Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Advokat Belanda
Avatar Thijs Bouwknegt
Map
Amsterdam, Belanda
Amsterdam, Belanda

Advokat Hukum Pidana Internasional Asal Belanda

Diterbitkan : 17 Juli 2011 - 11:30am | Oleh Thijs Bouwknegt (Foto © RNW)
Diarsip dalam:

“Satu kaki kami selalu berada di Belanda. Kami bukan pengembara dalam ajang hukum pidana internasional.” Demikian penegasan Michiel Pestman, seorang advokat.

Dalam waktu dekat ini, ia segera akan pindah ke Phnom Penh. Namun, akan tetap berhubungan intensif, dengan kantornya di pusat kota Amsterdam. Melalui kantor tersebut, Michiel Pestman dan beberapa rekan advokatnya memberi bantuan hukum pada korban dan terdakwa berbagai kasus pelanggaran hak azasi manusia. Kasus-kasus yang cukup menghebohkan.

Göran Sluiter sedang berbicara melalui telepon dengan seorang jurnalis mengenai prosedur penyerahan Ratko Mladic ke Tribunal Yugoslavia. Liesbeth Zegveld sedang menunggu vonis mengenai tuntutan kompensasi bagi para korban di Srebrenica. Victor Koppe baru saja tiba dari kunjungan ke Kamboja, setelah sebelumnya berkeliling ke Sri Lanka dan Rwanda. Dan Michiel Pestman sedang sibuk menangani urusan pindah ke Kamboja, untuk kasus perkara di Tribunal Khmer Merah.

Banyak Kasus di Berbagai Negara
Jarang terjadi, empat advokat tersebut hadir bersama di kantor mereka di Amsterdam. “Kami semua sibuk,” kata Victor Koppe, yang segera akan pergi lagi.

“Jika dalam waktu dekat ini kami harus menangani kasus perompak Somalia, jelas harus ada penambahan tenaga,” tambah Michiel Pestman.

Göran Sluiter: “Jangkauan Mahkamah Pidana Internasional, ICC, makin luas. Kasus dan negeri yang terlibat makin banyak.” Pria ini sekarang sedang mengurus permohonan suaka politik empat orang warga Kongo. Mereka datang ke Belanda sebagai saksi perkara di ICC. Dan sekarang, mereka ingin tetap tinggal di sini.

“Hukum internasional mirip gejala mode,” kata para advokat ini. Sebagaimana halnya topik terorisme, beberapa waktu lalu. Tapi, gejala ini tampaknya tidak akan segera berlalu begitu saja. Mereka merujuk pada pendirian lembaga permanen ICC.

Menjaga Jarak
Sementara lokasi ICC di Den Haag, yang berambisi menjadi ibukota sistem hukum internasional, satu-satunya kantor advokat dengan spesialisasi khusus di bidang ini memilih tetap berkantor di Keizersgracht Amsterdam.

“Advokat hukum internasional sering merupakan tipe Einzelgänger (senang menyendiri, sangat percaya diri, red.),” ujar Michiel Pestman. “Mereka aktif dari satu tribunal ke tribunal lainnya. Mereka adalah kelompok pengembara dalam sistem hukum internasional.”

Walaupun demikian, mereka menyatakan, selalu mengikuti apa yang terjadi di Belanda. Salah satu kelebihan Belanda adalah sebagian besar lembaga mahkamah internasional berkedudukan di negeri ini,” tambah Victor Koppe.

Para advokat ini lebih senang tetap berkantor di Amsterdam, tidak akan pindah ke Den Haag. “Jika kita ingin berprestasi, sebaiknya kita cukup menjaga jarak,” kata Liesbeth Zegveld. Michiel Pestman menambahkan: “Akar kami terletak pada berbagai kasus politik yang terutama berkembang di Amsterdam, kalangan aktivis lingkungan hidup, krakers (kelompok aktivis hak warga untuk mendapat tempat tinggal) dan penggiat demo.”

Tertuduh dan Korban
Usai menangani dua kasus pertama di ICC dan Tribunal Sierra Leone, klien kantor advokat ini makin beragam.

Victor Koppe kini membantu empat orang anggota kelompok Macan Tamil dan seorang terdakwa penjahat perang di Rwanda. Selain itu, bersama Michiel Pestman, ia juga menangani kasus tokoh Khmer Merah, Nuon Chea, atas tuduhan genosida di Kamboja. Tahun depan, ia akan menggantikan posisi Michiel Pestman di Phnom Penh.

Liesbeth Zegveld tidak membela terdakwa, tapi membantu korban genosida dan penjahat perang. Seperti misalnya keluarga korban tewas di Srebrenica, Bosnia. Tampaknya, dalam waktu dekat ini, mereka akan mendapat imbalan ganti rugi dari Belanda. Selanjutnya, ia juga membantu korban pembunuh massal Joseph Mpambara, di Rwanda.

Sulit bagi suatu kantor advokat yang sama, untuk membela terdakwa dan membantu korban sekaligus. Para advokat sangat memperhatikan hal-hal seperti itu. “Kami tidak bisa membela Ratko Mladic, karena kami sudah aktif membantu keluarga korban di Srebrenica,” kata Michiel Pestman.

Dengan pertimbangan yang sama, Göran Sluiter mengundurkan diri dari posisi sebagai pembela Radovan Karadzic, ketika ia pindah kerja ke kantor ini. “Untuk menghindari benturan kepentingan,” kata Göran Sluiter.

Masa Depan
Sekitar sepuluh tahun lagi, mereka akan menangani kasus apa lagi? Sambil bergurau mereka menyatakan, mungkin Michiel Pestman masih akan sibuk di Kamboja.

Namun Liesbeth Zegveld menjawab dengan serius, hukum internasional harus lebih banyak memperhatikan nasib para korban. “Para korban saat ini di ICC hanya dilibatkan sambil lalu saja. Belum ada pengadilan internasional tempat mereka bisa mengajukan gugatan.” Advokat wanita ini menekankan, sepuluh tahun yang akan datang, pengadilan seperti itu sudah harus ada.

Para advokat harus bekerja lebih lanjut. Victor Koppe akan pergi mengunjungi rumah tahanan. Liesbeth Zegveld meluncur menuju Den Haag. Michiel Pestman masih harus menjual mobil miliknya, sebelum bertolak menuju Phnom Penh. Göran Sluiter masih berbicara melalui telepon, mengenai teater yang sedang berlangsung di Tribunal Yugoslvia, ketika Ratko Mladic digiring ke luar ruang sidang.

 

17 Juli Hari Hukum Internasional

Setiap tahun, pada tanggal 17 Juli, dunia memperingati pentingnya hukum internasional. Pada tanggal 17 Juli 1998, atas inisiatif PBB, berlangsung upacara penanda-tanganan Piagam Roma. Piagam tersebut merupakan dasar pendirian Mahkamah Pidana Internasional, ICC.

 

Diskusi

Anonymous 19 Juli 2011 - 1:43pm / maluku

OK lanjutkan perjuangan anda untuk kemerdekaan Maluku. Nenek moyangmu sudah buat kami susah saat ini. catat!!!

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET