tetap diteruskan. Direncanakan juga suatu misi polisi kecil di Afghanistan dengan perlindungan militer. Majelis Rendah Belanda belum lama ini meminta kabinet mempersiakan usulan untuk misi tersebut, bila perlu di Uruzgan. Kabinet Belanda jatuh Februari lalu karena tidak sepakat soal perpanjangan misi Belanda di Uruzgan dalam ukuran yang lebih kecil.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.