Afrika Selatan menghapus enam dari tiga belas kerajaan tradisional yang ada di negara tersebut. Menurut Presiden Jacob Zuma keenam kerajaan tersebut adalah peninggalan jaman rejim apartheid. Apabila raja atau ratu dari enam kerjaan itu wafat, tidak akan dicari pengganti.
Sebelum keputusan penghapusan tersebut diambil sudah dilakukan penyelidikan selama enam tahun terhadap kerajaan tradisional. Beberapa dari kerjaan tersebut pada masa apartheid dipakai untuk memecah belah warga berkulit hitam. Rejim mendukung kerajaan tersebut dan mendapat dukungan sebagai gantinya.
Penguasa berkulit putih pada masa apartheid mendirikan berbagai wilayah administrasi berdasarkan kelompok etnis. Berbagai wilayah tersebut kemudian dihapus setelah jatuhnya apartheid pada 1994.
Enam kerajaan yang dihapus tidak pernah dituduh mendukung rejim apartheid. Menurut Zuma langkah tersebut diambil untuk mengurangi ketegangan antara kelompok etnis yang bertikai. Selain itu ini adalah langkah untuk menghemat pengeluaran negara: setiap kerajaan mendapat subsidi dari pemerintah.
Raja atau ratu yang ada sekarang cuma memegang fungsi simbolis saja dan tidak punya kekuatan politik. Kerajaan yang masih diijinkan adalah Kerajaan Zulu dan Xhosa, dua etnis paling besar di Afrika Selatan.





















It was just a political strings attached
:(
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.