Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Johannes Vermeer
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

400 Tahun Hubungan Belanda-Turki

Diterbitkan : 22 Februari 2012 - 2:35pm | Oleh Bram Vermeulen (Foto: Johannes Vermeer, Rijsmuseum Amsterdam)
Diarsip dalam:

Nama-nama besar dalam sejarah seni lukis Belanda memberi kecerahan di lorong-lorong gelap museum Sakip Sabanci di Istanbul, Turki. Dinding-dinding dihiasi lukisan karya Rembrandt, Jan Lievens, Jan Steen, dan bahkan surat cinta Johannes Vermeer terpampang di sana.

Karya-karya tersebut untuk sementara dipinjamkan oleh Rijksmuseum di Amsterdam, yang walaupun sudah bertahun-tahun belum selesai dipugar.

Lebih dari seratus lukisan diterbangkan ke Istanbul. Dibungkus rapih, apik dan disimpan pada suhu tertentu untuk kemudian dikeluarkan lagi di tempat tujuan. Taco Dibbits, Direktur Koleksi dengan ketat mengawasi proses ini.

"Hati saya berdebar-debar saat lukisan tiba. Saya juga bisa menyaksikan bagaimana negara lain memperlakukan sebuah koleksi."

Lukisan dari koleksi abad ke-17 Rijksmuseum dikirim ke Istanbul dalam rangka merayakan 400 tahun hubungan diplomatik antara Turki dan Belanda. Pada tahun 1612 Duta Besar Belanda ketika itu, Cornelius Haga, menyerahkan surat kepercayaan kepada sultan Usmania, Ahmet I.

Peristiwa bersejarah itu dirayakan dengan pertukaran karya seni.

Vincent van Gogh
Kini, karya para seniman Belanda menghiasi kota Istanbul. Kehidupan Vincent van Gogh dapat dilihat melalui deretan gambar-gambar slides di kawasan pelabuhan Tanduk Emas. Sementara museum seni modern, Istanbul Modern, memamerkan koleksi Boijmans van Beuningen.

Abbemuseum Eindhoven, Belanda, bekerja sama dengan museum baru Turki, Salt, yang terletak di pusat perbelanjaan paling ramai Istanbul. Tidak jauh dari sana, sementara kehidupan pedagang Belanda dan sultan Usmania dapat dilihat di musium Pera.

Lupakanlah PVV (Partai untuk Kebebasan Belanda), debat tentang integrasi atau diskusi tentang keanggotaan Turki dalam Uni Eropa. Hubungan diplomatik yang sudah berlangsung berabad-abad ini dirayakan di bekas ibukota Turki.

Pengaruh Ottoman
Konservator Rijksmuseum, Pieter Roelofs, berusaha mencari pengaruh Usmania terhadap lukisan karya seniman Belanda. Pengaruh itu cukup banyak. Jan Lievens dan Rembrandt van Rijn terkesan dengan laki-laki bersorban dan berpakaian warna-warni yang menjelajahi kawasan Dam, Amsterdam, pada abad ke-17.

Kehadiran mereka mencolok di antara penduduk Amsterdam berpakaian warna gelap, kata Roelofs. "Seniman Belanda memakai model-model Turki dalam lukisan mereka. Orang Timur menjadi sumber inspirasi dalam menggambarkan sesuatu yang asing." 

Karpet Ottoman
Siapa yang mencermati melihat permadani-permadani Usmania dalam lukisan. Konservator main curang sedikit, misalnya dengan lukisan karya Jan Baptist Weenix tentang kunjungan duta besar Belanda ke Isfahan. Isfahan memang terletak di Persia (Iran sekarang), tapi merupakan kawasan di Timur.

Konservator harus mencari kesamaan antara kehidupan seniman Belanda dan tempat lukisan mereka sekarang dipamerkan.

Roelofs suka sekali karya Ludolf Bakhuizen yang melukis danau IJ di Amsterdam, dipandang dari Mosselsteiger tahun 1673. "Di sana berlabuh kapal-kapal dari seantero dunia. Di sana orang bisa mendapat kabar dari para pelaut. Air membawa kemakmuran tapi juga menelan jiwa. Barang-barang apa dibawa kapal kali ini?"

Abad Emas Turki
Roelofs merasakan hal sama ketika berada di jembatan Galata, tempat kapal-kapal feri pulang pergi antara Eropa dan Asia. Kapal penjelajah samudra raksasa berlayar melewati istana-istana khilafat Usmania. Sementara Eropa dilanda krisis, ekonomi Turki tumbuh terus. "Ini abad keemasan Turki."

Diskusi

Anonymous 23 Februari 2012 - 11:18am

Omongkosong. Belanda dengan Indonesia tidak ada perhubungannya 400 tahun. dasar penipu sejarah dan pemutarbalik fakta, itulah Indonesia. Pemerintah Indonesia selalu mengajarkan penipuan bagi rakyatnya, akhirnya lidah mereka semuanya terlekat pada LIDAH DUSTA. Baca saja pada www.ambon.com massage 56854 dan 56202. Indonesia pada dasarnya PNCURI dan PERAMPOK. Kalau 400 tahun berlalu dijajah Belanda, maka siapakah itu yang pernah bertindak seperti Sukarno mewujudkan Indonesuia pada abad ke XVI? Semua orang NKRI semuanya tipu, baik dari yang berdomisili di Binagraha Jakarta maupun di Senayan Jakarta. Semuanya berdolak dalik lidah untuk siapa bisa menang. Pemerintah Indonesia itu sebenarnya pemerintah mata duitan. Benar ngga? 400 tahun, mungkin nenekmu itu dulu bangsa Indonesia, tapi nenekku bukan bangsa Indonesia setan jahanam itu.

parazetamol klotzak 23 Februari 2012 - 12:18pm

Om Werinussa sadar om...sadar..minumlah obat dulu.
Berita diatas di baca baik2 ya. Jangan bekeng malu komunitas Ambon.
Ini berita tentang Belanda dan Turki. Udah faham? Goed so.
Dah sana blanja dulu.

Anonymous 23 Februari 2012 - 1:26pm

O, sorry deh, kalau itu untuk Turky, tapi itu jauh lebih baik agar mengingatkan semua kalian bahwa, Belanda tidak pernah menjajah Indonesia 350 tahun atau 400 tahun seperti selama ini selalu kalian bicarakan. Betul kan? Jadi iangt lu, jangan lagi katakan bahwa, Belanda jajah Indonesia selama kurung waktu 350 tahun ya? Kalau hubungannya dengan Turky itu benar dan betul sekali tapi asal jangan nanti digembar gemborkan bahwa, Belanda jajah Indonesialah, ia kan? Nanti teruskan kepada semuanya di Jakarta atau Belanda termasuk andapun agar jangan berdusta lagi ya? mantap Turky.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET