Enam tahun lamanya, situasi di Ambon kelihatan tenang. Dari 1999 hingga 2004 terjadi pertikaian berdarah antar umat agama di Maluku. Sekitar 9000 orang tewas. Tahun 2004 ditandatangani persetujuan damai. Situasi di kepulauan tersebut kelihatan terkendali. Tetapi ketenangan itu hanya di lapisan luar saja. 11 September lalu, tanpa diperkirakan sebelumnya, kembali pecah pertikaian. Koresponden Michel maas mengunjungi Ambon dan melihat bagaimana pekanya situasi di pulau tersebut:
Hanya diperlukan satu sms saja, yang menyebutkan bahwa seorang supir ojek tewas di Ambon. Esoknya kota ini berubah menjadi ajang pertikaian. Tiba-tiba pecah lagi pertentangan antara umat muslim dan Kristen di Ambon. Tidak ada seorang pun yang mengira hal itu bisa terjadi lagi. Begitu pula Jack Manuputy seorang aktivis perdamaian dari Gereja Protestan di Ambon:
"Saya kecewa karena masyarakat terpancing lagi. Kekecewaan saya lebih karena konflik yang berulang lagi seperti yang dulu. Kekecewaan saya yang berikut karena ternyata perjalanan kami masih jauh. Provokasi dilakukan tidak sporadis dan tidak spontan. Memang ada mungkin... tapi ada juga beberapa pola yang kami lihat secara taktis dan sistematis dilakukan. Sebagai contoh, teman-teman memperoleh SMS, meminta klarifikasi pada menit yang sama, jam yang sama, pada hari yang sama, ada dua peristiwa. Pembunuhan anak muslim dengan motor di depan gedung DPR di belakang Soya. Anak muslim yang katanya jatuh dan dibantai di situ. Tapi pada menit yang sama, berkembang isu bahwa teman-teman Kristen meminta klarifikasi terjadi pembunuhan satu anak Kristen dengan motor di daerah pasar. Wilayah dominan Muslim. Setelah kami melakukan pengecekan dua-duanya tidak benar. Kami melakukan counter terhadap itu dengan berkata ini kita punya musuh yang sama. Lihat dua SMS yang masuk dengan pola yang sama pada menit yang sama."
Berdampingan
Hal yang sama juga dikatakan oleh Haji Hasyim, Imam Mesjid Al Falah di Ambon. Ia ingat akan masa lalu, masa di mana umat agama hidup berdampingan dengan damai. "Pada zaman dulu kala, tahun 50-an hidup antara orang tua-tua Kristen sama Islam selalu berdampingan. Kristen kalau membangun gereja, maka orang-orang Islam membantu bersama-sama."
Wakil Walikota Ambon Muhamad Armyn Syarif Latuconsina mengatakan, satu-satunya yang bisa kembali mendamaikan Ambon adalah masyarakat sendiri, bukannya aparat.
"Ambon tidak mungkin didiami oleh cuma masyarakat Kristen. Atau oleh cuma masyarakat muslim. Muslim dam Kristen itu sudah given. Inilah yang kita harus jadikan sebuah modal untuk membangun modal ke depan. Tidak ada orang lain yang bisa menyelamatkan Ambon, aparat sekalipun. kekuatan hanya ada pada masyarakat lokal. Atau masyarakat yang tinggal di Ambon. Itu yang kemudian bisa menghambat semua konspirasi apapun. Itu menurut saya."
Trauma
Tapi kenyataannya jauh lebih sulit. Berusaha memecahkan persoalan itu sendiri, orang Ambon masih trauma pertikaian tahun 1999 lalu. Kelihatannya trauma itu belum hilang, kata Jack Manuputy dari gereja Protestan Ambon:
"Semua kita ini punya trauma. Ya akibat (tahun, red) 99 itu ya? Kalau trauma itu dipicu oleh kenyataan yang ada, ya trauma itu bangkit lagi. Belum hilang itu sebetulnya."
