12 Oktober 2009 adalah hari besar Lembata NTT. HUT ke 10 Otonomi Daerah diisi kesenian rakyat, olah raga, Pasar Malam dan merefleksi diri. Tapi infrastruktur masih saja masalah.
Menurut kepala bagian penyiaran Radio Kalong FM Lembata, Cornelis Nunang puncak acara 12 Oktober akan dimeriahkan berbagai artis lokal dan ibukota, seperti Margaret Mamamia.
Radio Kalong FM berpartisipasi dengan meliput kegiatan masyarakat. Menyampaikan berita-berita daerah kepada pemirsa internet yang berada di luar Lembata. Mitra Radio Nederland ini sedang mengolah acara live pada puncak perayaan 12 Oktober 2009.
Pesta
Pemerintah daerah memilih memusatkan keramaian di Pasar Inpres yang terbakar menjelang pemilu 2004. Acara hiburan Bingo dan Lempar Gelang serta turnamen olah raga digelar di sana. Pasar Inpres yang terletak di jantung kota Lewoleba secara tradisi memang menjadi tempat pertemuan berbagai budaya dan bahasa. Pasar malam dan pesta rakyat itu berlangsung selama bulan September dan sampai larut malam.
Masyrakat dan pemerintah Lembata menggunakan 10 tahun otonomi daerah sebagai sebuah tonggak merefleksi diri. Nunang sependapat jika pemerintah daerah memberikan forum diskusi bagi masyarakat untuk bisa menyampaikan aspirasi.
Infra struktur
Nunang tidak memiliki indikator akurat untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat akan perkembangan 10 tahun terakhir sebagai daerah otonom. Dari pengamatan kasat mata, selain beberapa kemajuan juga terlihat kemunduran di bidang infrastruktur. "Jalan-jalan dalam kota Lewoleba yang masih sangat memprihatinkan."
"Ini adalah momentum yang sangat baik, karena Lembata memiliki dewan legislatif yang baru dilantik dan memiliki semangat baru. Itu terbukti dari beberapa masalah yang mulai diselesaikan dan ruang diskusi yang mulai dibuka. " ungkap Nunang optimis.
Kritik Tajam
Ansel Deri seorang putra daerah Lembata tinggal di Jakarta, dalam blognya menilik kembali 10 tahun HUT otonomi Lembata. Ansel lebih lugas dalam menyampaikan keprihatinan soal kampung halamannya:
"Jika jalan raya tak pernah diaspal selama hampir 10 tahun otonomi, gagal panen, busung lapar bahkan ada anggota keluarganya terbunuh gara-gara rebutan proyek, wakil rakyat harus tahu kemudian memperjuangkan di dalam sidang-sidang soal rakyat. Wakil rakyat tak hanya peka tetapi juga harus berempati terhadap penderitaan rakyat selaku tuan atas kepercayaan yang diberikan. Sekali lagi, wajib hukumnya memikirkan kepentingan rakyat."























Selamt juga atas ULTAH-nya Lembata, maaf agak telat memberi selamt, tapi tidak sedikit mengurangi rasa patriotisme terhadap Kabupaten Lembata.
Rasa kecintaanku terhadap lembata semakin terkikis. Lembata yang kuidam-idamkan ternyata diulang tahunnya yang ke-11 ini ternyata banyak sekali kalangan masyarakat tidak begituh simpati dan gubris untuk merayakannya, sungguh sangat memiluhkan. dan tambah para lagi para pejabat-pejabat (DPRD) ternyata berlomba-lombah juga untuk mengabaikan hari lahirnya Lembata. wah ini bisa jadi akibat fatal terhadap Kabupaten Lembata.
mudah-mudahan ULTAH yang ke-11 ini merupakan bahan renung kita semua untuk lebih semangat lagi dan rasa patriotisme semakin melekat dihati masyarakat untuk maju bersama, satukan hati, rapatkan barisan, meraih cita-cita yang diinginkan kita semua.
semoga dengan HUT ke 11 Otonomi Lembata ini dapat memacu semua yang sedang menghuni bumi pertiwi Lembata untuk terus berjuang memberantas berbagai kesulitan yang sedang dihadapi.
Selamat Ulang Tahun ke 11 Otonomi Lembata tercinta, semoga semua yang sedang mengapdi di lembata boleh bekerja dengan hati. karena dilembata ini sebagai rumah Allah, dimana dari segalah kekayaan yang ada di pulau ini dapat menghidupkan semua makluk termasuk manusia.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.