Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 19 Mei  
tank Leopard Belanda
Avatar Joss Wibisono
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Alutsista dan Belanda Obralan Senjata

Diterbitkan : 16 Januari 2012 - 10:58am | Oleh Joss Wibisono (Foto: Artz!)
Diarsip dalam:

Alutsista, singkatan alat utama sistem senjata, bisa dikatakan merupakan kesatuan persenjataan TNI. Walaupun sekarang program itu tidak melulu menyangkut pengadaan senjata, tapi tidak lama lagi Alutsista akan juga berarti penambahan tank Leopard milik Belanda. Maklum negeri bekas penjajah itu sekarang sedang obralan senjata.

Pemerhati militer Tjipta Lesmana berpendapat pada dasarnya Alutsista hanya konsep jangka pendek, paling jauh jangka menengah. Tujuannya menggantikan sejumlah tank yang sudah tua sekali, sudah berusia 40 sampai 50 tahun. Sudah saatnya, demikian Tjipta, tank itu dibesituakan.

Terkait:

Untuk jangka panjang, misalnya 10 tahun atau 20 tahun ke depan, Tjipta Lesmana menilai TNI atau Kemhan belum memiliki konsep yang matang. Dengan citra terpuruk pada masa Orde Baru, TNI jelas kesulitan. Perlawanan di dalam negeri tetap besar, baik dari parlemen maupun dari LSM.

Membina hubungan
Sebuah juklak Kementerian Pertahanan menegaskan sekarang Alutsista lebih memprioritaskan pemeliharaan daripada pengadaan senjata. Maklum, demikian juklak itu, anggaran pemerintah terbatas. “Ini berarti Kemhan mengambil langkah yang pragmatis, memelihara, baru mengganti yang sudah tua,” demikian Tjipta Lesmana.

Untuk periode 2010 sampai 2014, TNI memperoleh anggaran sebesar Rp. 14 triliun yang jelas juga bisa digunakan untuk belanja senjata.

Salah satu tujuan belanja senjata itu adalah Belanda. Maklum Belanda yang dilanda kesulitan ekonomi sedang melakukan penghematan besar-besaran dengan, antara lain, merampingkan angkatan bersenjatanya.

Den Haag mengobral banyak peralatan militernya. Dan Indonesia tertarik pada paling sedikit dua jenis, tank Leopard serta pesawat tempur F16.

Belanda sebagai tujuan belanja militer ini tidaklah mengherankan, paling sedikit bagi Haryo Adjie, penulis buku tentang kavaleri Indonesia. “Indonesia Belanda sudah membina hubungan di bidang militer cukup lama,” katanya.

Menurut Adjie banyak juga peralatan militer Indonesia yang berasal dari Belanda. Pada tahun 1980an dan 1990an Indonesia membeli fregat Belanda yang kemudian digunakan TNIAL. Karena itu Haryo Adjie tidak melihat ada masalah dengan Belanda.

Mahzab tank ringan
Yang baginya merupakan pertanyaan besar adalah seberapa jauh belanja senjata di Belanda ini akan cocok dengan Alutsista. Haryo Adjie cenderung berpendapat faktor-faktor luar negerilah yang menyebabkan Indonesia berniat membeli senjata di Belanda.

Pertama ada kesempatan beli tank murah ketika Belanda mengobral tank Leopardnya. Kedua, negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga sudah memiliki tank moderen dan berat. Malaysia misalnya sudah punya tank berat PT 91 buatan Polandia.

Dua faktor luar negeri ini memang belum tentu sejalan dengan keperluan persenjataan Indonesia.

Dalam soal tank Haryo Adjie tegas: Indonesia menganut mahzab tank ringan. Tank-tank Indonesia, misalnya PT 76, AMX 13, dan Scorpion termasuk tank kecil yang beratnya tidak lebih dari 15 ton. Sementara tank Leopard mencapai 60 ton, empat kali lipat tank Indonesia sekarang.

Hal ini ditekankan oleh Edward Lukman, pengamat persenjataan dari Universitas Indonesia. Kalau nanti Indonesia akhirnya membeli tank Leopard juga, maka akan harus ada penyesuaian yang tidak kecil.

Edward juga menunjuk pada maraknya perdebatan mengenai cocok tidaknya tank Leopard ini untuk alam Indonesia. “Indonesia jelas bukan Irak atau Afghanistan yang dianggap ideal bagi Leopard,” kata dosen Universitas Indonesia ini.

Skenario Scorpion
Di luar pelbagai faktor kemiliteran itu, Haryo Adjie masih menunjuk satu faktor politik yang juga layak diperhitungkan. Itulah larangan Inggris untuk mengerahkan tank Scorpion di Aceh, sewaktu di Serambi Mekah ini masih belum dicapai perjanjian perdamaian. Kena larangan itu akhirnya tank Scorpion memang tidak dikerahkan di Aceh.

Sekarang parlemen Belanda sudah meloloskan mosi yang melarang penjualan tank Leopard ke Indonesia. Pemerintah Belanda belum mengambil keputusan apakah penjualan ke Indonesia itu akan diteruskan.

Perundingan kedua negara mengenai rencana penjualan ini konon juga masih terus berlangsung. Kalau kelak penjualan itu benar-benar berlangsung, Haryo Adjie tidak menutup kemungkinan skenario Scorpion di Aceh akan kembali berulang bagi Leopard.

Bagi Edward Lukman, pengamat kemiliteran Universitas Indonesia, Alutsista sebaiknya diarahkan pada pembinaan Angkatan Laut dan pengembangan Angkatan Udara. Baginya itulah yang benar-benar dibutuhkan oleh Indonesia dan juga tidaklah berarti bahwa Angkatan Darat ditinggalkan.

Kalau apa yang disebutnya sebagai dua matra itu menjadi moderen, maka Angkatan Darat juga akan punya ruang gerak. “Jadi saya pikir tidak salah kalau ke depan itu diberi fokus pada dua matra tadi, AL dan AU,” demikian Edward Lukman.

Diskusi

Inlander 13 Januari 2013 - 7:25pm / Indonesia

Sedih saya baca komentar saudara-saudara sekalian ... kalau begini semangatnya maka bangsa kulit berwarna tidak akan pernah merdeka 100% !!! kalau inlander jawa berkelahi terus dengan inlander Ambon, inlander papua dan inlander lain-lainnya, kira-kira kalau kita orang hancur semua siapa yang akan senang ????? sebaliknya kalau semua inlander bersatu dan menjadi kuat kira-kira siapa yang akan tidak suka ???? ingatlah politik "devide et impera" yang dijalankan oleh bangsa lain sejak jaman dahulu ... lihat saja sekarang orang aborigin, orang maori jadi apa mereka???
Indonesia dikelilingi oleh negara-negara persemakmuran (commonwealth) yang tidak mau melihat Indonesia jadi kuat !!! agen-agen mereka termasuk inlander yang jadi antek2 nya dengan giat mencari peluang setiap saat untuk menghancurkan negara kepulauan ini !!! karena dengan kekayaan alam yang dimiliki, mereka tidak mau ada negara Asia sekuat China tumbuh di bumi bagian Selatan !!! ... kalau inlander ambon dan inlander papua mau lebih maju berusahalah untuk mendapatkan otonomi lebih besar seperti Aceh atau Jogjakarta ... tapi kalau memisahkan diri ... kalian akan digilas dan dijajah oleh bangsa-bangsa tuan besar ... dan kita semua jadi jongos walaupun mereka menyebut anda dan saya sebagai BROTHER and SISTER !!! ... lihatlah apa yang terjadi dengan TIMOR LESTE dan kekayaan gas dan minyaknya??

mbahpur 18 Januari 2012 - 6:58pm / Indonesia

mbahpur 18 Januari 2012 - 5:55pm / Indonesia

@mbahpur mengucapkan terima kasih kepada mas Bari Muchtar dan Redaksi Ranesi yang telah memperhatikan usulan @mbahpur, yaitu agar para komentator mempergunakan kosa kata yang sopan. Disini sopan tidak harus tidak kritis dan memble atau CUPU (culun punya, istilah mahasiswa2). Dan kritis dalam ber expresi mengutarakan pendapat juga lain dengan kurang ajar dan ngawur.
Semoga pendapat komentator2 di RANESI ini dapat membawa ide2 sebagai brain storming positif bagi semuanya.. Terutama bagi situasi kedua Negara, RI dan NL.

Anonymus 18 Januari 2012 - 9:06pm / Indo

Dengan cara ini saja dapatlah kita mengerti bahwa Jawa benar benar Jawa Indonesia. Jenderal Jawa, terroris jawa, President Jawa, RANESI Jawa. Bikin RANESI tutup RANESI Jawa. Ini semua adalah permainan Jawa dan untuk Jawa Indonesianya.

mbahpur 19 Januari 2012 - 11:58am / Indonesia

didalam setiap media massa, syarat sopan santun dalam menulis komentar adalah normal. Hal biasa. Jadi adalah hal biasa, apabila RANESI menulis seperti ini: (bisa dibaca diatas kolom menulis komentar).

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Anonymus 18 Januari 2012 - 8:32pm / Orang Indonesia buta sejarah

mbahpoer, anda juga termasuk seorang PENGECUT. kalau berani masuk dunia dengan segala gejolaknya, maka mau atau tidak mau, segalanya haruslah dihadapi. Ini namanya gejolak ORDELAMA dan ORDEBARU dimainkan di Belanda oleh RANESI bersama mbahpoernya. Buka semua kepalsuan dan kejahatan pemerintah NKRI selama ini terhadap negara negara lain yang dirampoknya itu, jangan disembunyikan. Itu namanya pengecut.

provocatoria 18 Januari 2012 - 9:54am / israel

Rms N Papua kalian mau bikin negara apa? emang bisa bangun negara? ikut orang jawa aja enak. :D kalian kan terbelakang hanya emosi yg diutamakan.

J.H. Werinussa *** RMS *** 17 Januari 2012 - 7:01pm / Republik Maluku Selatan *** RMS ***

Berperang dan berlaku tidak adil itu, itu adalah perbuatan orang bodoh dan tolol. Untuk itu, Pemerintah RMS bersama semua anggota Pemerintahannya tidak akan berperang, karena PBB dan Pengadilan International di Belanda itulah, yang menjadi sasaran perjuangan Pemerintah RMS. Perjuangan kami itulah KEBENARA, KEDAILAN dan HUKUM atau PERATURAN. Kami berjuangan dengan kebenaran, kami berjuang dengan keadilan, kami berjuang dengan menggunakan semua ketentuan HUKUM International dan peraturan PBB. Jadi kami tidak membutuhkan persenjataan, karena itu Negara dan Tanah kami Republik Maluku Selatan. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God bless RMS amin. Apa gunanya Berperang?

Sabdo Palon Noyo Genggong 17 Januari 2012 - 4:38pm

indonesia pernah membeli A4 Skyhawk dari israel 1979 -1980.
tidak aneh kalau sekarang membeli dari belanda, kemampuan sebagian besar memang baru membeli, ada juga yg diproduksi tp bukan senjata berat

Chiang Kai sek 17 Januari 2012 - 7:28am / Indonesia

Impian Orang dungu.... kwek...kwek...kwek!!!!
berapa sih kekuatan RMS. !?Jangankan RMS. Inggris & Holland saja angkat kaki dari Indonesia... Dasar Goblok...!!

BINTANG KEJORA, HIDUP OPM 17 Januari 2012 - 4:01pm

HEH ANJING JAWA, TUKANG TIPU KUBUNUH KAU, TENTUKAN TEMPAT DAN WAKTU DIPAPUA BARAT DIMANA SAJA, JAWA-JAWA ADALAH BABU BABU ARAB, SUDAH MALU JADI JAWA KAU NYAMAR JADI CINA

butongpay 18 Januari 2012 - 12:37am / Indonesia

hey binatang kejora item jelek, kriting bau babi, begok, nggak punya budaya, paling2 panah, koteka, tanam singkongpun tak bisa. paling ambil ubi talas di hutan. yang kayak beginian, orang utan aja bisa.

Anonymous 17 Januari 2012 - 5:47pm

Hei Bintang kejora, anda belum jadi apa2 saja sudah mau membunuh orang. Bisa dibayangkan klu anda yang berkuasa. Pasti lebih sadis dan haus darah....

BINTANG KEJORA, HIDUP OPM 17 Januari 2012 - 6:06am / PORT MORESBY, PAPUA NEW GUINEA.

SELAMAT KEPADA KITA PUNYA SEKUTU, RMS.,SALAM MERDEKA, TUNGGU PAPUA NEW GUINEA AMBIL PERANAN, JAWA AKAN DIBURU HABIS DARI MALUKU.

Anonymous 17 Januari 2012 - 10:53am

KOK YANG DIANDALKAN PAPUA NEW GUINEA, SEBUAH NEGARA YANG HIDUP SEGAN MATI TAK MAU. APA YG BISA DIBUAT PNG ? KALIAN YANG AKAN DIBURU SAMPAI HABIS.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...