Contohnya kampung Waringin, sebuah perkampungan muslim di Ambon. Letaknya boleh dibilang di lini depan. Mereka selalu menjadi korban apabila pecah pertikaian baru. Akibat insiden terakhir banyak penduduk yang terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka. Aatu dua penduduk kembali ke kampung tersebut, untuk melihat situasi.
"Kan sudah tiga kali kejadian nih di sini. 99, 2004 dan sekarang, 2011. kalau kita masih dilindungi, ya Alhamdulillah, kita mungkin kembali."



























Kalau orang Jawa dan pro Jawa Indonesia diminta pendapatnya tentang Ambon, maka ceritranya jauh lebih lain dari anak asli maluku. Kalau Gumernur, Pannglima TNI dan POLRI ya katakanlah yang berbau keJawa jawan itu, maka ceritranya selalu membela kejahatan dan melindunginya. Tetapi rasa cinta dan harga diri sebagai anak asli Maluku, berbicara dan berperasaan juga lain. Untk keberapa kalikah pemerintah Indonesia dengan segala kekuatan militernya datang dan menghancurkan Maluku? Tahun 1950 Soekarno membom kota Ambon dan menyerang semua rakyat tanpa bersalah, 199 sampai dengan 2006 jakarta dengan kekuatan intelejen dan TNI dan POLRI berbaur dalam konsep Jihat menyerang Maluku, 11 September 2011, permainan intelejen dan TNI dan POLRI dari Jakarta, menghasut kekacauan di Ambon, adalah semta proyek pemerintah Indonesia. Dan itulah arti sesungguhnya dari Pancasila dan bineka tunggal ika. Pancasila merusak rakyat dan bangsa, pancasila membuat jurang pemeisah kehidupan bangsa. Dan itulah pemerintah Indonesia dengan pancasilanya. Jadi kekacauan di maluku, itu adalah prakarsa intelejen, TNI dan POLRI dalam peran politik mereka sebagai yang terpenting dinegara itu. Jadi selama kekacauan yang terjadi di Maluku sejak tahun 1950 itu, sampai dengan hari ini, adalah sama motifnya. kekuasaan adalah di Jakarta dan militer.
Saudara, untuk menjadi ketahuan saudara semuanya bahwa, pada tanggal 10 Oktober 2011 mendatang, Pemerintah Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda berhadapan langsung dengan pemerintah kerajaan Belanda menyangkut status kepemerintahannya di Belanda dan sekaligus menyangkut vonis pengadilannya terhadap SBY president ilegal dan kriminal international dibulan Oktober 2010 berlalu di Pengadilan Den Haag Belanda. Tujuan dari pemerintah kerajaan Belanda agar pemerintah RMS bisa mati kutu dan tidak lagi berkutik apapun bila dikalahkan dalan pengadilan nanti. Tapi ingatlah bahwa, kalau RMS dikalahkan tetap saja kita naik banding sampai ketingkat Pengadilan International juga di Den Haag belanda jadi itu tidak sulit buat kami. Kalau kita menang, RMS merdeka. Dan pemerintah kerajaan Belandalah yang bertanggungjawab sampai ketingkat International dan PBB untuk mengakui status kedaulatan kami dan sekaligus menjadikan kami anggota PBB. Ini semua mempunyai resiko. Untung dan rugi. Untuk itu kami memintakan bantuan semua saudara agar bantulah kami dalam doamu, karena ini tanggungjawab kita semua Salam Sarani anak cucu alifuru dari Nunusaku Nusa Ama Ina. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God Bless you all.
Sebenarnya bUkan AMbon saja yang tenang,seluruh rakyat Indonesia juga tenang dan tidak ada masalah.Semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indoensia itu memang sudah teruji sejak zaman perjuangan melepas penjajahan Belanda.Tapi permasalahannya adalah sejak dilakukann aksi kudeta oleh suharto dengan Angkatan Daratnya dan Mahasiswa Angkatan 66 binaan Amerika yang dengan sepak terjang aksi pengecut,tipu2,rekayasa,penculikan,penembakan misterius,pembatasan pers,pengawasan ulama/pendeta berkutbah,pembatasan partai,pembatasan berseni,dll dengan alasan untuk membasmi komunisme dan telah menelan korban lebih dari 5 juta rakyat Indonesia,maka saat ini keadaan Indonesia jadi tidak menentu dan sangat berasa akibatnya bagi kalangan bawah rakyat Indonesia yang merupajkan mayoritas. Akibat sepak terjang Suharto dengan Orbanya yg merupakan kaki tangan Amerika maka sekarang ini walaupun Suharto telah turun dan jadi bangke,tetap saja murid2nya salah satunya SBY melanjutkan rezimnya sehingga saat ini aksi korupsi dimana-mana,tiada hari tanpa Kolusi,bagi2 jabatan untuk anak cucu menantu kakek neneknya,besannya.Dan,kekayaan alam Indonesia makin cepat habis digondol mereka dan Amerika (Saat menjelang Sukarno akan dikudeta oleh SUharto dengan bantuan Amerika,rupanya suharto telah menjual bangsa Indonesia dengan melakukan deal ke amerika utk boleh mencaplok kekayaan Indonesia diberbagai daerah(Riau,Jawa,Papua)utk keuntungan Suharto keluarga dan Amerika...mantaaap Suharto ini! mungkin dia ini orang terkaya di dunia).Malah diantara mereka orang2 suharto tsb sisa2 Orba saling jegal menjegal.Pemerintahan yg berlangsung djegal oleh orang2 sebelumnya padahal mereka sama2 kaum suhartois dengan merekayasa konflik/kerusuhan dimana-mana,teror bom dll,sehingga kalangan bawah mayoritas rakyat Indonesia benar2 terbakar spt rumput disulut api,apinya adalah para sisa2 Orba (eks jendral dan cendana)saling baku bunuh sia2(contoh AMbon rusuh,dan areah2 lain menjadi gerakan speratis).Supaya yg kalah sebelumnya bisa naik kembali artinya sama2 mereka (Sby dan sisa2 orba lain) sesama anjing berantem melulu rebutan tulang supaya bisa KKN forever untuk tujuh turunan mereka seperti gurunya:Pak Harto Bapak Pembangunan yg telah sukses melakukan pengkorupsian dari hulu hinga hili utk tujuh turunannya.Kesimpulannya kalo kita ingin berubah pengidupan lebih baik, kita rakyat Indoensia harus berani katakan tidak kepada sisa2 orang suharto dan yang menginginkan kembalinya zaman Orba zaman kegelapan
Semoga Tuhan memberkati kita semua... sehingga tidak terpancing oleh berbagai aksi dan isu-isu menyesatkan yg hanya menginginkan konflik Ambon terulang kembali.
betul di permukaan memang tampak tenang, tapi di bawah tanah teroris sedang membangun kekuatan. Ini beritanya :
http://hankam.kompasiana.com/2011/09/29/atasi-terorisme-kita-perlu-komis...
Konflik yg berujung korban jiwa dan harta tidak ada untungnya hanya dendam yg selalu menghantui dalam jiwa seseorang , masyarakat Ambon hendaknya lebih dewasa lagi dalam menghadapi setiap masalah maupun adanya isu dan provokasi yg dilakukan orang2 yg tidak bertanggungjawab..harus bisa menahan diri untuk berbuat yg akan merugikan diri sendiri dan orang lain, hendaknya masyarakat Ambon bertekad untuk tetap bersatu antar sesama...janganlagi ada konflik antar sesama di ambon...
Masyarakat bahu membahu dgn aparat keamanan utk menjaga perdamaian karena tugas menjaga perdamaian bukan hanya tugas aparat keamanan saja akan tetapi tugas setiap orang utk dapat hidup dgn damai...KITA INI SEMUA SAUDARA KEDEPANKAN PERSAUDARAAN KUNCI DAMAI DI AMBON.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.