Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

100 Tahun KIT

Diterbitkan : 3 Maret 2010 - 3:41pm | Oleh Harso Susanto (rnw.nl)
Diarsip dalam:

Tahun ini KIT Koninklijke Instituut voor de Tropen, atau Institut Tropis Kerajaan Belanda genap berusia 100 tahun.

 

Dalam kurun waktu 100 tahun itu, instritut tersebut sudah mengalami banyak sekali perubahan baik misi maupun tujuannya. Pim Westerkamp, Kurator Indonesia dari KIT, mengungkapkan kepada Radio Nederland Wereldomroep apa tujuan pendirian institut 100 tahun lalu itu, dan bagaimana misinya kini. Berikut Pim Westerkamp:

 

Pim Westerkamp [PW]: Institut kami mulai sebagai institut kolonial. Jadi didirikan sebagai lembaga kolonial.

 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW}: Setelah 100 tahu berdiri ini, adakah perubahan fundamental dari misi yang diemban KIT dewasa ini dengan yang dulu?

 

PW: Ya memang jauh berbeda. Itu didirikan pada jama penjajahan. Jadi lembaga ini diarahkan untuk mengumpulkan dan untuk menyebar-luaskan pengetahuan tentang daerah atau wilayah kolonial, yalah Indonesia, Surinaam dan Antilllen. Tapi kebanyakan difokuskan pada Indonesia saja.

 

Dan pada akhir Abad-XIX, ada dua museum yang lumayan besar. Satu ada di Amsterdam dan ada satu museum kolonial di Haarlem. Itu suatu museum tidak terlalu besar tapi ada tujuan tertentu, ialah untuk memperlihatkan produk-produk alam dari Indonesia. Dengan tujuan perkenomian, untuk mempromosikan ekspor bahan-bahan dari Indonesia ke Belanda. Misalnya pada akhir Abad XIX ada pameran tentang meubel-mebel bambu dan mebel-mebel rotan. Dan tiba-tiba mebel seperti itu menjadi fashion, fashionable untuk punya mebel seperti itu. Jadi ekspor rotan dari Indonesia naik, sebab banyak orang di Belanda yang ingin punya mebel seperti itu. Jadi itu tujuan meseum konomial itu di Haarlem.

 

Tapi konkurensi dengan negara-negara lain, seperti Prancis, Inggris dan Jerman, yang juga punya daerah kolonial seperti itu, Belanda merasa untuk lebih baik untuk mendirikan museum lebih besar lagi ketimbang yang ada di Haarlem, untuk berkokurensi dengan negara-negar lain.

 

Jadi untuk memperlihatkan kepada seluruh dunia Eropa bahwa negeri Belanda sudah bisa dianggap seperti kekuasaan kolonial yang cukup tinggi. Untuk tujuan ini mereka mendirikan persatuan, yang menjadi institut kolonial pada 1910, j adi seratus tahun yang lalu.

 

Untuk mengikuti wawancara selengkapnya dengan Pim Westerkamp ini, anda dapat membuka situs web kami www.ranesi.nl

 

Unduh

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET